Peluncuran rudal oleh Korea Selatan ditampilkan di layar televisi di Seoul, Korea Selatan, Selasa (4/10/2022). | AP/Lee Jin-man

Internasional

Korut Tembakkan ICBM

Wapres AS menggelar pertemuan darurat dengan pemimpin Korsel, Jepang, Australia, Selandia Baru, dan Kanada.

SEOUL -- Korea Utara (Korut) meluncurkan rudal balistik antarbenua atau Intercontinental Ballistic Missile (ICBM), Jumat (18/11). Ini merupakan uji coba ICBM kedua selama November, yang menunjukkan potensinya untuk meluncurkan serangan nuklir yang bisa menjangkau Amerika Serikat (AS) daratan. Rudal kali ini jatuh sekitar 200 kilometer dari perbatasan laut Jepang.

Wakil Presiden AS Kamala Harris langsung menggelar pertemuan darurat di sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) di Thailand yang diikutinya. Ia menyatakan komitmennya untuk melindungi wilayah AS serta sekutu mereka, Korsel dan Jepang. Harris bertemu para pemimpin Korea Selatan (Korsel), Jepang, Australia, Selandia Baru, dan Kanada.

"Sekali lagi kami menyerukan kepada Korut agar menghentikan tindakan tidak sesuai norma yang mengguncang stabilitas. Atas nama AS, saya kembali menegaskan komitmen kokoh kami kepada aliansi Indo-Pasifik," ujar Wakil Presiden AS Kamala Harris, yang berjanji akan melindungi wilayah AS dan para sekutunya, yaitu Korea Selatan (Korsel) dan Jepang. 

"Bersama negara-negara yang hadir di sini akan terus mendorong Korut untuk berkomitmen pada diplomasi sungguh-sungguh dan berkelangsungan," katanya.

photo
Kantor berita North Korean Central News Agency (KCNA) menunjukkan peluncuran rudal sebagai respon atas latihan bersama AS-Korea Selatan pada 7 November 2022. - (EPA-EFE/KCNA )

Peluncuran yang dilaporkan Pemerintah Korsel dan Jepang ini dilakukan satu hari setelah Korut menembakkan rudal yang lebih kecil. Sebagai peringatan "respons militer yang keras" atas langkah AS meningkatkan kehadirannya di kawasan. Militer Korsel menyebutkan, peluncuran berasal dari Pyongyang, Korut, sekitar pukul 10.15 waktu setempat.

Peluncuran terbaru menambah jumlah tembakan rudal Korut tahun ini yang sudah tembus rekor. Tahun ini Pyongyang juga menguji ICBM untuk pertama kalinya sejak 2017. Korut mengakhiri moratorium peluncuran rudal jarak jauhnya ketika perundingan denuklirisasi mengalami kebuntuan. 

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida mengatakan, belum ada laporan kerusakan. Tapi peluncuran berulang Korut tidak bisa ditoleransi.

Menurut Menteri Pertahanan Jepang Yasukazu Hamada, rudal itu dapat terbang sejauh 15 ribu kilometer. Sementara Kepala Sekretaris Kabinet Hirokazu Matsuno mengatakan, rudal tersebut terbang hingga ketinggian sekitar 6.000 kilometer, dengan jangkauan 1.000 kilometer sebelum mendarat sekitar 200 kilometer dari Pulau Oshima-Oshima di Hokkaido.

photo
Kantor berita North Korean Central News Agency (KCNA) menunjukkan peluncuran rudal sebagai respon atas latihan bersama AS-Korea Selatan pada 7 November 2022. - (EPA-EFE/KCNA )

Pangkalan Militer Misawa yang menjadi pangkalan pasukan AS dan Jepang sempat mengeluarkan perintah untuk mencari perlindungan. Perintah itu terlihat dalam unggahan pangkalan tersebut di Facebook.

Presiden Korsel Yoon Suk-yeol mengecam peluncuran tersebut dan mendesak agar kesiagaan pertahanan dan kerja sama keamanan dengan AS dan Jepang diperkuat. Militer Korsel memproyeksikan ketinggian rudal itu mencapai 6.100 kilometer dan terbang sejauh 1.000 kilometer. Rudal ini dapat mencapai kecepatan maksimal 22 mach.

Korut kerap menggelar uji coba dengan menggunakan lintasan "tinggi" di angkasa. Namun, jaraknya lebih pendek dibandingkan lintasan normal.

photo
Peluncuran rudal oleh Korea Selatan ditampilkan di layar televisi di Seoul, Korea Selatan, Rabu (2/11/2022). - (AP Photo/Ahn Young-joon)

Resolusi Dewan Keamanan PBB melarang Korut menggelar uji coba rudal balistik. PBB telah menerapkan sanksi ke negara itu atas program nuklir dan rudalnya.

"Pyongyang mencoba mengganggu kerja sama internasional yang menentangnya, dengan meningkatkan ketegangan militer dan mengindikasi mereka memiliki kemampuan membawa kota-kota Amerika ke risiko serangan nuklir," kata profesor pada Ewha University di Seoul, Leif-Eric Easley, Jumat (18/11).

ICBM merupakan senjata dengan jangkauan paling jauh Korut dan dirancang untuk membawa hulu ledak nuklir, sejauh ke lokasi mana pun di benua Amerika Serikat.

Pada 24 Maret lalu, Korut menggelar uji coba ICBM terbesarnya yang terbang selama 67,5 menit. Media pemerintah Korut melaporkan rudal itu terbang hingga ketinggian 6.248.5 kilometer. 

Polda Jabar Tingkatkan Patroli Cegah Kasus Pembegalan Warga

Polisi akan melakukan penindakan yang sangat tegas terhadap pelaku curas atau pembegalan.

SELENGKAPNYA

Abdullah bin Rawahah Menolak Suap dari Wajib Pajak

Suap termasuk dalam kategori memakan harta orang lain dengan cara batil.

SELENGKAPNYA

Kala Ibnu Sina Menjawab Fenomena Penyakit Epilepsi

Para dokter Muslim membangun penelitian medis yang lebih maju untuk mengurai hal ihwal epilepsi.

SELENGKAPNYA