Perempuan Palestina menaiki bus selepas menyeberang dari Bethlehem ke Yerusalem, Jumat (8/4/2022). | AP/Maya Alleruzzo

Internasional

13 May 2022, 03:45 WIB

Israel Bangun Jalan Khusus Pemukim Yahudi di Bethlehem

Israel menyetujui pembongkaran rumah warga Palestina di 12 desa di Masafer Yatta.

YERUSALEM -- Pasukan Israel membangun jalan baru di sebuah desa Palestina di dekat Kota Bethlehem, Tepi Barat. Jalan ini dibangun khusus untuk pemukim Yahudi.

Kantor berita Wafa Kamis (12/5) melaporkan, jalan tersebut bersebelahan dengan permukiman ilegal Israel di Tzur Hadassah yang melewati desa Palestina, yaitu Desa Wadi Fukin di sebelah barat Betlehem. Kepala Dewan Desa Wadi Fukin, Ibrahim Al-Horoub, mengatakan, jalan baru itu dibangun sepanjang 300 meter dan kawat berduri ditempatkan di kedua sisinya untuk mencegah agar tidak dimasuki oleh orang Palestina.

Kota, desa, dan lingkungan di Betlehem telah menjadi sasaran peningkatan perebutan tanah oleh Israel demi perluasan permukiman Yahudi. Pembangunan permukiman di tanah pendudukan Tepi Barat tidak sah atau ilegal menurut hukum internasional.

Pembangunan jalan terjadi setelah Kementerian Pertahanan Israel menyetujui pembangunan sekitar 4.000 unit permukiman khusus Yahudi di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Kantor berita Reuters pada 2020 melaporkan, Israel memang membangun jalan tol yang disebut The American Road. Jalan itu akan menghubungkan permukiman Yahudi di Tepi Barat yang berada di wilayah utara dan selatan Yerusalem.

photo
Petuga keamanan Israel mengamankan pos pemeriksaan di perbatasan Bethlehem-Yerusalem, Jumat (8/4/2022). - (AP/Maya Alleruzzo)

Bagian tengah dan selatan sudah dibangun. Tender untuk bagian utara kemudian bertambah. Secara total, kata Reuters, proyek itu akan melintas di lingkar luar Yerusalem Timur.

Israel mencaplok Yerusalem Timur, Tepi Barat, dan Gaza dalam Perang 1967. Langkah ini tidak mendapat pengakuan dunia internasional. Berdasarkan konsensus internasional, Palestina akan mendirikan negara meliputi wilayah Tepi Barat serta Jalur Gaza dan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

Bongkar rumah di 12 desa

Pihak berwenang Israel juga menyetujui pembongkaran rumah warga Palestina di 12 desa, di Masafer Yatta. Pelapor Khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia di Wilayah Pendudukan Palestina, Michael Lynk, mengatakan, kendali Israel atas Tepi Barat dan Jalur Gaza sama dengan praktik apartheid.

"Dengan mata masyarakat internasional yang terbuka lebar, Israel telah memaksakan realitas apartheid terhadap Palestina, di dunia pasca-apartheid," kata Lynk dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada Maret, dilansir Middle East Monitor, Kamis.

Dalam laporan tersebut, Lynk mengatakan, wilayah Palestina telah diduduki Israel sejak 1967. Sekarang ada lima juta warga Palestina tanpa kewarganegaraan yang sah, hidup tanpa hak, dalam keadaan penaklukan yang akut, dan tanpa jalan menuju penentuan nasib sendiri atau negara merdeka yang telah berulang kali dijanjikan oleh masyarakat internasional. 

"Perbedaan dalam kondisi hidup dan hak serta tunjangan kewarganegaraan sangat mencolok, sangat diskriminatif, dan dipertahankan melalui penindasan yang sistematis dan terlembagakan," kata laporan itu. 

Sumber : Reuters


Di Ambang 'Paceklik' Global

Hampir 200 juta orang menghadapi kerawanan pangan akut pada 2021, hampir dua kali lipat angka tahun 2016.

SELENGKAPNYA

Bagaimana Adab dalam Hubungan LDR Pasangan Suami-Istri?

Terdapat adab dan penyikapan dalam hubungan LDR pasangan yang berkeluarga.

SELENGKAPNYA

Taqabbalallahu Minna Waminkum

Ungkapan taqabbalallahu minna wa minkum dianjurkan disampaikan ke sesama Muslim usai Ramadhan.

SELENGKAPNYA
×