Warga Korea Selatan berunjuk rasa menolak kerja sama pengamanan Selat Hormuz yang diminta Presiden AS Donald Trump di luar kedutaan AS di Seoul, Korea Selatan, 16 Maret 2026. | EPA/JEON HEON-KYUN

Internasional

Daftar Kegagalan Trump Serang Iran

Trump kian terjebak aksinya sendiri menyerang Iran.

WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump semakin dalam tekanan untuk menyelesaikan agresi bersama Israel ke Iran. Namun, sejumlah sasaran perang yang sempat ia sampaikan justru tak tercapai belakangan.

Salah satu alasan menyerang Iran, menurut Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio adalah untuk keamanan Israel, sekutu AS. Menurutnya, Israel dan AS menyerang lebih dulu karena menduga Iran bakal melancarkan serangan ke entitas Zionis tersebut.

Serangan AS-Israel ke Iran pada 28 Februari justru memenuhi sendiri ramalan tersebut. Belum pernah seharipun sejak itu wilayah Palestina yang dicaplok jadi negara Israel aman dari serangan rudal dan drone Iran. 

Belasan warga Israel dilaporkan tewas. Namun, bukan rahasia bahwa pemerintah Israel memberlakukan sensor ketat soal dampak serangan Iran. Serangan-serangan Iran hanya bocor kabarnya melalui pantauan di Yordania.

Yang juga tak disangka Israel, Hizbullah yang merupakan sekutu Iran ternyata ikut menyerang Israel, membatalkan gencatan senjata yang tercapai tahun lalu. Menghadapi serangan itu, Israel kembali memulai operasi militer ke selatan Lebanon yang saat ini sudah menelan nyawa sekitar seribu orang.

photo
Artileri Israel menembakkan peluru ke sasaran di Lebanon di dekat perbatasan Israel-Lebanon, 15 Maret 2026. - ( EPA/ATEF SAFADI)

Israel juga memulai operasi darat masuk ke wilayah Lebanon, tindakan yang bakal menguras sumber daya manusia dan keuangan negara Zionis tersebut.

Koresponden Aljazirah di Yordania melaporkan, orang-orang di Israel semakin terbiasa dengan rutinitas sehari-hari yang dilatari bunyi sirine. Mereka harus terus berlari ke tempat perlindungan, melihat rudal masuk, intersepsi, dan kebakaran di sana-sini. 

Di bagian utara, hal tersebut terjadi hampir sepanjang waktu. Mereka hampir tidak mendapat kesempatan begitu keluar dari shelter untuk beristirahat sebelum berlari kembali ke shelter. 

Sulit bagi Israel untuk mengatasi rasa kerentanan ini karena tidak ada orang yang bisa yakin bahwa tidak akan ada sirine serangan yang datang. Pada Senin, sirine yang berbunyi di Israel utara, di Yerusalem Timur yang diduduki, Yerusalem Barat, dekat parlemen Israel, dan dekat kantor perdana menteri. 

Pecahan misil juga mendarat di wilayah Tel Aviv yang lebih luas. Hampir sebagian besar wilayah Israel terkena dampak serangan. 

photo
Kebakaran di lokasi kejadian setelah sebuah bangunan dihantam rudal Iran di Tel Aviv, Israel, 28 Februari 2026. - (EPA/ABIR SULTAN)

 

Gagal gantikan rezim

Pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei pada awal serangan menimbulkan spekulasi bahwa perang tersebut bertujuan untuk memicu perubahan rezim di Iran. Trump sendiri memanas-manasi warga Iran untuk menggulingkan pemerintahan pada hari pertama serangan AS-Israel.

Namun, kemunculan Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru telah memperumit narasi tersebut. Seluruh elemen politik di Iran lekas menjatuhkan dukungan untuk putra Ali Khamenei tersebut.

Kelompok minoritas Kurdi di Iran dan Irak sempat menjadi sorotan sebagai solusi potensial. Presiden AS Donald Trump sendiri yang melontarkan gagasan tersebut pada awal Maret. “Saya pikir sangat bagus jika mereka ingin melakukan hal itu, saya akan mendukungnya.”

Dia dilaporkan berbicara langsung dengan para pemimpin Kurdi di Irak. Associated Press melaporkan pada 4 Maret bahwa kelompok pemberontak Kurdi Iran yang berbasis di Irak utara sedang mempersiapkan potensi operasi militer lintas batas, dan bahwa AS telah meminta Kurdi Irak untuk mendukung mereka. 

photo
Seorang warga Iran memegang poster pemimpin tertinggi baru Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei di Teheran, Iran, 11 Maret 2026. - (EPA/ABEDIN TAHERKENAREH)

Namun Iran lekas melakukan serangan peringatan yang kemudian mengendorkan semangat juang pasukan Kurdi.

Sabtu lalu Trump mengamini pelemahan ini. “Kami tidak ingin Kurdi masuk,” katanya. “Kami tidak ingin membuat perang menjadi lebih rumit dari kondisi saat ini.” Dalam keterangan pada Senin malam, Trump juga mengakui bahwa oposisi Iran dalam kondisi yang buruk.


