Ketua Baznas Noor Achmad memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Nasional Unit Pengumpul Zakat (Rakornas UPZ) 2022 di Jakarta, Rabu (26/10/2022). Rakornas UPZ bertema Sinergi Untuk Kesejahteraan Umat yang bertujuan mendorong UPZ Baznas dalam peningkatan | Republika/Putra M. Akbar

Khazanah

Baznas Tingkatkan Kapasitas UPZ

Potensi yang bisa dihimpun dari UPZ di tingkat pusat mencapai Rp 5 triliun

JAKARTA – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menggelar Rapat Koordinasi dan Kerja Nasional Unit Pengumpul Zakat (Rakornas UPZ) 2022. Rakornas bertema “Sinergi untuk Kesejahteraan Umat” ini diselenggarakan dalam upaya meningkatkan kapasitas UPZ dalam segala aspeknya.

Ketua Baznas Prof KH Noor Achmad mengatakan, Rakornas UPZ yang digelar di Jakarta pada 26-28 Oktober 2022 ini bertujuan mendorong UPZ Baznas dalam meningkatkan pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan zakat. Juga untuk meningkatkan layanan inovasi, sinergi, pelaporan, monitoring, evaluasi, dan audit pengelolaan zakat.

photo
Ketua Baznas Noor Achmad (tengah) dan Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin (ketiga kiri) bersama jajaran penguruz Baznas dan peserta berfoto bersama pada acara Rapat Koordinasi Nasional Unit Pengumpul Zakat (Rakornas UPZ) 2022 di Jakarta, Rabu (26/10/2022). Republika/Putra M. Akbar - (Republika/Putra M. Akbar)

“Kegiatan ini merupakan upaya dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi para amil atau amilat UPZ dalam menguatkan struktur UPZ, menguatkan sinergi program pemberdayaan UPZ Baznas di masa kritis setelah pandemi Covid-19," kata Kiai Noor kepada Republika saat konferensi pers Rakornas UPZ 2022 di Jakarta, Rabu (26/10). 

Kiai Noor juga menyampaikan, peta program Baznas harus disinergikan bersama UPZ. Terkait hal ini, Baznas pada 2021-2022, telah mencanangkan sejumlah penguatan, yaitu kelembagaan, pengelolaan, sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, dan jaringan.

“SDM kita masih perlu diperkuat, misalnya dengan menghadirkan posisi pelaksana di masing-masing UPZ. Juga penguatan infrastruktur, yang menjadi bagian tidak terpisahkan," ujar dia dalam pembukaan Rakornas UPZ 2022.

 

 

SDM kita masih perlu diperkuat, misalnya dengan menghadirkan posisi pelaksana di masing-masing UPZ.

 

PROF NOOR ACHMAD Ketua Baznas
 

 

Dengan penguatan infrastruktur, perkembangan zakat bisa dipantau secara real time. Untuk itu, Kiai Noor mengatakan, diperlukan penguatan dan evaluasi terkait apakah infrastruktur saat ini sudah baik atau belum. Hal berikutnya yang harus dikuatkan, kata dia, ialah jaringan.

Aspek kelembagaan UPZ tentu telah dipastikan sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Regulasi ini merupakan alat luar biasa dalam merealisasikan potensi zakat di Indonesia.

Di tempat yang sama, Pimpinan Bazna Rizaludin Kurniawan menyampaikan, Baznas punya kewenangan membentuk UPZ berdasarkan undang-undang, peraturan pemerintah, instruksi presiden, dan peraturan Baznas.

"Untuk Baznas tingkat pusat, UPZ-nya adalah perusahaan level nasional, kementerian, dan lembaga level nasional, instansi pemerintah dan BUMN. Sementara instansi pemerintah level provinsi, BUMD dan perusahaan level provinsi kewenangannya di Baznas provinsi," kata Rizaludin.

 

 

Untuk Baznas tingkat pusat, UPZ-nya adalah perusahaan level nasional, kementerian, dan lembaga level nasional, instansi pemerintah dan BUMN.

 

RIZALUDIN KURNIAWAN
 

 

Ia menyampaikan, UPZ yang dikelola Baznas di tingkat pusat sekarang terdiri dari 24 UPZ kementerian, 35 UPZ lembaga negara, 47 UPZ BUMN, dan 66 UPZ swasta. Hingga saat ini, UPZ tersebut sudah menyumbang Rp 165 miliar.

Angka tersebut sebenarnya sudah mencapai target penghimpunan UPZ di tingkat pusat karena target penghimpunannya di angka Rp 135 miliar. Sementara itu, potensi yang bisa dihimpun dari UPZ di tingkat pusat mencapai Rp 5 triliun.

Mengenai pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari UPZ tersebut, per 21 Oktober 2022 mencapai sebesar Rp 165 miliar. Dana ZIS ini disalurkan melalui berbagai program, seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan, kemanusiaan, dan dakwah dengan penerima manfaat sebanyak 169.489 orang.

photo
Ketua Baznas Noor Achmad memberikan sambutan pada Rapat Koordinasi Nasional Unit Pengumpul Zakat (Rakornas UPZ) 2022 di Jakarta, Rabu (26/10/2022). Republika/Putra M. Akbar - (Republika/Putra M. Akbar)

Rizaludin juga menyampaikan kendala yang dihadapi UPZ, di antaranya kelembagaan, tata kelola, SDM, serta keberpihakan pimpinan lembaga atau perusahaan atas UPZ di tiap unit.

Maka, Baznas akan meningkatkan target pengumpulan zakat melalui UPZ dengan melakukan literasi terhadap perusahaan, kementerian, dan lembaga. Untuk itu, dalam Rakornas UPZ 2022 akan ada pertemuan dengan para pimpinan perusahaan, kementerian, dan lembaga.

Sumpah Pemuda Arab

Tampilnya Partai Arab Indonesia (PAI) pimpinan AR Baswedan cukup mengejutkan.

SELENGKAPNYA

‘Hapus Syarat Vaksin Meningitis Jamaah Umrah’

Vaksin meningitis berbayar dan diwajibkan kepada calon jamaah umrah dengan bukti kartu kuning.

SELENGKAPNYA

Menjaga Asa Wisata 

Muncul sinyal pertumbuhan positif industri pariwisata meski kondisi ekonomi global kurang kondusif.

SELENGKAPNYA