Ilustrasi Ibu Menyusui | dok. Freepik

Gaya Hidup

Kunci Sukses Ibu Menyusui

Ibu juga perlu afirmasi positif sehingga bisa memicu keluarnya hormon oksitosin untuk melancarkan ASI.

Saat menyusui, ada saja tantangan yang harus dilalui. Mulai dari ASI yang keluar sedikit, pelekatan yang tidak tepat, hingga perubahan kulit yang dialami para ibu. Lalu, bagaimana kunci sukses menyusui untuk para ibu?

Konselor laktasi sekaligus Internal Expert GabaG, Mika Yudistia, AMANI, BWC menjelaskan, ibu hamil dan menyusui sering kali mengalami perubahan kulit yang dapat disebabkan oleh sejumlah faktor. Mulai dari kondisi hormonal hingga perubahan dalam metabolisme tubuh.

Salah satu perubahan kulit yang paling umum adalah hiperpigmentasi, di mana daerah tertentu kulit dapat menjadi lebih gelap. "Ini sering disebabkan oleh peningkatan produksi melanin, hormon yang bertanggung jawab untuk warna kulit," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Republika, Jumat (29/9/2023).

photo
wihdan hidayatJAKARTA,16/2 - RUANG MENYUSUI KHUSUS. Seorang pengunjung mal seusai menyusui bayinya di ruang menyusui khusus atau mother room di Senayan City, Jakarta, Rabu (16/2). Ruangan khusus menyusui dan mengganti popok ini merupakan salah satu layanan pihak pusat perbelanjaan untuk memudahkan ibu jika harus terpaksa membawa bayi saat berbelanja. ibu menyusui asiair susu ibu ; - (republika)

Sering kali kondisi perubahan kulit seperti ini juga membuat ibu jadi drop, tidak percaya diri. Padahal, selain memiliki pengetahuan mengenai laktasi, jika mau sukses menyusui seorang ibu perlu percaya diri dulu. "Merasa tenang dan bahagia, untuk itu ibu juga perlu afirmasi yang positif sehingga bisa memicu keluarnya hormon oksitosin yang bantu melancarkan ASI,” ujarnya.

Melissa Deborah, selaku bidan, fasilitator pre/post natal yoga serta ibternal expert GabaG menambahkan, ketika menjadi seorang ibu, ibu tersebut akan berusaha memberikan yang terbaik dari sisi manapun. Demikian juga dengan melengkapi semua perlengkapan menyusui yang akan dipakai. "Perlengkapan menyusui sangat dibutuhkan para ibu yang memiliki aktivitas tinggi, seperti halnya para working mom," ujarnya.

Founder GabaG, Gabriella Rayana Lengkong, mengatakan, sebagai ibu, ia sangat menyadari jika perjalanan menyusui tidaklah mudah. Bukan perjalanan alami bisa dilalui dengan mulus tanpa hambatan. "Apalagi ketika itu saat mulai menyusui anak pertama, saya menemukan kendala dalam memilih cooler bag yang praktis dan stylish dengan harga ekonomis," ujarnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Breastfeeding LifeStyleSolutions (@gabagindonesia)

Saat itu cooler bag yang beredar di pasaran adalah barang impor dengan model hitam polos berbentuk kotak dan harganya sangat mahal. Berangkat dari kebutuhan sendiri, perempuan yang mendirikan GabaG bersama suami, Fandy Sundoro, ini pun kemudian mencoba membuat sendiri beberapa model cooler bag yang multifungsi, tapi compact dan stylish.

Tahun 2020, GabaG berhasil membuat aplikasi manajemen laktasi pertama di Indonesia. Pada 25 September 2023 ini, GabaG resmi meluncurkan website https://www.gabag-indonesia.com/ untuk memudahkan dan memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan dalam berbelanja.

Lewat laman ini, para ibu bisa mencari kebutuhan yang terkait dengan menyusui di GabaG Moms, membeli tas sekolah untuk si kecil di GabaG Kids dan yang terbaru GabaG sudah melengkapi kebutuhan para ibu dalam merawat kesehatan kulitnya di GabaG Beauty.

