Pelaku Tawuran Pelajar (Ilustrasi) | ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/aww.

Jawa Timur

Diklat Semi Militer Bina Gangster Surabaya

Pendidikan tersebut rencananya mulai diterapkan pada 2023.

SURABAYA -- Sekolah wawasan kebangsaan bagi para remaja atau pelajar yang terjaring Patroli Cipta Kondisi tengah dipersiapkan Pemerintah Kota Surabaya. Sekolah wawasan kebangsaan ini nantinya dikemas dalam bentuk pendidikan dan pelatihan semi militer.

Pemkot Surabaya menggencarkan Patroli Cipta Kondisi setelah maraknya aksi gangster. "Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) ingin mereka anak-anak ini diberikan sekolah wawasan kebangsaan. Ini sedang kita rumuskan dengan Bakesbangpol dan Tim Anggaran untuk anak-anak ini nanti bisa kita lakukan," kata Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Eddy Christijanto, Rabu (7/12). 

Ia menjelaskan, sekolah wawasan kebangsaan nantinya melibatkan lembaga pendidikan yang ada di TNI atau Polri. Edi mengungkapkan, pendidikan tersebut rencananya mulai diterapkan pada 2023.

Tahun lalu, papar dia, Pemkot Surabaya juga pernah menggelar kegiatan sekolah wawasan kebangsaan dengan menggandeng Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) Juanda. "Tahun lalu kita kerja sama dengan Lanudal Juanda. Kita juga pernah (kerja sama) dengan Marinir, juga dengan TNI Angkatan Darat," ujarnya.

Dijelaskan, nantinya para peserta dilatih mulai fisik, Pasukan Baris Berbaris (PBB), hingga pemberian materi tentang wawasan kebangsaan selama dua pekan hingga satu bulan. "Ada pemberian materi terkait wawasan kebangsaan. Biasanya kita dari Garnisun, Korem, dan Polrestabes Surabaya terkait tindak pidana dan juga melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH) terkait dampak-dampak dari pelanggaran itu seperti apa," kata dia.

 
Kita berikan sekolah kebangsaan yang nanti dipimpin TNI-Polri, sehingga dia bisa tahu bagaimana rasanya TNI-Polri menjaga Kota Surabaya ini.
ERI CAHYADI Wali Kota Surabaya
 

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, pihaknya akan mendatangi rumah seluruh remaja yang disinyalir menjadi anggota gangster atau pelaku tawuran. Di mana saat patroli gabungan pada Sabtu (3/12) malam, pihaknya menjaring sejumlah remaja yang terindikasi akan melakukan tawuran.

Selain mendatangi rumah dan melakukan pembinaan dari sisi keluarga, Eri juga menginginkan agar para remaja itu mendapatkan pendidikan sekolah kebangsaan. "Kita berikan sekolah kebangsaan yang nanti dipimpin TNI-Polri, sehingga dia bisa tahu bagaimana rasanya TNI-Polri menjaga Kota Surabaya ini," ujarnya.

Ia menegaskan tidak ada toleransi bagi siapapun yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan warga Surabaya. Oleh karena itu, Eri mengajak seluruh warga untuk bergerak bersama memberantas aksi tawuran dan gangster di Kota Pahlawan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Eri Cahyadi (@ericahyadi_)

Cak Eri, sapaan akrabnya, lantas memastikan, beberapa remaja yang ikut dalam aksi tersebut bukan 100 persen warga Surabaya. Oleh karena itu, dia juga berkoordinasi kepada kepala daerah se-Surabaya Raya untuk bersama menumpas habis aksi-aksi yang meresahkan masyarakat.

"Kami sudah lakukan koordinasi kepada Bupati Sidoarjo dan Bupati Gresik, juga melakukan langkah yang sama. Jangan sampai nanti di Kota Surabaya sudah tuntas, malah terjadi di kota lainnya," kata dia. 

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti menekankan agar penanganan hulu-hilir gangster yang meresahkan warga di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur, akhir-akhir ini, harus tepat dan berkelanjutan. 

Ia mengakui aksi gangster dalam beberapa hari ke belakang ini makin marak. "Kabar itu membuat gempar karena video aksi gangster memamerkan senjata tajam viral di media sosial," ujarnya.

Menurut Reni, sebagai solusi berkelanjutan maka penanganan hulu dan hilirnya harus tepat. Apa motif pelaku, problem sosial harus dicermati. Langkah preventif dan edukasi perlu dilakukan selain pendekatan hukum bila dirasa meresahkan dan membuat onar.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Bangga Surabaya (@surabaya)

Meredam Dampak Guncangan Global

Cukupkah hanya dengan berhati-hati? Tentu saja tidak.

SELENGKAPNYA

Foz Siap Gelar IGF-Zakat Expo 2022

GF-Zakat Expo 2022 adalah suatu inisiasi dari Foz untuk mengekspose peran lembaga zakat

SELENGKAPNYA

Tobat, Lansia Mengaku Imam Mahdi dan Ratu Adil Bersyahadat

Keduanya hanya menunaikan shalat dua kali sehari pukul 05.00 WIB dan pukul 17.00 WIB.

SELENGKAPNYA