Krisis Hormuz

Menurut analisis CNN, salah satu dampak paling serius dari serangan AS-Israel ke Iran adalah terganggunya pelayaran melalui Selat Hormuz, salah satu rute transit minyak terpenting di dunia. Laporan tersebut mengatakan bahwa tindakan Iran menunjukkan batas kekuatan militer AS.

“Perlawanan rezim tersebut menunjukkan bahwa meskipun AS menikmati dominasi militer yang besar, tidak semuanya dapat diselesaikan dengan kekerasan.” Penutupan selat tersebut menciptakan tantangan operasional besar bagi Angkatan Laut AS. 

Pensiunan Kapten Angkatan Laut AS Lawrence Brennan mengatakan kepada CNN bahwa membuka kembali selat itu bisa sangat sulit. “Anda tidak bisa meraih kemenangan jika Anda tidak bisa menggunakan Selat Hormuz,” kata Brennan, seraya menambahkan bahwa “Selat Hormuz harus dibuka kembali untuk perdagangan internasional dan hal itu sulit bahkan tidak mungkin dilakukan dalam situasi saat ini.” 

Dia memperingatkan bahwa perang bisa berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan. Sementara Trump makin tertekan dengan naiknya harga minyak seiring penutupan Hormuz. 

Ia belakangan terpaksa mengiba pada sekutunya di Eropa untuk mengirimkan kapal guna melawan Iran dan membuka akses selat tersebut. Namun, negara-negara Eropa yang sama sekali tak dimintai pandangan soal serangan ke Iran enggan memenuhi permintaan tersebut. “Bukan kami yang memulai perang ini “ ujar Menteri Pertahanan Jerman.

photo
Kapal kargo berbendera Thailand Mayuree Naree terbakar setelah terkena rudal Iran di Selat Hormuz, Iran, 11 Maret 2026 . - (EPA/ROYAL THAI NAVY )

Gangguan pelayaran melalui Teluk telah menimbulkan dampak global. Laporan CNN mencatat bahwa serangan terhadap kapal tanker dan penutupan selat telah mendorong harga minyak naik tajam. Biaya asuransi untuk kapal juga meningkat seiring dengan meningkatnya risiko maritim.

Pada saat yang sama, perang telah menimbulkan korban jiwa di kalangan personel AS. “Hilangnya sebuah pesawat tanker AS di Irak pada hari Kamis yang oleh para pejabat digambarkan sebagai sebuah kecelakaan menggarisbawahi biaya mobilisasi militer massal,” kata laporan itu. Insiden ini terjadi setelah serangan sebelumnya yang menewaskan tujuh anggota militer AS.

 

Ancaman Drone

Sejauh ini, sekitar 200 tentara AS terluka selama perang melawan Iran termasuk 10 orang “terluka parah”, menurut juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM) Kapten Tim Hawkins. Dia mengatakan 180 anggota layanan telah kembali bertugas. 

Dilansir Aljazirah, cidera yang diderita tentara AS termasuk luka bakar, cedera otak traumatis, dan luka pecahan peluru. Para pejabat militer mengatakan banyak dari serangan itu melibatkan drone “satu arah” Iran. 

Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine mengatakan pekan lalu bahwa drone semacam itu bertanggung jawab atas sebagian besar korban jiwa. Setidaknya 13 tentara AS telah tewas sejak perang Israel-AS melawan Iran dimulai pada 28 Februari.

Pesawat tak berawak Shahed milik Iran – yang dikatakan berharga antara 20.000 hingga 50.000 dolar AS – telah menjadi alat penyeimbang bagi rezim tersebut. Penggunaannya memaksa AS dan sekutunya untuk merespons dalam beberapa kasus dengan rudal pencegat yang masing-masing berharga jutaan dolar.

Pada pekan pertama perang saja, Teheran menembakkan hampir 2.000 drone ke pangkalan AS dan sasaran sekutu di 12 negara – yang menghantam bandara, hotel bintang lima, dan infrastruktur minyak di seluruh Teluk. Enam anggota militer AS tewas pada 1 Maret ketika sebuah pesawat tak berawak Iran menghindari pertahanan udara dan menyerang pusat operasi di Kuwait. 

photo
Tim pembawa Angkatan Darat AS memindahkan jenazah tentara AS yang tewas akibat balasan Iran di Pangkalan Angkatan Udara Dover, Delaware, AS, 9 Maret 2026. - (EPA/JASON MINTO/US AIR FORCE)

“Kami pada dasarnya tidak memiliki kemampuan mengalahkan drone,” kata salah satu sumber kepada CBS News. 

Shahed sudah teruji dalam pertempuran sebelum perang Iran pecah. Rusia mengimpor ribuan Shahed dari Iran dan membangun seluruh pabrik untuk memproduksi secara massal versinya sendiri – Geran – menjadikannya teror malam di kota-kota Ukraina. 

Kelompok Houthi yang didukung Iran di Yaman mengerahkan salinan mereka sendiri, Waid, dan melancarkan serangan yang melumpuhkan pengiriman Laut Merah selama dua tahun. Bahkan AS merekayasa ulang versinya sendiri – LUCAS – dan kini Iran dengan drone jiplakan tersebut.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat