Sastra
Segelas Kopi
Oleh ALDY DAHOKLORY
Segelas Kopi
Di jalan misteri, tikam lutut ke tanah
di jalur mustahil angkat tangan ke langit
di jam-jam kecil besarkan hati kecil itu
di meja makan teguklah
secangkir hitam di gelas jenuh
di ujung itu pasti ada amin
***
Buku Tua
Tuhan, puisi-Mu terlalu padat
terlalu panjang diterima mata yang hujan
terlalu berat ditanggung bahu yang belia
terlalu rumit dipecahkan dengan kepala
bahkan hidup pun tidak cukup
untuk
dapat membaca
apa makna dan maksud
dari salib yang kupikul ini
***
Tuhan Tanah
Kata Tuhan tanah
jagalah tanah seperti tanah menjaga kita
manusia lahir dari tanah akan kembali ke tanah
tanah itu tungku lahir segala jamuan
di sana ada tangan bagi lapar dan dahaga
tanah itu rumah sakit menjahit antara hidup dan mati
***
Cukupkan Kata
Aku menulis Papua tapi puisi terlalu padat
mata laut Maluku sudah patah hati
kalimat-kalimat telah mati di hutan Kalimantan
aku menulis puisi tapi air mata terlalu jujur
kata-kata sudah menangis di bukit maluku
di leher baris-baris papua
sungguh terbatas huruf terlalu sedikit
menulis luka sumatera
semoga ada jua, mata dan telinga siuman
***
M B G
Tendangan sepatu laras patahkan tulang kering
kuku-kuku menggusur buah-buah gunung
kami dilempar jauh, terbuang ke lubang jurang
tiang ditanam dengan gigi taring
tangan-tangan besi
tusukan ujung sendok tepat di buah jantung
sebetulnya kau yang lapar
tapi kau bikin seakan ada yang mati lapar
***
Aldy Dahoklory lahir di Yawuru, Kisar Selatan, Kabupaten Maluku Barat Daya, 16 Oktober 2002. Ia mulai menulis setelah bergabung dengan Sanggar Cakadidi. Aldy pernah tampil dalam Gelar Sastra di Taman Budaya Maluku (2023–2024) serta Festival Puisi Modern Bahasa Tanah Maluku bersama grup jazz terkenal Boi Akih (2024). Ia juga terlibat dalam antologi dwibahasa seri ke-5 yang diterbitkan Taman Inspirasi Sastra Indonesia (2025). Selain berkegiatan sastra, Aldy aktif dalam organisasi kepemudaan dan pernah menjabat sebagai Sekretaris II Lokal Studio Global di Yotowawa Media Center, pusat kebudayaan dan media yang berfokus pada kawasan Maluku Barat Daya.
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