Perhatikan Pola Makan

photo
Pasar Al Kakkiyah di Makkah tempat belanja buah-buah dan sayur-sayuran, Senin (5/6/2023). Buah-buahan ini berasal dari dalam dan luar negeri di antaranya dari Mesir, Iran, Suriah, Libanon dan negara-negara tetangga Arab Saudi. - (Republika/Fuji Eka Permana)

Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat (Dirjen Kesmas) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Maria Endang Sumiwi memaparkan, porsi makan yang tepat bagi ibu menyusui dalam rangka memperingati Pekan ASI sedunia, beberapa waktu lalu. “Kebutuhan gizi dan porsi makan ibu saat menyusui itu tidak sama seperti biasanya, butuh asupan yang bagus supaya bisa menghasilkan ASI yang bagus pula untuk anaknya yang sedang tumbuh,” katanya dalam diskusi bertajuk “Dukung ibu bekerja terus menyusui” yang digelar oleh Kemenkes yang diikuti secara daring di Jakarta. 

Maria menjelaskan jika ibu menyusui, nasi atau makanan pokoknya harus enam porsi sehari, di mana satu porsinya yakni 100 gram atau tiga per empat gelas nasi. Lalu, protein hewani sebanyak empat porsi sehari, bisa dari ikan, telur, ayam, maupun daging. “Protein hewani ini wajib ada untuk memenuhi kebutuhan ibu menyusui, karena zat gizinya digunakan sang anak untuk tumbuh,” katanya.

Ia melanjutkan, protein nabati seperti tempe atau tahu juga perlu, sebanyak empat porsi. Sedangkan untuk sayur-sayuran empat porsi, buah-buahan empat porsi, minyak atau lemak enam porsi, dan gula dua porsi sehari. “Untuk gula, satu porsi itu satu sendok makan, tetapi bisa juga dari kue atau teh manis juga bisa,” kata Maria.

Ia menambahkan, untuk konsumsi air putih pada enam bulan pertama harus memenuhi minimal empat gelas per hari, dan pada bulan kedua, 12 gelas per hari. Saat ini, Kemenkes juga bekerja sama dengan seluruh unsur masyarakat untuk menyosialisasikan pentingnya pemberian ASI eksklusif pada anak untuk ibu yang bekerja.

“Kita baru saja mengeluarkan ABCDE untuk stunting, salah satunya yakni E, atau 'Eksklusif ASI selama enam bulan, yang dilanjutkan hingga usia dua tahun', selain itu, kami juga menyediakan kelas ibu hamil di puskesmas, jadi selama kehamilan, ibu hamil mesti mengikuti kelas tersebut minimal empat kali,” katanya.

Maria menjelaskan, di dalam kelas ibu hamil tersebut akan diberikan edukasi tentang ASI eksklusif. “Selain itu kita juga mengeluarkan penghargaan kepada perusahaan-perusahaan dari Menteri Kesehatan, yakni Gerakan Perempuan Pekerja Sehat dan Produktif (GP2SP), yang salah satu kriterianya adalah apakah perusahaan memberikan fasilitasi bagi ibu-ibu bekerja untuk kesehatan reproduksinya, termasuk pada saat menyusui,” katanya.


Ditegaskan, tugas untuk menjaga nutrisi kepada ibu demi pemberian ASI eksklusif yang efektif selama 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Mulai usia nol hingga 24 bulan, harus diemban juga oleh sang ayah, keluarga, termasuk lingkungan kerja yang ada di sekitar ibu menyusui. 

 

 

 
Kebutuhan gizi dan porsi makan ibu saat menyusui itu tidak sama seperti biasanya. 
 
MARIA ENDANG SUMIWI, Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat (Dirjen Kesmas) Kementerian Kesehatan (Kemenkes). 
 
 

 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Jalan Berliku Ibu Bekerja yang Menyusui

Sekitar 45 persen ibu menyusui yang kembali bekerja memilih berhenti memberikan ASI kepada bayi mereka.

SELENGKAPNYA

Mengatasi Bengkak dan Lecet pada Ibu Menyusui

Sekitar tiga persen sampai 10 persen ibu menyusui mengalami mastitis.

SELENGKAPNYA