Pipa PDAM (Ilustrasi) | ANTARA FOTO / Irwansyah Putra

Jawa Timur

Kenaikan Tarif PDAM Diklasifikasi

Kenaikan tarif baru air PDAM harus diiringi peningkatan kualitas air dan pelayanan.

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya bakal melakukan penyesuaian tarif penggunaan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada. Direktur Utama PDAM Surya Sembada, Arief Wisnu Cahyono mengatakan, penyesuaian tarif air PDAM dilakukan berdasarkan klasifikasi dan tidak akan memberatkan warga miskin di Surabaya.

"Ini (klasifikasi) yang nantinya disesuaikan dengan SK Gubernur (Jatim)" kata Arief, Senin (28/11). Dijelaskan, klasifikasi pertama adalah untuk warga yang memiliki rumah dengan luas bangunan 45 meter persegi, dengan lebar jalan kurang dari 3 meter dan menggunakan daya listrik 900 watt.

Jika penggunaan air 0-10 meter, kubik yang dulunya dikenakan biaya Rp 350 per meter kubik, pada saat ini digratiskan. Begitupun jika penggunaan air mulai dari 11-20 meter kubik, yang dulunya dikenakan biaya Rp 600 per meter kubik, sekarang menjadi gratis.

Sementara itu untuk penggunaan air mulai dari 21-30 meter kubik dengan luas bangunan sama, yang dulunya membayar biaya Rp 900 kini menjadi hanya Rp 600 per meter kubik.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PDAM Surya Sembada (@pdamsuryasembada)

Klasifikasi berikutnya adalah kelompok rumah yang jalan depan rumahnya selebar 3-5 meter dengan luas bangunan rumah 36-45, tetapi luas tanah kurang dari 120 meter persegi. Jika penggunaan air mulai dari 0-10 per meter kubik, yang dulunya dikenai tarif Rp 500 per meter kubik, sekarang menjadi gratis.

Masih dengan ukuran luas bangunan yang sama, penggunaan air 11-20 meter kubik yang dulunya dikenakan biaya Rp 1.200 kini turun menjadi Rp 900 per meter kubik. "Berikutnya, penggunaan air di atas 20 meter kubik yang dulunya dikenakan biaya Rp 1.900, kini menjadi Rp 1.200 per meter kubik," kata dia.

Di luar kelompok yang disubsidi tersebut, lanjut Arief, tarif berada di harga Rp 2.600 per meter kubik untuk harga terendahnya. Khusus untuk bangunan komersial seperti bandara dan pelabuhan, tarifnya mencapai Rp 10 ribu per meter kubik.

photo
Pekerja merangkai pipa untuk mengalirkan air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), di Banda Aceh, Aceh, Sabtu (24/10/2020). Pemerintah telah menetapkan target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 dengan capaian akses air minum layak sebesar 75 persen dengan akses air minum perpipaan sebesar 30 persen. - (IRWANSYAH PUTRA/ANTARA FOTO)

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meminta, klasifikasi dalam penyesuaian tarif penggunaan air PDAM disesuaikan dengan daya listrik, lebar jalan, dan luas bangunan rumah dari masing-masing pengguna. Penyesuaian tarif dilakukan berdasarkan Permendagri Nomor 21 Tahun 2020 tentang Perhitungan dan Penetapan Tarif Air Minum.

 
Jadi jangan sampai, orang tidak mampu mensubsidi warga yang mampu.
ERI CAHYADI Wali Kota Surabaya
 

 

Serta, SK Gubernur Jatim nomor 188/775/KPTS/013/2021 tentang Pedoman Batas Atas dan Tarif Batas Bawah Air Minum Bagi BUMD Kabupaten/ Kota se-Jatim tahun 2022. "Jadi jangan sampai, orang tidak mampu mensubsidi warga yang mampu. Ketika ada orang mampu, membayar sesuai dengan kemampuannya. Berbeda dengan orang tidak mampu, maka kita subsidi," kata Eri.

Sementara itu, sejumlah warga Kota Surabaya menyatakan sepakat dengan rencana penyesuaian atau kenaikan tarif baru air PDAM diiringi dengan peningkatan kualitas air dan pelayanan.

"Saya bisa memahami apa yang disampaikan untuk penyesuaian tarif, walaupun itu memang keputusan Permendagri (Peraturan Menteri Dalam Negeri). Tapi juga nanti bisa disampaikan perubahan-perubahannya (tarif air), (misal) 0-10 (meter kubik) itu berapa dan sebagainya," kata Indira, warga Darmo Indah, Surabaya.

Indira sepakat dengan rencana penyesuaian tarif air PDAM Surya Sembada yang diiringi peningkatan kualitas. Namun begitu, ia juga berharap penyesuaian tarif baru tersebut dapat disampaikan secara transparan kepada publik.

Selain Indira, ada pula Wigiono, warga Perumahan Pondok Nirwana MERR (Middle East Ring Road) Surabaya. Dia mengaku tidak keberatan dan mendukung terhadap rencana penyesuaian tarif air PDAM dengan diiringi peningkatan kualitas dan pelayanan.

Ulama Perempuan Harus Dijadikan Mitra Strategis Negara

Ulama perempuan merupakan mitra strategis negara dalam perumusan kebijakan.

SELENGKAPNYA

Pemkab Bekasi Diminta Optimalkan Pembangunan Infrastruktur

Salah satu fokus program infrastruktur adalah pembangunan Jalan Inspeksi Kalimalang.

SELENGKAPNYA

Menikmati Pesta Rakyat di Alun-Alun Tangerang

Festival tersebut juga menjadi ajang tujuan wisata wargA

SELENGKAPNYA