Petugas pemadam kebakaran dan relawan PMI melakukan proses pendinginan lahan gambut yang terbakar di Desa Natai Baru, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Senin (2/1/2023). | ANTARA FOTO/Ario Tanoto

Nasional

Enam Provinsi Siaga Karhutla

Dampak perubahan iklim kian nyata.

JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan, ada enam provinsi yang menjadi prioritas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Enam provinsi ini tersebar di Sumatra dan Kalimantan.

"Ada enam provinsi prioritas (karhutla), yaitu tiga di Sumatra, yakni Provinsi Riau, Sumatra Selatan, dan Jambi. Kemudian tiga di Kalimantan, yaitu Provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan," ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat konferensi virtual, Rabu (25/1).

Kendati demikian, dia melanjutkan, tidak menutup kemungkinan pemerintah akan melaksanakan aksi di provinsi-provinsi lain jika karhutla juga terjadi di sana. Ia menyebutkan, strateginya berbagai macam dan strategi utamanya adalah teknologi modifikasi cuaca untuk mendatangkan hujan supaya api yang muncul bisa padam karena hujan.

Strategi lainnya yaitu operasi darat. Sebelum membesar, titik api sudah dipadamkan oleh TNI-Polri hingga jumlah pasukan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sangat banyak. "Kemudian, ada operasi udara yang didukung oleh BNPB menggunakan helikopter, baik helikopter patroli maupun water bombing, yang menyiram pakai air dengan campuran kimia, sehingga api segera padam," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengaku dirinya mengikuti perkembangan kebakaran hutan dan lahan. "Saya berterima kasih karena aparat, seperti dandim, polres, bekerja dengan sangat baik sehingga bisa teratasi. Tetapi, kalau ada karhutla akibat pihak swasta, sepertinya tidak ada ampun," ujarnya.

Sebab, dia melanjutkan, begitu ada titik panas, oknum-oknum itu akan segera mendapatkan peringatan. Ia mengeklaim penegakan hukum seperti ini ternyata adalah cara yang paling baik. Jadi, kalau terdeteksi karhutla yang di lahan milik swasta, oknum itu pasti terkena penindakan hukum. Kementeriannya juga akan terus memantau lahan-lahan yang berisiko terjadi karhutla secara sporadis, termasuk di Sumatra Barat.

photo
Petugas pemadam kebakaran melakukan proses pendinginan lahan gambut yang terbakar di Desa Natai Baru, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, Senin (2/1/2023). - (ANTARA FOTO/Ario Tanoto)

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menambahkan, pemerintah mengecek kesiapan setiap daerah yang rawan mengalami karhutla, baik secara organisatoris, personel, maupun teknologi untuk menghadapi kemungkinan karhutla.

"Alhamdulillah, saya tadi sudah melihat satu tempat untuk monitoring peristiwa secara real time di tempat-tempat yang rawan atau yang ada hutannya di seluruh wilayah Indonesia yang rawan terjadi karhutla," ujarnya.

Artinya, ia menegaskan, pengawasan dengan seketika telah tersedia jika pemerintah ingin tahu apa yang sedang terjadi di hutan.

Dampak Perubahan Iklim di Indonesia - (Republika)  ​

Perubahan iklim

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Indonesia (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan sejumlah contoh nyata dampak kenaikan suhu bumi yang makin cepat. Menurut dia, kenaikan suhu bumi yang makin cepat memengaruhi intensitas dan durasi fenomena cuaca ekstrem.

"Ada beberapa hal yang dapat kita lihat di lapangan sebagai dampak kenaikan suhu ini. Contohnya, BMKG ada data, tahun 1950-1970/80 dibandingkan dengan 1970/80 hingga sekarang itu kejadian ekstrem semakin sering terjadi," kata Dwikorita kepada Republika, Rabu (24/1).

Dalam periode tersebut, dia mengambil contoh fenomena anomali iklim El Nino dan La Nina. Periode ulang kejadian dua anomali iklim tersebut pada 1950-1980 berada di antara lima hingga tujuh tahunan. Setelah tahun 1980, periode ulang El Nino dan La Nina terjadi menjadi hanya sekitar dua hingga lima tahun saja.

Sinyal Perubahan Iklim - (republika)  ​

"Setelah tahun 1980, kejadiannya itu bisa hanya kisaran dua sampai lima tahun, padahal sebelumnya bisa sampai tujuh tahun lebih. Artinya, makin sering fenomena anomali itu. Itu dampak yang paling mudah kita lihat," ujar Dwikorita.

Menurut Dwikorita, kejadian anomali iklim yang terjadi dapat berupa cuaca ekstrem basah maupun kering. Dengan peningkatan suhu bumi yang makin cepat, intensitas cuaca ekstrem juga makin meningkat. Dia mengambil contoh kasus curah hujan di Indonesia, di mana terjadi peningkatan signifikan dari sebelum 2020 ke periode setelahnya.

"Sebelum tahun 2020, curah hujan tertinggi tercatat tidak pernah melebihi 330 mm. Tapi, pada 2020 bulan Januari, tepatnya 1 Januari, curah hujan tertinggi di wilayah DKI tercatat 377 mm. Padahal, sebelumnya tidak pernah mencapai 300 ml. Itu kejadian ekstremnya cepat melompat," kata dia.

Dwikorita menerangkan, curah hujan 377 mm itu setara dengan hujan selama kurang lebih satu bulan dalam kondisi normal. Kejadian pada 2020 lalu, curah hujan sebanyak itu turun dalam beberapa jam saja atau hanya dalam kurun waktu 24 jam. Menurut dia, hal itu menunjukkan perubahan durasi kejadian cuaca ekstrem karena kenaikan suhu bumi.

Penyebab dan Makna Sleep Talking

Bicara saat tidur juga dikenal dengan istilah somniloquy.

SELENGKAPNYA

Meluruskan Aneka Mitos tentang Diet

Meskipun terlihat sederhana, diet sebenarnya ada aturan-aturan yang perlu dipatuhi.

SELENGKAPNYA

Gelombang Penembakan di AS Berlanjut

Januari jadi bulan penuh penembakan massal di AS.

SELENGKAPNYA