Kedua lansia yang mengaku Imam Mahdi dan Ratu Adil | Tangkapan Layar Youtube

Bodetabek

Tobat, Lansia Mengaku Imam Mahdi dan Ratu Adil Bersyahadat

Keduanya hanya menunaikan shalat dua kali sehari pukul 05.00 WIB dan pukul 17.00 WIB.

BOGOR – Pasangan lanjut usia (lansia) warga Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor yang viral lantaran mengaku sebagai Imam Mahdi dan Ratu Adil meminta maaf dan kembali tobat ke ajaran semula. Keduanya pun mengucap syahadat di depan tokoh agama dan masyarakat. 

Keduanya telah dipanggil oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama (Kemenag), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bogor. Hasilnya, pasangan tersebut dianggap melakukan perbuatan sesat karena menjadi pengikut ajaran Nasib Diri Ilmu Kebatinan Imam Mahdi. 

photo
Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin (tengah) - (Rep-Shabrina Zakaria)

Ketua MUI Kabupaten Bogor, Muhammad Agus Mulyana, keduanya diedukasi dan kembali ke ajaran Islam setelah dipanggil untuk bertemu Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor.

“Dan alhamdulillahh, selanjutnya setelah mereka sampaikan (permohonan maaf), disampaikan kepada mereka, dan mereka memohon maaf dan kembali kepada ajaran Islam, alhamdulillahh,” kata Agus ketika ditemui di kantor Kesbangpol Kabupaten Bogor, Rabu (7/12).

Agus menjelaskan, penyimpangan yang dilakukan Rosyid dan Warsah karena keduanya mengeklaim sebagai Imam Mahdi dan Ratu Adil serta hanya menunaikan shalat dua kali sehari pukul 05.00 WIB dan pukul 17.00 WIB.

Kemudian, keduanya mengakui kesalahan dan mengucapkan kalimat syahadat sesuai syariat Islam. “Mereka tidak memakai wa asyhadu anna Muhamammadarrasulullah, tapi diganti menggunakan wa asyhadu anna Imam Mahdi habibullah akhirul Islam,” kata dia.

Perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Bogor Robi Samsyi mengatakan, motif yang dilakukan keduanya mengaku sebagai utusan Tuhan murni dilakukan sendiri tanpa melibatkan orang lain. Melihat keadaan banyaknya bencana di sekitar, kata dia, mereka beranggapan masyarakat yang sudah melenceng sebaiknya kembali ke ajaran Imam Mahdi. “Dan mereka tadi sudah siap dibimbing membaca dua kalimat syahadat. Dan kembali kepada ajaran Islam,” kata Robi.

 
Mereka tadi sudah siap dibimbing membaca dua kalimat syahadat. Dan kembali kepada ajaran Islam.
ROBI SYAMSI Perwakilan Kemenag Kabupaten Bogor
 

Sekretaris FKUB Kabupaten Bogor Asep Saefuiddin mengatakan, aliran yang diikuti oleh pasangan lansia itu merupakan aliran yang berevolusi sejak 2004. Dulunya, kata dia, aliran tersebut beredar di Desa Mampir, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. “Pernah kita atasi. Ternyata masih ada pengikutnya di daerah Jonggol dan sekarang baru muncul. Zaman 2004 dulu itu belum ada viralisasi belum ada Whatsapp dan sebagainya,” ujar Asep.

Sebelumnya, informasi pengambilan video dilakukan di Kabupaten Karawang hingga membuat Bupati dr Cellica Nurrachadiana memerintahkan jajarannya menyelidiki pasangan yang membuat geger masyarakat tersebut.

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengatakan, keduanya telah mengakui bahwa dua orang yang duduk di video adalah mereka sendiri. Keduanya membuat video dengan mengaku sebagai penguasa Republik Kutatandingan Dunia di Jawa Barat.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, pihaknya membawa dua orang itu untuk menjalani pemeriksaan di Markas Polres Bogor. “Iya, sementara dari hasil berita acara interviu kami, yang bersangkutan mengakui,” ujar Imam. 

Warga Perumahan Sentul City Menang Gugatan

Bupati Bogor diminta mengambil alih pengelolaan PSU dari PT Sentul City Tbk.

SELENGKAPNYA

MUI: Penentuan Halal Dilakukan Ahli Agama

Rakornas Komisi Fatwa juga menjadi ajang konsolidasi untuk penguatan internal Komisi Fatwa MUI.

SELENGKAPNYA

Baznas Dorong Aturan Wajib Zakat

Pewajiban zakat diharapkan mengatasi berbagai persoalan seperti kemiskinan ekstrem.

SELENGKAPNYA