Internasional
Ultimatum Perdana Mojtaba Khamenei
Iran menggencarkan serangan ke berbagai wilayah di Teluk.
TEL AVIV – Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dalam pesan perdananya mengultimatum semua pangkalan militer Amerika Serikat di regional harus segera ditutup. Ancaman itu langsung ditindaklanjuti serangan ke berbagai wilayah.
“Saya merekomendasikan mereka menutup pangkalan-pangkalan itu sesegera mungkin karena mereka pasti sudah memahami bahwa klaim Amerika untuk membangun keamanan dan perdamaian hanyalah sebuah kebohongan,” katanya dalam pernyataan tertulis yang dibacakan di televisi pemerintah pada Kamis malam.
Di sisi lain, ia menekankan Iran menginginkan hubungan baik dengan negara-negara tetangganya. Teheran hanya menargetkan pangkalan-pangkalan AS di wilayah mereka, dan akan terus melakukannya.
Pemimpin tertinggi Iran itu juga mengatakan negara itu akan mendapatkan kompensasi dari musuh. "Jika mereka menolak, kami akan mengambil aset mereka sejauh yang kami anggap pantas, dan jika itu tidak memungkinkan, kami akan menghancurkan aset mereka dengan jumlah yang sama," katanya dalam pernyataan tersebut.
Pernyataan ini merupakan statemen pertama Mojtaba usai diangkat menggantikan sang ayah yang terbunuh dalam serangan Udara AS.
Serangan balasan
Jumat dini hari, Garda Revolusi Iran (IRGC) melancarkan serangkaian serangan terhadap Israel dan beberapa lokasi di negara-negara di kawasan tersebut, bersumpah untuk "mengubur tentara Amerika dimanapun mereka berada di hotel dan tempat penampungan."
Televisi Iran mengumumkan peluncuran tiga gelombang rudal dalam waktu satu jam sebagai bagian dari Operasi "Janji Sejati 4", sementara surat kabar Israel Haaretz mengkonfirmasi deteksi tiga gelombang rudal yang diluncurkan ke arah Israel selama periode ini.
Garda Revolusi mengatakan mereka menargetkan Tel Aviv, Eilat, Yerusalem Barat dan Israel utara, dan juga menyerang pangkalan AS di Manama, Erbil dan pangkalan Muwaffaq Salti di Yordania dengan rudal dan drone.
Garda Revolusi menjelaskan bahwa mereka menggunakan rudal Khorramshahr dengan hulu ledak dua ton, dan rudal Emad dan Khaibar Shekan dengan hulu ledak satu ton. Komando Front Dalam Negeri Israel mendeteksi peluncuran roket ke arah Israel utara, dan memastikan bahwa sirene berbunyi di wilayah yang luas.
Yedioth Ahronoth melaporkan serangan rudal terkoordinasi dan simultan dari Lebanon dan Iran menuju Israel utara, dan mengatakan bahwa beberapa rudal yang diluncurkan dari Lebanon berhasil dicegat, sementara Maariv melaporkan bahwa sebuah rudal jatuh di area terbuka di Israel utara.
Pada Kamis malam, Garda Revolusi Iran mengumumkan bahwa mereka telah menargetkan situs dan sasaran Israel dan Amerika di UEA, Irak, dan Kuwait.
Garda Revolusi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “tempat berkumpulnya pasukan AS di Jalan Sheikh Zayed di Dubai dan lokasi pasukan AS di Bandara Ahmed Al Jaber di Kuwait menjadi sasaran.”
Dia menambahkan, “Kediaman Marinir AS di pangkalan Al Dhafra di UEA dan pangkalan bergerak AS di Irak menjadi sasaran.”
Kantor berita Tasnim mengutip intelijen Garda Revolusi Iran yang mengatakan, "Amerika ingin menggunakan saudara-saudara Arab kami sebagai perisai manusia, dan kami akan memantau dan menargetkan orang-orang Amerika. Lebih baik bagi saudara-saudara Arab kami untuk tidak menampung orang-orang Amerika di hotel dan menjauh dari tempat mereka."
Garda Revolusi Iran sebelumnya telah memperingatkan pada hari Rabu bahwa mereka akan menargetkan “pusat ekonomi dan bank” yang terkait dengan kepentingan Amerika dan Israel.
