Redaktur Pelaksana Harian Republika Subroto menerima anugerah BWI Award 2022 sebagai Mitra Media Wakaf Nasional dari Wakil Menteri Agama (Wamenag) KH Zainut Tauhid Sa’adi di Rakornas BWI se-Indonesia di Jakarta, Rabu (7/12/2022). | Ist

Khazanah

Republika Raih BWI Award 2022

Upaya edukasi wakaf jadi tanggung jawab semua pihak.

JAKARTA -- Badan Wakaf Indonesia (BWI) memberikan anugerah BWI Award 2022 kepada Harian Republika dan Republika Online sebagai Mitra Media Wakaf Nasional. BWI menilai, Republika adalah media massa yang konsisten memberitakan perwakafan dalam upaya meningkatkan literasi wakaf di Indonesia.

Sekretaris BWI Sarmidi Husna mengatakan, BWI memberikan penghargaan kepada media massa yang konsisten dan istiqamah dalam memberitakan perwakafan di Indonesia. Acara penganugerahan BWI Award 2022 dilakukan di tengah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BWI di Jakarta pada 6-8 Desember 2022.

"Termasuk yang paling tinggi (sering) memberitakan perwakafan, media cetak maupun online itu Republika, kami mempunyai data (pemberitaan di) media online dan cetak, Republika layak mendapatkan penghargaan," kata Sarmidi kepada Republika di sela-sela Rakornas BWI di Jakarta, Rabu (7/12).

 
Kami mempunyai data (pemberitaan di) media online dan cetak, Republika layak mendapatkan penghargaan.
SARMIDI HUSNA Sekretaris BWI
 

Ia menyampaikan, media massa merupakan salah satu media untuk sosialisasi wakaf. Dalam hal ini, media massa dan media sosial memiliki pengaruh yang luar biasa.

Selain melalui media massa, sosialisasi wakaf juga bisa dilakukan lewat tokoh masyarakat, media sosial, kalangan pendidikan, dan lain sebagainya. "Semuanya akan kita minta dan kerja sama untuk melakukan sosialisasi wakaf, agar literasi wakaf semakin meningkat," ujar Sarmidi.

Ia berharap pemberitaan mengenai wakaf semakin meningkat, supaya masyarakat semakin banyak yang tahu dan kenal wakaf. Jika sudah banyak masyarakat yang mengenal wakaf, diharapkan mereka bisa menyadari keutaman wakaf dan mau berwakaf.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by #JalanKemuliaan (@badanwakafindonesia)

Sementara itu, Wakil Pemimpin Redaksi Republika, Nur Hasan Murtiaji, mengatakan, penghargaan untuk Republika ini merupakan bentuk apresiasi bahwa upaya mengedukasi masyarakat mengenai wakaf menjadi tanggung jawab semua pihak. Republika menjadi salah satu elemen dalam meliterasi publik.

Hasan menegaskan, Republika berkomitmen menjadi bagian dari ekosistem wakaf, mengingat pentingnya peran wakaf dalam menyejahterakan masyarakat. "Kami mengucapkan terima kasih atas penghargaan ini, bahwa penting untuk terus meliterasi soal wakaf. Republika akan konsisten agar masyarakat makin melek terhadap hal ini (wakaf)," ujar Hasan.

Terkait rakornas, Ketua Pelaksana BWI Prof Mohammad Nuh menyampaikan, kegiatan yang digelar pada 6-8 Desember 2022 di Hotel Grand Melia, Jakarta, itu salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi nazir.

Mengusung tema "Percepatan Ekosistem Perwakafan: Profesionalisasi Nazir", Rakornas BWI diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai instansi yang concern terhadap perkembangan wakaf di Indonesia seperti Kementerian Agama, Kemenko PMK, Kementerian ATR/BPN, dan Kementerian Keuangan. Hadir pula perwakilan BWI tingkat provinsi seluruh Indonesia dan stakeholder perwakafan lainnya.

"Badan Wakaf Indonesia telah melakukan pembinaan nazir agar menjadi profesional sehingga dapat menghimpun, menjaga, mengelola, menyalurkan, dan membuat pelaporan kegiatan wakafnya dengan prinsip tata kelola yang baik dengan melakukan sertifikasi nazir," ujar Nuh.

Nuh mengungkapkan, sampai dengan Oktober 2022, jumlah nazir wakaf uang yang terdaftar di BWI sebanyak 333. Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BWI sudah menyelenggarakan sertifikasi sebanyak 21 batch atau 21 kali. Total jumlah asesi yang sudah mengikuti sertifikasi dinyatakan kompeten sampai November 2022 sebanyak 1.557 asesi.

 
Beragam persoalan terkait sertifikasi tanah wakaf akan dibahas intensif, dengan tujuan melindungi dan mendayagunakan aset wakaf secara optimal.
MUHAMMAD NUH Ketua Pelaksana BWI
 

Dalam Rakornas BWI juga dibahas tentang penggunaan Indeks Wakaf Nasional (IWN) sebagai tolok ukur kinerja perwakafan nasional pada masing-masing provinsi. Dengan diterapkannya IWN tersebut diharapkan kinerja perwakafan dapat terukur secara periodik, transparan, fair, dan akuntabel.

"Selain itu, beragam persoalan terkait sertifikasi tanah wakaf juga akan dibahas secara intensif, dengan tujuan melindungi dan mendayagunakan aset-aset wakaf secara optimal," kata Nuh.

Nuh berharap wakaf mampu memberikan kontribusi besar terhadap akselerasi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan perekonomian nasional dengan disertai peningkatan aset wakaf dan penyalurannya. BWI juga menyampaikan, Indonesia saat ini telah memasuki era baru perwakafan nasional. Salah satunya ditandai oleh semakin banyaknya lembaga dan elemen masyarakat yang terlibat dan berpartisipasi aktif dalam pengembangan perwakafan nasional. 

Tip untuk Ojek Online

Ojek online juga harus tetap profesional melakukan tugasnya melayani semua penumpang.

SELENGKAPNYA

Samurai Biru Pulang dengan Kepala Tegak

Tidak semua tim hebat bisa membendung raksasa sekaliber Spanyol dan Jerman.

SELENGKAPNYA

Tarian Kemenangan Samba

Brasil membekuk Korsel 4-1 untuk melangkah ke perempat final menghadapi Kroasia.

SELENGKAPNYA