Prof Noor Achmad (Kiri) dan Prof Mokhtar Gomoa | Rep-Fuji EP

Khazanah

Pemerintah Mesir Apresiasi Kinerja Baznas

Di Mesir belum ada lembaga pemerintah seperti Baznas.

OLEH FUJI EKA PERMANA Dari Sharm El Sheikh, Mesir

KAIRO – Pemerintah Mesir mengapresiasi kinerja Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Apresiasi itu disampaikan Menteri Wakaf Mesir Prof Mokhtar Gomoa dalam pertemuan dengan Ketua Baznas Prof Noor Achmad di Gedung Kementerian Wakaf Mesir.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam rangkaian kunjungan Wakil Presiden (Wapres) RI ke Negeri Piramida itu. Pertemuan turut dihadiri oleh Sekretaris Baznas Dr Muchlis M Hanafi dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kairo Prof Bambang Suryadi.

 
Kedudukan lembaga zakat yang bertanggung jawab langsung kepada presiden sangatlah tepat.
PROF MOKHTAR GOMOA Menteri Wakaf Mesir
 

Dalam pertemuan itu, Gomoa menanyakan banyak hal tentang struktur organisasi Baznas, tugas dan fungsinya, pembiayaan operasional, dan sebagainya. Menurut dia, di Mesir belum ada lembaga pemerintah seperti Baznas. Karena itu, selama ini pengumpulan dan pendistribusian zakat dilakukan oleh masyarakat melalui lembaga sosial keagamaan.

Gomoa menyatakan sangat tertarik dengan model Baznas di Indonesia. Bahkan, ia meminta diberikan seluruh peraturan perundang-undangan terkait Baznas di Indonesia. “Kedudukan lembaga zakat yang bertanggung jawab langsung kepada presiden sangatlah tepat, karena memiliki kekuatan tersendiri,” ujar Gomoa dalam pertemuan yang berlangsung di Kairo, Mesir, Ahad (6/11). 

photo
Ketua Baznas KH Noor Achmad bersama Wakil Presiden KH Maruf Amin berjumpa dengan diaspora di Mesir dan menyampaikan pidato saat pemberian 300 beasiswa untuk mahasiswa di Timur Tengah di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kairo pada Sabtu (5/11/2022) malam waktu setempat. - (Rep-Fuji Eka Permana)

Gomoa mengapresiasi peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang Baznas sebagai pengelola zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS dan DSKL) secara nasional dan Baznas mempertanggungjawabkannya kepada presiden. Sebab, dengan demikian semuanya akan terkontrol dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, Noor Achmad menjelaskan prinsip tiga aman dalam pengelolaan ZIS dan DSKL di Indonesia. Prinsip tiga aman tersebut, yaitu aman syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI. Aman syar'i artinya pengelolaan zakat yang dilaksanakan Baznas harus selaras dengan koridor hukum syar'i. Pengelolaan zakat harus selaras dan tidak boleh bertentangan dengan sumber hukum Islam, yakni Alquran dan sunah.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Badan Amil Zakat Nasional (@baznasindonesia)

 

Adapun aman regulasi artinya pengelolaan zakat harus memperhatikan rambu-rambu peraturan hukum dan perudangan. Sedangkan aman NKRI, lanjut Noor Achmad, artinya pengelolaan zakat di Baznas harus kian mempererat persaudaraan anak bangsa, menjauhkan diri dari berbagai aktivitas atau tindakan terorisme, demi menunjang tegaknya NKRI.

Gomoa dan Noor Achmad sependapat bahwa dalam pengumpulan zakat akan lebih baik bila dilakukan secara ijbary (mandatory atau diwajibkan) dari pada ikhtiyari (voluntary atau sukarela).

Dalam rangkaian kunjungan kerja ke Mesir, Baznas juga sepakat memperkuat kerja sama dengan Bayt Zakat dan Sedekah Mesir. Kesepakatan ini dibahas dalam pertemuan antara Sekretaris Jenderal Bayt Zakat dan Sedekah Mesir Mayjen Muhammad Amru Lutfi dan Sekretaris Baznas Dr Muchlis Hanafi.

 

 

 

Baznas siap berkolaborasi dengan lembaga-lembaga zakat, di tingkat lokal, regional, dan internasional.

 

DR MUCHLIS HANAFI Sekretaris Baznas
 

 

Menurut Muchlis, kedua lembaga sepakat untuk meningkatkan kerja sama di bidang agama dan kebudayaan serta memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara. "Baznas siap berkolaborasi dengan lembaga-lembaga zakat, di tingkat lokal, regional, dan internasional, termasuk Bayt Zakat dan Sedekah Mesir," kata Muchlis dalam keterangan yang didapat Republika, Rabu (9/11).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Bayt Zakat Mayjen Muhammad Amru Lutfi berharap peningkatan kerja sama kedua lembaga dalam pengelolaan zakat dapat terwujud dan makin diperkuat.

"Saling tukar pengalaman antarlembaga zakat sangat diperlukan dalam upaya meningkatkan peran lembaga zakat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai tuntunan syariat," ujarnya.

Indonesia Siap Terima Biden-Xi Jinping, Putin Belum Pasti

Hingga saat ini sudah ada 17 kepala negara/kepala pemerintahan yang menyatakan akan hadir pada KTT G-20.

SELENGKAPNYA

Jaga Momentum Pertumbuhan Ekonomi

Pengendalian inflasi menjadi kunci untuk melanjutkan tren pertumbuhan.

SELENGKAPNYA

AMPHURI: Saudi tak Lagi Wajibkan Vaksinasi Meningitis

Pemerintah diminta segera mengubah ketentuan wajib vaksinasi meningitis

SELENGKAPNYA