Ketua Baznas Prof KH Noor Achmad | Republika/Putra M. Akbar

Khazanah

Bantu Mahasiswa RI, Baznas Dorong Bentuk UPZ di Mesir

Yang terpenting UPZ tersebut memiliki legitimasi dari Baznas agar pengumpulan dan pendistribusiannya menjadi sah.

JAKARTA -- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggagas agar diaspora Indonesia di Mesir membuat unit pengumpul zakat (UPZ) untuk membiayai mahasiswa yang membutuhkan bantuan.

Dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang dikumpulkan UPZ tersebut 100 persen untuk beasiswa mahasiswa Indonesia di Mesir yang jumlahnya mencapai belasan ribu orang.

"Harapannya, dana ZIS yang dikumpulkan oleh UPZ Baznas di Mesir untuk beasiswa dan juga untuk membantu mahasiswa yang sakit," kata Ketua Baznas, Prof KH Noor Achmad saat berbincang dengan Republika di Kantor Baznas, Jakarta, Kamis (10/11).

photo
Ketua Baznas KH Noor Achmad bersama Wakil Presiden KH Maruf Amin berjumpa dengan diaspora di Mesir dan menyampaikan pidato saat pemberian 300 beasiswa untuk mahasiswa di Timur Tengah di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo pada Sabtu (5/11/2022) malam waktu setempat. - (Rep-Fuji Eka Permana)

Kiai Noor menekankan, yang terpenting UPZ tersebut memiliki legitimasi dari Baznas agar pengumpulan dan pendistribusiannya menjadi sah. Ia juga mengingatkan bahwa yang mempunyai legitimasi pengumpulan zakat, infak dan sedekah adalah Baznas.

Artinya, yang dilakukan Baznas berdasarkan undang-undang. "Sehingga dana yang dikumpulkan dan dikelola Baznas sah, dan yang dilakukan Baznas juga sah," ujar dia.

 
Kalau kita bisa bersama-sama buat UPZ di sini (Mesir) maka bersyukur kalau nantinya mahasiswa yang membutuhkan beasiswa dapat dibantu.
PROF KH NOOR ACHMAD Ketua Baznas
 

Kiai Noor berharap, dengan adanya UPZ Baznas di Mesir akan lebih banyak mahasiswa yang mendapat beasiswa. "Kami yakin kalau jumlahnya 12 ribu mahasiswa, tidak mungkin semuanya mendapatkan beasiswa, sebagian besar belum mendapatkan beasiswa, tapi kalau kita bisa bersama-sama buat UPZ di sini (Mesir) maka bersyukur kalau nantinya mahasiswa yang membutuhkan beasiswa dapat dibantu," ujar Kiai Noor.

Sebelumnya, Baznas memberikan beasiswa kepada 300 mahasiswa di Mesir dan Timur Tengah. Di antaranya, 100 mahasiswa yang sudah dinyatakan lulus oleh Kementerian Agama, dan 100 mahasiswa yang sudah berjalan di tahun kedua ini. Kemudian 100 mahasiswa yang tersebar di seluruh Timur Tengah.

Namun, 300 beasiswa tersebut dinilai Baznas masih sangat kurang karena ada sekitar 12 ribu mahasiswa Indonesia di Mesir. Untuk itu, Baznas menggagas dibuat UPZ Baznas di Mesir yang dananya diperuntukan untuk beasiswa mahasiswa Indonesia di Mesir.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Sekretariat Wakil Presiden RI (@setwapres.ri)

Sementara itu, Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin menyerahkan bantuan Baznas Microfinance Masjid kepada jamaah Masjid At Taqwa, Pondok Cabe Udik, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (11/11). Wapres mendukung program bantuan ini sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui masjid.

Hal ini, menurut Wapres, juga menjadi bagian komitmen pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan di Indonesia. Apalagi, adanya pandemi Covid-19 yang menambah jumlah orang miskin baru di Indonesia. Selain itu, Indonesia juga masih dihadapkan dengan ancaman krisis global, mulai dari krisis energi, pangan, dan keuangan.

 
Yang dilakukan oleh Baznas sebagai bagian memberi bantuan sifatnya untuk sembako maupun untuk pengembangan usaha mikro dan masjid.
KH MA'RUF AMIN Wakil Presiden
 

"Dan kita juga mesti menghadapi kondisi akibat krisis global yang mengakibatkan harga naik dan yang dilakukan oleh Baznas sebagai bagian memberi bantuan sifatnya untuk sembako maupun untuk pengembangan usaha mikro dan masjid," kata Ma'ruf.

Program Baznas Microfinance Masjid merupakan produk Bank Zakat Mikro yang telah berjalan di 20 masjid Jabodetabek. Wapres secara simbolis menyerahkan bantuan kepada ketua DKM Masjid At Taqwa dengan total bantuan mencapai Rp 100 juta untuk memberi manfaat kepada puluhan jamaah masjid pelaku UMKM.

Bank Zakat Mikro adalah layanan keuangan mikro yang digulirkan Baznas untuk mendayagunakan dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya kepada mustahik pelaku usaha mikro dalam bentuk pembiayaan permodalan dan pengembangan usaha.

Terkait program bantuan tersebut, mantan ketua umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini berharap,  program Baznas Microfinance Masjid dapat dikembangkan secara nasional. "Untuk zakat pasti akan dikembangkan secara nasional dan terus yang sesuai dengan wilayah kerja Baznas memang seluruh Indonesia. Itu kita harapkan lagi bahwa tahun depan akan bisa lagi supaya lebih banyak dan lebih banyak daerah," ujarnya.

Pemerintah Mesir Apresiasi Kinerja Baznas

Di Mesir belum ada lembaga pemerintah seperti Baznas.

SELENGKAPNYA

Baznas Tingkatkan Kapasitas UPZ

Potensi yang bisa dihimpun dari UPZ di tingkat pusat mencapai Rp 5 triliun

SELENGKAPNYA

Wapres Luncurkan Beasiswa Santri Baznas

Beasiswa Baznas diharapkan terus bertambah jumlahnya

SELENGKAPNYA