Ekonomi
Kinerja BRI Life Melesat
Pertumbuhan didorong oleh strategi yang lebih terarah.
JAKARTA — PT Asuransi BRI Life menegaskan fokus peningkatan kualitas bisnis sebagai pendorong kinerja berkelanjutan di tengah persaingan industri asuransi jiwa. Perusahaan mencatat pertumbuhan laba 25,4 persen pada 2025 sebagai hasil strategi penetrasi segmen dan penguatan produk.
Arah tersebut diperkuat dalam Rapat Kerja Nasional BRI Life 2026 bertema “Beyond Numbers, Sales Quality for Sustainable Impact” yang digelar di Sentul, Jawa Barat, belum lama ini.
Rakernas yang berlangsung selama dua hari ini menjadi forum konsolidasi untuk menyelaraskan strategi bisnis, memperkuat tata kelola, serta memastikan implementasi program kerja berjalan terintegrasi di seluruh lini organisasi. Seluruh jajaran direksi, komisaris, hingga dewan pengawas syariah hadir dalam agenda tersebut.
Direktur BRI Life Sutadi mengatakan, forum ini menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga pertumbuhan melalui kualitas bisnis, bukan semata angka penjualan. “Melalui forum ini, BRI Life menegaskan komitmennya guna memperkuat kolaborasi internal, concern terhadap peningkatan kualitas bisnis di semua lini, serta memastikan implementasi strategi yang terintegrasi dan berkelanjutan, sesuai dengan visi dan misi perusahaan,” kata Sutadi.
Kinerja perusahaan sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Laba tercatat meningkat dari Rp760,4 miliar pada 2024 menjadi Rp954 miliar pada 2025. Sementara itu, capaian Annualized Premium Equivalent (APE) juga tumbuh menjadi Rp3,32 triliun dari Rp3,28 triliun pada tahun sebelumnya.
Dari sisi permodalan, Risk Based Capital (RBC) BRI Life mencapai 742 persen pada 2025, jauh di atas batas minimum yang ditetapkan regulator. Rasio ini mencerminkan kondisi keuangan perusahaan yang kuat serta kemampuan dalam mengelola risiko bisnis secara terukur.
Sutadi menjelaskan pertumbuhan tersebut didorong oleh strategi yang lebih terarah dalam menjangkau segmen nasabah serta pengembangan produk yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital juga mempercepat proses bisnis sekaligus memperkuat mitigasi risiko. “Pertumbuhan bisnis 2025 ditopang oleh strategi yang tepat dalam melakukan penetrasi pada segmen nasabah, serta produk yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing segmen, disamping pemanfaatan teknologi digital yang mempermudah proses bisnis dan mitigasi risiko,” ujar Sutadi.
Pada 2026, BRI Life akan mengarahkan strategi pada peningkatan kualitas perlindungan asuransi jiwa, pengembangan produk baru, serta penguatan produk eksisting untuk segmen prioritas seperti retail dan mikro. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kualitas portofolio.
Komisaris Utama BRI Life M. Syafri Rozi menekankan pentingnya inovasi dan penguatan kapasitas sumber daya manusia dalam menjaga keberlanjutan kinerja. “Dengan dukungan manajemen serta semangat kinerja seluruh insan BRIlian, BRI Life akan terus melakukan langkah strategis guna mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, melalui inovasi produk, pemutakhiran sistem digitalisasi, serta penguatan skill dan edukasi kepada pekerja dan tenaga penjualan guna meningkatkan hubungan jangka panjang yang berkualitas dengan nasabah,” kata Syafri.
Syafri juga menegaskan kepatuhan terhadap regulasi serta penguatan kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas bisnis. “Selain itu, pentingnya mematuhi standar regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah dan pemangku kepentingan serta meningkatkan kolaborasi dan sinergi dengan perbankan dan sektor lainnya guna mencapai pertumbuhan bisnis yang sustainable,” ujar Syafri.
Selain agenda kinerja, BRI Life menyalurkan bantuan alat produksi kepada dua pelaku usaha mikro, yakni Indo Ethnic Gallery dan Selera Risoles di wilayah Bogor. Program ini menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan untuk memperkuat kapasitas usaha kecil serta mendorong ekonomi lokal.
Sutadi mengatakan, dukungan terhadap UMKM menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas. “Melalui program ini, kami berharap UMKM mitra binaan dapat meningkatkan kapasitas usahanya serta memberikan dampak positif bagi masyarakat di sekitarnya,” kata Sutadi.
Pelaku UMKM Selera Risoles, Bamby, mengaku bantuan tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi usahanya. “Bantuan ini tentunya akan sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi risoles kami di masa mendatang. Terima kasih BRI Life,” kata Bamby.
Kombinasi antara penguatan kinerja bisnis dan kontribusi terhadap ekonomi lokal menunjukkan arah strategi BRI Life yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan jangka pendek, tetapi juga keberlanjutan dalam jangka panjang.
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
