Menikmati Roti Legendaris Buatan Delicieus Bakery | Rep-Shabrina Zakaria

Bodetabek

Menikmati Roti Legendaris Buatan Delicieus Bakery

Ratna masih mempertahankan resep tradisional dengan membuat roti padat tanpa pelembut dan pengawet.

OLEH SHABRINA ZAKARIA

Jam menunjukkan pukul 03.30 WIB. Ratna Swaniwati (60 tahun) bangun dari tidurnya. Dia bergegas menyiapkan dan membuat roti. Produk yang dibuatnya dijajakan di Delicieus Bakery.

Sambil menunggu roti buatannya matang, Ratna sekitar pukul 07.00 WIB, membuka pintu dari daun jati toko roti legendaris di Kota Bogor tersebut. Sejak berdiri pada 1940, bangunan dari toko Delicieus Bakery belum berubah sedikit pun.

Di tengah gempuran toko roti modern, dinding bercat putih yang memudar menjadi saksi bagaimana Delicieus Bakery masih dicintai oleh pelanggan setianya. Plafon dengan bilik bambu bercat putih tetap bertahan sejak 82 tahun lalu. Hiasan dinding yang mulai usang juga menjadi bukti, berapa lama toko roti legendaris ini pernah berjaya.

 
Setiap hari bikin baru, bikin sendiri semua. Cuma nggak bikin banyak-banyak, paling sehari cuma lima kilogram.
RATNA SWANIWATI Pemilik Delicieus Bakery
 

Etalase dan toples lawas berjajar rapi di dalam toko. Ratna siap mengisinya dengan roti dan kue kering. Menjelang pukul 09.00 WIB, roti buatannya mulai matang. Dibantu oleh seorang karyawannya, Ratna menyusun roti gambang, tawar, Prancis, dan manis berbagai rasa, yang padat dan hangat.

"Setiap hari bikin baru, bikin sendiri semua. Cuma nggak bikin banyak-banyak, paling sehari cuma lima kilogram," kata Ratna ketika ditemui di toko Delicieus Bakery di Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (8/12).

photo
Menikmati Roti Legendaris Buatan Delicieus Bakery - (Rep-Shabrina Zakaria)

Delicieus Bakery terletak di Jalan Mawar Nomor 22, Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat. Selain memproduksi roti sendiri, sejumlah pedagang kue basah dan jajanan pasar juga menitipkan dagangannya ke Delicieus Bakery. Termasuk sirup markisa, rasberi, dan leci yang dikirim dari Medan, Sumatra Utara.

Ratna dan suaminya, Kaman (58) merupakan generasi keempat yang mengelola Delicieus Bakery. Toko roti ini dulunya dikelola oleh kakek Kaman bernama Pak Daud. Meski sudah berpindah tangan, resep yang digunakan Delicieus Bakery tidak pernah berubah. Ratna masih mempertahankan resep tradisional dengan membuat roti padat tanpa pelembut, pengawet, maupun penyedap rasa.

Hanya oven untuk memanggang roti yang berubah. Hal itu karena oven manual yang menggunakan bahan bakar kayu bakar dan minyak tanah, susah digunakan.

Di tengah era modern, saingan Delicieus Bakery pun bertambah banyak. Dulunya, sejumlah toko roti legendaris masih bisa dihitung jari, seperti Tan Ek Tjoan, Lautan, Toko Roti Singapur, dan Bogor Permai. "Meski susah-susah gampang, investasinya mahal, tapi kami tetap mempertahankan Delicieus Bakery. Pengembangannya nanti bagaimana anak saya," ujarnya sambil terkekeh.

photo
Menikmati Roti Legendaris Buatan Delicieus Bakery - (Rep-Shabrina Zakaria)

Sekitar pukul 12.00 WIB, biasanya roti di Delicieus Bakery sudah ludes terjual. Padahal toko baru tutup pukul 17.00 WIB. Roti yang disajikan dijual mulai harga Rp 7.000 hingga Rp 15 ribu. Menurut Ratna, roti di tokonya memiliki tempat tersendiri di hati para pelanggannya.

Hal itu juga dirasakan Dikah Sadigah (40) salah seorang pelanggan Delicieus Bakery. Sejak kecil, ia menyukai roti manis berbentuk tapal kuda. Jika ingin mendapatkan roti kesukaannya, Dikah mengaku, harus tiba di Delicieus Bakery sekitar pukul 09.00 WIB atau 10.00 WIB. Sebab, sekitar pukul 11.00 WIB atau 12.00 WIB, roti-roti manis biasanya sudah habis diborong pelanggan.

"Dulu Bapaknya (Kaman) masih muda banget ya, saya sempat dilayanin sama Bapaknya (ayahnya Kaman) dulu walau sudah tua sekali. Dulu juga ada mesin alat potong besar dua buah, sekarang sudah nggak ada ya,” kata Dikah sambil bernostalgia.

Diklat Semi Militer Bina Gangster Surabaya

Pendidikan tersebut rencananya mulai diterapkan pada 2023.

SELENGKAPNYA

Tobat, Lansia Mengaku Imam Mahdi dan Ratu Adil Bersyahadat

Keduanya hanya menunaikan shalat dua kali sehari pukul 05.00 WIB dan pukul 17.00 WIB.

SELENGKAPNYA

Republika Raih BWI Award 2022

Upaya edukasi wakaf jadi tanggung jawab semua pihak.

SELENGKAPNYA