Lihat postingan ini di Instagram
Garda Revolusi Iran juga mengumumkan bahwa "pertahanan udara front perlawanan" telah berhasil menembak jatuh sebuah pesawat pengisian bahan bakar, membenarkan kematian 6 awaknya.
"Perlawanan Islam di Irak" menegaskan bahwa mereka menembak jatuh "pesawat KC-135 milik pendudukan Amerika di Irak barat dengan senjata yang sesuai." Reuters mengutip seorang pejabat yang mengatakan bahwa pesawat pengisian bahan bakar AS yang jatuh di Irak barat membawa enam tentara.
Komando Pusat AS telah mengumumkan jatuhnya sebuah pesawat pengisian bahan bakar di Irak barat, dan mengatakan bahwa insiden tersebut bukanlah akibat dari "tembakan musuh atau kawan".
Pengakuan Netanyahu
Sedangkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk pertama kalinya mengakui serangan negaranya bersama Amerika Serikat menggandeng negara-negara regional dalam serangan ke Iran. Serangan ke Iran, menurutnya akan membuka babak baru diplomasi Israel dengan negara sekitar.
“Saat ini, saya dan tim sedang menjalin aliansi tambahan dengan negara-negara di kawasan ini – aliansi yang beberapa minggu lalu tampaknya tidak terbayangkan,” ujarnya dalam keterangan pers semalam, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Pemerintahan pertama Presiden AS Donald Trump menjadi perantara perjanjian normalisasi Abraham Accords antara Israel dan beberapa negara Arab. Telah berulang kali dikatakan oleh Netanyahu dan Trump bahwa mereka berharap dapat memperluas perjanjian tersebut sebagai bagian dari penataan kembali regional yang lebih luas.
Serangan AS ke Iran memang dimungkinkan dengan keberadaan pangkalan militer AS di negara Teluk seperti Uni Emirat Arab, Kuwait, Saudi, Qatar, dan Irak. Pangkalan-pangkalan itu kemudian jadi sasaran serangan balasan Iran.
Netanyahu dalam keterangannya juga memuji hubungannya dengan Trump di tengah kampanye pemboman AS-Israel yang sedang berlangsung di Iran.
"Kami telah menciptakan aliansi yang berbeda dengan Amerika Serikat sebelumnya – aliansi dengan teman baik kami, teman pribadi saya, Presiden Trump. Kami berbicara hampir setiap hari. Kami berbicara dengan bebas, bertukar ide dan saran, dan membuat keputusan bersama," kata Netanyahu dalam konferensi persnya.
Dia mengatakan bahwa dia dan Trump telah berbicara beberapa waktu yang lalu, dan presiden mengatakan kepadanya,
"'Hubungan kami seratus kali lebih kuat daripada hubungan apa pun yang pernah ada antara presiden Amerika dan perdana menteri Israel. Kami tidak hanya memikirkan negara kami, atau hanya tentang generasi ini. Kami memikirkan generasi mendatang – tentang masa depan umat manusia.'”
U.S. Army High Mobility Artillery Rocket Systems (HIMARS) provide unrivaled deep-strike capability in combat against the Iranian regime. pic.twitter.com/Onsp1FUrz4 — U.S. Central Command (CENTCOM) March 9, 2026
CENTCOM mengindikasikan militer Amerika telah menggunakan pangkalan di negara-negara tetangga untuk menempatkan sistem serangan jarak jauh terhadap Iran.
Pengakuan ini muncul ketika CENTCOM membagikan gambar dan komentar yang menyoroti kemampuan sistem canggih seperti HIMARS dan Precision Strike Missiles dalam operasi serangan ke Iran.
WION melansir, Postingan publik tersebut menunjukkan bagaimana pasukan AS menggunakan sistem roket dan rudal serangan terhadap Iran. CENTCOM menggambarkan senjata ini memberikan “kemampuan serangan dalam yang tak tertandingi” dalam serangan tersebut.
Para pejabat Iran mengklaim bukti video yang dirilis oleh Komando Pusat Amerika Serikat menunjukkan sistem roket HIMARS Amerika digunakan dari negara-negara tetangga untuk menyerang sasaran-sasaran Iran.
AS belum mengungkapkan lokasi pasti dari lokasi peluncuran tersebut, sehingga memicu spekulasi bahwa pasukan Amerika mungkin beroperasi dari pangkalan-pangkalan di Teluk dalam jangkauan pantai selatan Iran.
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
