Ahmad Satori Ismail, Ketua Ikatan Dai Indonesia | republika/ yogi ardhi

Hiwar

Empat Kunci Rukun Bertetangga

Semua ajaran Islam itu bagaimana menjadi satu rahmat bagi seluruh alam.

Islam mengatur segala aspek kehidupan manusia, mulai dari yang besar hingga lingkup yang terkecil. Memuliakan tetangga juga menjadi penekanan agama. Hidup bersosialisasi sejatinya adalah ruh manusia sebagai makhluk sosial.

Bagaimana harusnya umat Islam memperlakukan tetangga? Bagaimana pula menumbuhkan empati agar senantiasa setiap individu dapat bertegur-sapa dan memperhatikan sekitar? Untuk mengetahui lebih jauh tentang hal itu, Republika mewawancarai Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof KH Ahmad Satori Ismail, Rabu (16/11).

photo
Dialog Jumat Peduli Tetangga - (Republika/Thoudy Badai)

Bagaimana ajaran Islam dalam hidup bertetangga?

Jadi, semua ajaran Islam itu bagaimana menjadi satu rahmat bagi seluruh alam. Maka, di antara ajaran Islam itu adalah “Man kana yu’minu billahi wal yaumil akhir fayukrim jaarahu (barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia memuliakan tetangganya).”

Sehingga, salah satu kesempurnaan iman adalah hendaknya seorang Muslim memuliakan tetangga. Bahkan, hadis lain banyak (yang menyinggung tentang memuliakan tetangga), “Seseorang yang tidak peduli dengan tetangganya dan di malam hari dia dalam keadaan kenyang sementara tetangganya kelaparan dan yang kenyang itu membiarkan pada yang lapar, maka itu dianggap tidak beriman.” Maksudnya dianggap tidak beriman secara sempurna.

Kemudian juga bahwa seorang Muslim dia menyakiti tetangganya, menyakiti, itu juga termasuk kurang beriman. Dalam artian (imannya) tidak sempurna. Contohnya masih banyak lagi hadis-hadis yang memerintahkan memuliakan tetangga. Ini membuktikan bahwa ajaran Islam itu sangat menekankan untuk memuliakan tetangga.

Mengapa masih ada Muslim yang tidak peduli dengan tetangganya?

Mungkin yang pertama, ini (disebabkan) kurangnya iman tersebut. Kedua, tanda bukti kurang kepedulian. Dan ketiga, tanda bukti kurang memperhatikan ajaran agama. Kalau setiap Muslim memperhatikan tiga aspek ini, dia tidak akan abai terhadap tetangganya.

Mengapa? Ya karena Islam mengajarkan—menekankan—kepada umatnya untuk senantiasa peduli terhadap sekitar. Kalau ada tetangga kita yang kelaparan, orang Islam dilarang abai, harus membantu.

Bagaimana cara agar menumbuhkan empati di dalam diri?

Manusia yang sangat individualistis, para dai lebih banyak ceramah daripada memperhatikan kondisi lingkungannya. Sebab, seharusnya seorang Muslim itu ketika berada di suatu tempat, dia harus lihat lingkungannya, tetangganya itu siapa saja. Adakah lansia renta yang tak punya keluarga dan lainnya. Jadi, lemahnya kita karena tidak tumbuh kepedulian terhadap orang lain.

Jadi, sikap individualistis ini sudah sangat menyebar di kalangan umat Islam. Maka, kita harus bermuhasabah. Bicara dengan hati nurani kita, ke manakah iman kita? Mengapa kita bersikap masa bodo dan individualis?

Apakah memperhatikan tetangga hanya perihal materi saja?

Memperhatikan dan memuliakan tetangga dalam Islam itu tidak hanya seputar apakah dia kelaparan atau tidak. Lebih dari itu, kita harus tahu apakah tetangga kita bisa shalat padahal Muslim, apakah tetangga kita bisa mengaji padahal mereka Muslim. Bagaimana ekonomi tetangga kita, apakah anaknya sekolah atau tidak.

Sehingga, apabila kesadaran terhadap ajaran agama tentang bertetangga ini tumbuh, tiada lagi sikap-sikap individualistis yang makin menjamur di masyarakat. Dengan begitu diharapkan, timbul kehidupan yang rukun dan harmonis antara tetangga satu dengan tetangga lainnya. Menekan kriminalitas dan juga menumbuhkan rasa kepedulian satu sama lain. Sehingga bisa saling menjaga.

Indonesia Ajak APEC Perbaiki Rantai Pasok

Jokowi mendorong APEC mendukung industri kreatif, termasuk pariwisata.

SELENGKAPNYA

Mentalitas Aspal

Dari orang-orang inilah, akhirnya muncul berbagai bencana aspal di dalam negeri.

SELENGKAPNYA

Korut Tembakkan ICBM

Wapres AS menggelar pertemuan darurat dengan pemimpin Korsel, Jepang, Australia, Selandia Baru, dan Kanada.

SELENGKAPNYA