Reaksi kerabat di Rumah Sakit Rafedya di kota Nablus, Tepi Barat, 2 Maret 2026. Dua saudara Palestina syahid dan tiga pria lainnya terluka akibat tembakan pemukim Israel di desa Qaryut, dekat Nablus. | EPA/ALAA BADARNEH

Internasional

Pemukim Israel Ikut Terpicu Serangan ke Iran

Empat warga Palestina dibunuh pemukim Israel di Tepi Barat.

TEPI BARAT – Serangan pemukim Israel meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran. Yang terkini, mereka  menembak dan membunuh tiga warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki selama akhir pekan. 

Warga Palestina keempat syahid setelah menghirup gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Israel dalam salah satu serangan pemukim. Insiden pertama terjadi pada hari Sabtu di daerah Wadi al-Rakhim di Masafer Yatta, selatan Hebron, ketika para pemukim melepaskan tembakan ke arah dua saudara lelaki dari jarak dekat. 

Middle East Eye melaporkan Amir Mohammad Shanaran syahid dalam serangan itu, sementara saudaranya terluka parah, menurut media Palestina. Kedua pria tersebut dilaporkan ditembak di dekat rumah mereka oleh pemukim dari pemukiman terdekat Susiya, yang dibangun di atas tanah Palestina.

Pada Ahad pagi, pemukim menyerang warga Palestina di kota Abu Falah, timur laut Ramallah, menyerang warga dan melepaskan tembakan. Dua pria yang diidentifikasi oleh Kementerian Kesehatan Palestina sebagai Thaer Farouq Hmayel (24 tahun) dan Farea Jawdat Hamayel (57) syahid akibat tembakan.

Penduduk kota lainnya, Mohammad Hassan Marra, juga terbunuh dalam serangan itu setelah menghirup gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Israel. Sumber medis mengatakan dia tiba di sebuah rumah sakit di Ramallah dalam keadaan serangan jantung. 

photo
Reaksi kerabat di Rumah Sakit Rafedya di kota Nablus, Tepi Barat, 2 Maret 2026. Dua saudara Palestina syahid dan tiga pria lainnya terluka akibat tembakan pemukim Israel di desa Qaryut, dekat Nablus. - (EPA/ALAA BADARNEH)

Setidaknya tujuh orang lainnya terluka dalam serangan tersebut, termasuk tiga orang dengan luka tembak di kepala, satu orang mengalami cedera panggul, dan satu lagi terkena tembakan di bahu. 

Wakil Presiden Palestina Hussein al-Sheikh mengutuk serangan itu sebagai “eskalasi besar terorisme pemukim”. “Kami menyerukan komunitas internasional untuk segera melakukan intervensi untuk melindungi warga Palestina yang tidak bersalah dan mengambil tindakan hukuman yang serius,” tulis Sheikh di X. 

Hamas juga berduka atas kematian orang-orang tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka meninggal saat “menghadapi serangan biadab yang dilakukan oleh pemukim”, dan menyerukan kepada warga Palestina untuk “meningkatkan konfrontasi dan bentrokan” terhadap pasukan Israel dan mengusir “serangan pemukim dengan segala cara yang ada”.

Kekerasan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya serangan pemukim yang tercatat sejak AS dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pekan lalu. 

Menurut Hassan Mleihat, direktur Organisasi Hak Asasi Manusia Al-Bidar, serangan telah meningkat sebesar 25 persen sejak perang dimulai, dengan serangan dilaporkan terjadi di beberapa wilayah secara bersamaan. 

Mleihat mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pemukim dan otoritas Israel mengeksploitasi keadaan politik dan keamanan yang diciptakan oleh perang untuk meningkatkan tekanan pada warga Palestina agar terusir dari tanah mereka. 

photo
Kerabat berduka saat pemakaman pemuda Palestina Mohammad Rajeh Nasrallah yang dibunuh oleh pasukan Israel, di kota Hebron, Tepi Barat, pada 28 Januari 2026. - (Mamoun Wazwaz/Xinhua)

Serangan yang dilakukan oleh pemukim Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat sering terjadi, namun serangan tersebut meningkat sejak Oktober 2023, sering kali melibatkan tembakan langsung dan upaya terorganisir untuk menggusur komunitas nomaden Palestina. 

Menurut perkiraan Palestina, lebih dari 40 warga Palestina telah dibunuh oleh pemukim Israel di Tepi Barat sejak Oktober 2023. Tidak ada pemukim yang diadili atas kematian tersebut. 

Diperkirakan 700.000 pemukim tinggal di lebih dari 200 permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang diduduki. Permukiman Israel dianggap ilegal menurut hukum internasional.

Serangan udara Israel juga menewaskan tiga warga Palestina di Kota Gaza pada hari Ahad, kata Mohamed Abu Selmia, kepala Rumah Sakit Al Shifa, insiden paling mematikan di Gaza sejak Israel dan AS melancarkan perang melawan Iran seminggu yang lalu.

Petugas medis mengatakan ketiga pria tersebut berada di dekat Universitas Al-Azhar di bagian barat Kota Gaza, dan termasuk seorang paramedis, Mohammad Hamduna, dan dua orang lainnya bernama Mohammad Abu Shedeq dan Ahmed Lafi.

Serangan tersebut terjadi di dekat tenda-tenda yang ramai di mana pengungsi Palestina di Gaza berlindung, dan melukai beberapa orang lainnya di daerah tersebut, tambah petugas medis. Pasukan Israel telah membunuh beberapa warga Palestina selama seminggu terakhir.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat