Sejumlah warga yang tergabung dalam Komite Warga Sentul City (KWSC) melakukan aksi teatrikal di depan Kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kahuripan, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (21/12). Aksi ratusan warga tersebut untuk mendes | ANTARA FOTO

Bodetabek

Warga Perumahan Sentul City Menang Gugatan

Bupati Bogor diminta mengambil alih pengelolaan PSU dari PT Sentul City Tbk.

BOGOR — Warga Perumahan Sentul City, Kabupaten Bogor, memenangkan gugatan atas bupati Bogor terkait prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) di kawasan perumahan tersebut. Para warga menggugat bupati Bogor ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung.

Pengacara warga Perumahan Sentul City, Alghiffari Aqsa, mengatakan, amar putusan yang diketok hakim isinya menghukum tergugat untuk mengelola, membina, dan mengawasi penyerahan PSU di kawasan Sentul City. Atas dasar itu, pihaknya mendesak Bupati Bogor Iwan Setiawan segera menjalankan isi putusan dengan melakukan verifikasi, mengelola, mengawasi, dan membina penyerahaan PSU di seluruh perumahan Sentul City.

"Karena telah melewati tenggang waktu penyerahan PSU, yakni satu tahun setelah masa pemeliharaan atau telah mengalami pemeliharaan oleh pengembang paling lama enam bulan terhitung sejak selesainya pembangunan," kata Alghiffari di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/12).

Selain itu, kata Alghiffari, warga juga mendesak bupati Bogor menjatuhkan sanksi terhadap manajemen PT Sentul City Tbk. Dasarnya adalah karena pihak pengembang tidak tertib dan melanggar ketentuan dalam penyerahan PSU di kawasan perumahan tersebut.

Dia menambahkan, penghuni perumahan juga meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memantau dan mengawasi penyerahan PSU di kawasan perumahan Sentul City. Tujuannya agar proses itu berjalan sebagaimana mestinya. "Karena terdapat dugaan kuat tindakan bupati Bogor telah menimbulkan kerugian negara dan/atau daerah Kabupaten Bogor," ujar Alghiffari.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Sentul City (@sentulcity_id)

Salah seorang warga Perumahan Sentul City, Dani (54 tahun), berharap bupati Bogor ikut mengawal penyerahan PSU dari pengembang ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Menurut dia, warga ingin agar fasilitas itu dikelola oleh Pemkab Bogor, terutama PSU yang bersinggungan langsung dengan warga. "Seperti penerangan jalan umum (PJU), ruang terbuka hijau (RTH), hingga taman permakaman umum (TPU)," ujar Dani ketika dikonfirmasi.

Dia mengungkapkan, sejak tinggal di Perumahan Sentul City tahun 2011, penguasaan PSU hingga kini masih berada di tangan pengembang. Kondisi itu membuat PT Sentul City Tbk semena-mena terhadap warga. Mulai dari penagihan iuran pengelolaan lingkungan (IPL) hingga pilihan operator internet yang terbatas karena sudah ditentukan. Kondisi itu tentu saja merugikan penghuni.

"Salah satu contohnya, saat ini hanya ada satu operator fiber optik yang ada di klaster BGH sehingga suka atau tidak suka, bagus atau tidak bagus, harus pakai operator tersebut," ujar Dani.

Menurut D, PSU yang masih dikelola pengembang dimanfaatkan perusahaan untuk menarik IPL kepada warga dengan tarif tinggi. Sedangkan, warga yang tidak mau membayar IPL, dia melanjutkan, konsekuensinya sampah pemilik rumah dilewati begitu saja oleh tukang pengangkut sampah.

 
Untuk yang tidak membayar IPL, sampah tidak diangkut dan saat warga mau urus sendiri, mobil sampahnya dicegat di gerbang kluster, tidak diperbolehkan masuk.
DANI Warga Perumahan Sentul City
 

Dani ingin agar Pemkab Bogor segera mengeksekusi keputusan pengadilan itu. Pasalnya, warga sudah lama menantikan ada tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di sekitar perumahan Sentul City. "Untuk yang tidak membayar IPL, sampah tidak diangkut dan saat warga mau urus sendiri, mobil sampahnya dicegat di gerbang kluster, tidak diperbolehkan masuk," ujarnya.

Gugatan warga di PTUN Bandung terdaftar dengan Nomor Register Perkara: 51/G/TF/2022/PTUN.Bdg tertanggal 27 Mei 2022. Gugatan tersebut diajukan melalui mekanisme perbuatan melanggar hukum oleh badan dan/atau pejabat pemerintahan (onrectmatige overheidsdaad).

photo
Pilot menerbangkan pesawat tanpa awak atau drone untuk melakukan penyemprotan cairan disinfektan di Cluster Green Valley, Sentul City, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (25/3/2020). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/hp. - (ANTARA)

Adapun hakim menjatuhkan vonis pada 15 November 2022. Putusan yang telah berkekuatan hukum tetap sejak 2 Desember 2022 tersebut menyatakan bupati Bogor telah melakukan perbuatan melawan hukum karena tidak melakukan pengelolaan, pembinaan, dan pengawasan terhadap penyerahan PSU perumahan Sentul City.

Sebelumnya, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bogor Iwan Setiawan menyampaikan, dalam posisi menerima jika digugat warga perumahan Sentul City. Dia menganggap langkah warga itu baik bagi Pemkab Bogor.

"Gugatan itu menjadi dasar ya. Selama ini kan kita tahu sendirilah bagaimana koordinasi. Ada berbagai pertimbangan kenapa kami juga belum mengambil alih (dari PT Sentul City Tbk), meminta jalan," kata Iwan kepada wartawan, belum lama ini.

Bermainlah dengan Rasa Rindu Juara

Gregoria Mariska Tunjung dan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti lolos di saat-saat terakhir.

SELENGKAPNYA

Cegah Lonjakan Inflasi Pangan

Hampir seluruh komoditas bahan pokok utama mulai mengalami kenaikan harga.

SELENGKAPNYA

Erick Perkuat CSR BUMN untuk Biayai Usaha Mikro

Erick mengatakan, rasio utang terhadap modal BUMN juga terus mengalami penurunan.

SELENGKAPNYA