Asap mengepul dari kebakaran hutan Donnie Creek yang terjadi di utara Fort St. John, British Columbia, Kanada, Minggu, 2 Juli 2023. | AP Photo/Noah Berger

Inovasi

AI Kini Turun Tangan Atasi 'Kebakaran Hutan'

Pemanfaatan teknologi AI dalam memantau sumber api tetap memerlukan konfirmasi dari manusia.

Perubahan iklim yang terjadi saat ini turut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan. Siapa sangka, kehadiran kecerdasan buatan atau AI bisa menjadi bagian dari solusi untuk menangani permasalahan kebakaran hutan ini.


Saat ini, teknologi AI sudah diterapkan dalam beberapa bidang yang berkaitan dengan penanggulangan kebakaran hutan. Petugas pemadam kebakaran dan usaha rintisan, misalnya, telah memanfaatkan kamera yang mampu memindai tanda-tanda kemunculan asap dengan menggunakan AI.


Di Jerman, sebuah perusahaan juga membangun konstelasi satelit untuk mendeteksi kebakaran hutan dari angkasa. Tak hanya itu, perusahaan teknologi raksasa Microsoft turut menggunakan model AI untuk memprediksi lokasi kemunculan kebakaran hutan pada masa mendatang.

photo
Helikopter berupaya memadamkan kebakaran hutan yang tak terkendali di kawasan La Orotava, Spanyol, 18 Agustus 2023. Kebakaran yang pertama kali terdeteksi pada 15 Agustus lalu telah menghanguskan lebih dari 3.500 hektare lahan dalam radius 42 kilometer sehingga memaksa warga mengungsi dari daerah terdekat untuk tetap terkurung di rumah mereka, bahkan mengungsi. - (EPA-EFE/RAMON DE LA ROCHA)


Sementara di Kalifornia, Amerika Serikat (AS), badan pemadam kebakaran setempat juga sudah mulai mengetes sistem AI yang bisa mendeteksi asap. Sistem AI ini disematkan pada lebih dari 1.000 kamera yang terletak di puncak gunung.


Sistem ini dilatih untuk mendeteksi ketidaknormalan lalu memberikan peringatan kepada pusat-pusat komando darurat. Nantinya operator dapat memantau kondisi dari layar.

Bila dirasa perlu, operator dapat meminta petugas untuk pergi ke lokasi dan mengonfirmasi apakah ketidaknormalan tersebut berasal dari asap atau hal lain yang ada di udara. "Keunggulan sistem AI ini adalah temuan yang abnormal akan langsung muncul di layar dan petugas operator atau penerima panggilan dapat mencari informasi dari layar tersebut," kata staff chief of intelligence dari California Department of Forestry and Fire Protection, seperti dilansir Japan Today, Selasa (26/9/2023).

Teknologi Komplimenter

photo
Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Barat menyemprotkan busa racun api di hutan dan lahan gambut yang terbakar di Parit Sembin, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (15/9/2023). Kebakaran di hutan dan lahan gambut seluas kurang lebih satu hektare yang terjadi tak jauh dari permukiman masyarakat sejak kemarin tersebut hingga kini masih ditanggulangi oleh puluhan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalbar dan Sat Brimob Polda Kalbar. - ( Antara/Jessica Wuysang )


Pemanfaatan teknologi AI dalam memantau sumber api memang masih memerlukan konfirmasi dari manusia, dalam hal ini adalah operator dan petugas pemadam. Meski begitu, sistem ini bisa sangat meringankan tugas para operator dan petugas pemadam dalam memantau layar dan kamera yang berjumlah sangat banyak.

Dengan sistem ini, para operator dan petugas hanya perlu memantau layar dan kamera yang dinilai tidak normal oleh sistem AI. Usaha rintisan asal San Francisco, Pano AI, juga menggunakan pendekatan yang sama, yaitu menyematkan teknologi AI pada kamera-kamera di menara seluler.

Kamera tersebut nantinya bisa mendeteksi asap dan memberikan peringatan kepada banyak pihak, termasuk konsumen dan departemen pemadam kebakaran. Kamera tersebut menggunakan jenis AI yang dikenal dengan nama computer vision machine learning.

Jenis AI ini telah dilatih secara spesifik untuk mendeteksi asap dan membedakan asap dengan yang bukan asap. "Kami melatihnya dengan gambar asap dan gambar bukan asap," ujar CEO Pano AI Sonia Kastner.

photo
Foto udara api membakar lahan gambut di Pedamaran, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatra Selatan, Senin (18/9/2023). Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatra menerjunkan 9 regu Manggala Agni dari Daops OKI, Lahat, Muba, Banyuasin dan Jambi untuk melakukan pemadaman kebakaran lahan gambut di wilayah tersebut. - (Antara/Nova Wahyudi)


Kastner mengungkapkan, selama ini petugas lebih bergantung pada laporan dan kesaksian masyarakat mengenai keberadaan asap yang diduga merupakan kebakaran hutan. Namun, biasanya hanya satu dari 20 laporan yang terbukti benar-benar berkaitan dengan kebakaran hutan.

Sisanya, "asap" yang dilihat oleh masyarakat hanyalah awan, kabut, atau asap dari barbecue. Senior Vice President of Energy Delivery Portland General Electric (PGE), Larry Bekkedahl, juga menilai pentingnya peran teknologi dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan.

Bekkedahl mengungkapkan, petugas pemadam kebakaran selama ini umumnya berlari ke berbagai area kebakaran hutan untuk mencari sumber api, tanpa benar-benar mengetahui lokasi pastinya. "Kamera dengan sistem AI, telah membantu mendeteksi kebakaran lebih cepat dan memungkinkan tim mencapai area dengan lebih cepat, memangkas waktu respons hingga dua jam," ujar Bekkedahl.


Perusahaan rintisan asal Jerman, OroraTech, juga mengembangkan teknologi AI untuk mendeteksi kebakaran hutan. OroraTech belum lama ini luncurkan dua satelit mini berukuran seperti kotak sepatu pada orbit rendah bumi, yaitu sekitar 550 km di atas permukaan bumi.


Perusahaan ini berharap dapat menciptakan konstelasi satelit yang mampu membantu mendeteksi kebakaran hutan. Oleh karena itu, OroraTech berencana akan meluncurkan delapan satelit mini lagi pada tahun depan dan berharap bisa meluncurkan total 100 satelit mini ke angkasa. "Ada algoritma pada satelit, yang sangat spesifik untuk mendeteksi kebakaran dengan lebih cepat," ujar CEO OroraTech Thomas Gruebler.

photo
Sebuah pesawat pemadam kebakaran menjatuhkan air untuk memadamkan api di kawasan Aghios Charalambos di Loutraki, Korintus, Yunani, 18 Juli 2023. Pemadam Kebakaran merekomendasikan evakuasi pencegahan di permukiman Aghios Charalambos dan Panorama di Loutraki. Bagian depan api berkobar di lokasi Kallithea dan bergerak ke arah selatan-tenggara di atas jalan raya nasional Athena-Korintus. (EPA-EFE/VASILIS PSOMAS)


Chief data scientist dari Microsoft, Juan Lavista Ferres, mengungkapkan bahwa memanfaatkan AI untuk mendeteksi asap dari kebakaran merupakan hal yang relatif mudah. Yang menjadi tantangan adalah memiliki cukup banyak kamera untuk memantau berbagai area yang berpotensi mengalami kebakaran hutan, khususnya area-area yang jauh atau terpencil.


Tentu, sistem AI untuk mendeteksi kebakaran hutan masih memiliki keterbatasan. Sebagai contoh, sistem ini tidak bisa memprediksi kejadian alam yang acak dan berpotensi menyebabkan kebakaran hutan, seperti sambaran petir. Tapi, memanfaatkan AI dalam mengatasi kebakaran hutan, bisa jadi langkah awal untuk menekan jumlah kerugian, menyelamatkan nyawa, dan lingkungan secara umum. 

 

 
Selama ini petugas lebih bergantung pada laporan dan kesaksian masyarakat.
 
SONIA KASTNER, CEO Pano AI. 
 
 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Pekerja Indonesia Paling Melek AI

Sebanyak 78 persen responden dari Indonesia percaya bahwa AI akan mengubah cara bekerja secara signifikan

SELENGKAPNYA

Timbang-Timbang Penggunaan AI dalam Sendi Kehidupan

AI memiliki potensi untuk membantu dokter memahami data medis yang kompleks.

SELENGKAPNYA

PBB Juga Khawatirkan Kecerdasan Buatan

Sekjen PBB menilai perlu agen internasional pengawas AI.

SELENGKAPNYA