Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

12 May 2022, 06:35 WIB

Taqabbalallahu Minna Waminkum

Ungkapan taqabbalallahu minna wa minkum dianjurkan disampaikan ke sesama Muslim usai Ramadhan.

OLEH NAUFAL MAHFUDZ

 

Ramadhan baru saja berlalu. Hari kemenangan masih dirayakan oleh umat Islam sedunia. Ungkapan taqabbalallahu minna wa minkum masih terdengar saling diucapkan oleh Muslimin dan Muslimat saat bersilaturahim saling maaf-memaafkan.

Ucapan ini tidak hanya lazim dilafalkan saat Hari Idul Fitri, tetapi juga ketika Hari Idul Adha. Imam Al Baihaqi meriwayatkan dan berkata: “Pada dua hari raya (Fitri dan Adha) kami mengucapkan taqabbalallahu minna wa minka ya amirul mukmininin kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz, lalu ia menjawabnya sebagaimana kalimat yang kami ucapkan itu kepadanya.”

Kalimat permohonan doa taqabbalallahu minna wa minkum yang berarti “Semoga Allah menerima (puasa dan amal) dari kami dan (puasa dan amal) dari kalian” dianjurkan untuk disampaikan kepada sesama Muslim yang telah melalui penempaan selama satu bulan pada Ramadhan.

Sangat sayang jika amalan-amalan kebaikan yang berkualitas dan sangat banyak dari sisi kuantitas selama bulan suci Ramadhan tidak diterima oleh Allah SWT.

Kerendahan hati seorang Muslim adalah ketika tetap bermohon kepada Allah SWT agar ibadah puasa dan ibadah-ibadah lainnya selama satu bulan pada Ramadhan diterima oleh Allah SWT, bukan kejemawaan bahwa pasti amalan-amalannya diterima oleh Allah SWT karena Allah SWT Maha Berkehendak atas seluruh perbuatan hamba-hamba-Nya.

Sejatinya permohonan seorang hamba agar senantiasa diterima segala amalan baiknya di hadapan Allah SWT tidak hanya saat merayakan Hari Idul Fitri dan Hari Idul Adha. Rasulullah SAW mengajarkan sekaligus mencontohkan sebuah doa yang setiap pagi beliau panjatkan setelah shalat Subuh.

Doa yang termaktub dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah adalah sebagai berikut: Allahumma inni as aluka ‘ilman naafi’a, wa rizqan thayyibaa, wa ‘amalan mutaqabbalaa. (Ya Allah, sungguh aku mohon kepada-Mu, ilmu yang bermanfaat, rezeki yang baik, dan amalan yang diterima).

Ada tiga manfaat dari permohonan doa di atas. Pertama, mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Setiap Muslim laki-laki dan perempuan diwajibkan untuk menuntut ilmu. Allah SWT meninggikan derajat kepada orang-orang yang berilmu serta ilmu yang dipelajari dan senantiasa dipanjatkan adalah ilmu yang bermanfaat.

Kedua, mendapatkan rezeki yang baik. Hamba yang memanjatkan doa ini akan dibukakan pintu rezeki yang seluas-luasnya dan akan mendapatkan rezeki yang baik, berkah, dan jauh dari kemudharatan.

Ketiga, diterimanya amalan baik di hadapan Allah SWT. Amalan baik yang berkualitas dan sangat banyak kuantitasnya tentu tidak berarti sama sekali jika tidak diterima oleh Allah SWT. Dengan mengamalkan doa yang diajarkan dan dicontohkan oleh Rasulullah SAW ini menjadi ikhtiar seorang hamba agar perbuatan-perbutan baiknya diterima oleh Allah SWT.

Para nabi dan rasul telah mencontohkan kepada kita untuk senantiasa memohon kepada Allah SWT agar setiap amal perbuatan baik sedikit maupun banyak dapat diterima di hadapan Allah SWT.

Taqabbalallahu minna wa minkum, wa taqabbal ya karim. Semoga amal ibadah kita semua diterima oleh Allah SWT yang Mahamulia.


‘Israel Bunuh Jurnalis untuk Bungkam Kebenaran’

Tidak ada konfrontasi antara pejuang Palestina dan tentara Israel sebagaimana yang diklaim pihak Israel.

SELENGKAPNYA

Layanan Jamaah Haji di Saudi Difinalisasi

Kunci untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian pada jamaah haji adalah edukasi.

SELENGKAPNYA

Sri Lanka Kerahkan Militer Redam Kerusuhan

Sri Lanka mengerahkan personel dan kendaraan militer ke jalan-jalan.

SELENGKAPNYA
×