Warga membawa jeriken antre untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kota Kupang, NTT, Selasa (5/4/2022). | ANTARA FOTO/Kornelis Kaha/rwa.

Opini

Mempertahankan Daya Beli

Penurunan daya beli ini patut diwaspadai karena tak hanya menurunkan kesejahteraan penduduk, tapi juga berdampak pada perekonomian secara umum.

TASMILAH, Statistisi pada BPS Kota Malang

Ramadhan kali ini, masyarakat dihadapkan pada kenaikan berbagai barang kebutuhan. Kenaikan harga pangan dan energi ditambah kenaikan tarif PPN dari 10 persen menjadi 11 persen secara tidak langsung menurunkan daya beli masyarakat.

Terlebih ketika perekonomian belum sepenuhnya pulih dan penghasilan/pendapatan penduduk belum seluruhnya seperti sebelum pandemi.

Penurunan daya beli ini patut diwaspadai karena tak hanya menurunkan kesejahteraan penduduk, tapi juga berdampak pada perekonomian secara umum.

Daya beli merupakan kemampuan masyarakat dalam membelanjakan barang dan jasa. Dengan adanya kenaikan harga barang, lebih sedikit barang/jasa yang bisa dibelanjakan dengan uang nominal yang sama.

 

 
Penurunan daya beli ini patut diwaspadai karena tak hanya menurunkan kesejahteraan penduduk, tapi juga berdampak pada perekonomian secara umum.
 
 

Bagi kelompok ekonomi bawah yang hidup tanpa cadangan dana/tabungan, kenaikan harga barang ataupun jasa mengurangi konsumsinya sehingga kesejahteraan juga menurun.

 

Terlebih lagi, sebagian besar penduduk Indonesia bekerja sebagai tenaga kerja informal (59,45 persen), yang didefinisikan oleh ILO salah satunya sebagai tenaga kerja dengan perlindungan/jaminan kerja rendah.

Karena itu, bantuan perlindungan sosial diperlukan sebagai kompensasi atas kenaikan harga barang agar kesejahteraan tidak menurun.

Hasil survei konsumen Bank Indonesia menunjukkan, keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi pada Maret 2022 turun meski masih dalam kategori optimistis. Ini tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen yang turun dari 113,1 pada Februari 2022 menjadi 111,0 pada Maret 2022.

Demikian pula, Indeks Kondisi Ekonomi saat ini dan Indeks Ekspektasi Kondisi Ekonomi, turun. Ini karena penurunan indeks keyakinan pada komponen penyusunnya, yaitu pada penghasilan, ketersediaan lapangan kerja, dan pembelian barang tahan lama.

 

 
Survei tersebut juga menunjukkan, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi meningkat pada Maret.
 
 

 

Survei tersebut juga menunjukkan, rata-rata proporsi pendapatan konsumen untuk konsumsi meningkat pada Maret. Namun, pada kelompok pengeluaran paling bawah (Rp 1 juta- Rp 2 juta) justru mengalami penurunan rasio konsumsi terhadap pendapatan.

Kesenjangan pengeluaran ini berpotensi meningkatkan ketimpangan antarpenduduk yang diukur dengan rasio gini. Sebagaimana diketahui, pandemi yang terjadi sejak 2020 telah memperlebar ketimpangan pengeluaran.

Pada September 2021, rasio gini sebesar 0,381 atau telah menurun sebagaimana sebelum pandemi. Tentu, semua berharap kenaikan harga berbagai barang saat ini dan yang direncanakan kemudian, tak akan kembali memperlebar ketimpangan pengeluaran penduduk.

Bagi perekonomian Indonesia yang 54,42 persen ditopang  konsumsi rumah tangga, penurunan daya beli masyarakat akan menurunkan konsumsi penduduk dan berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Padahal, pemulihan ekonomi melalui peningkatan permintaan barang/jasa diperlukan untuk penciptaan lapangan kerja baru bagi 9,10 juta penganggur di Indonesia.

 

 
Bagi perekonomian Indonesia yang 54,42 persen ditopang  konsumsi rumah tangga, penurunan daya beli masyarakat akan menurunkan konsumsi penduduk dan berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi.
 
 

Momen Ramadhan dan Idul Fitri dinantikan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, terutama triwulan dua. Peningkatan permintaan barang dan jasa selama Ramadhan dan Idul Fitri mendorong peningkatan produksi sehingga perekonomian tumbuh lebih cepat.

 

Namun, jika daya beli tertekan permintaan barang dan jasa lesu berakibat perlambatan pertumbuhan ekonomi. Dampak besar akibat penurunan daya beli oleh pemerintah direspons dengan penebalan perlindungan sosial, terutama bagi penduduk rentan secara ekonomi.

Bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng, bantuan subsidi upah bagi pekerja, hingga bantuan presiden untuk pelaku usaha mikro merupakan bantuan sosial yang akan disalurkan oleh pemerintah dalam rangka menjaga daya beli penduduk.

Contoh, BLT minyak goreng Rp 100 ribu per bulan, apakah mampu mengompensasi kenaikan harga minyak goreng dan barang-barang kebutuhan lainnya? Menilik, konsumsi minyak goreng di Indonesia pada 2021 sebanyak 12,25 liter per kapita per tahun.

Belum lagi konsumsi bahan makanan lainnya yang saat ini tengah mengalami kenaikan harga. BLT ini bukan bertujuan menurunkan harga minyak goreng. BLT ini diharapkan membantu penduduk agar mampu membeli minyak goreng di tengah harga yang tinggi.

 
Apabila pangkal dari kenaikan harga minyak goreng ini belum bisa dikendalikan, pemerintah masih mesti bersiap memberikan bantuan sosial agar penduduk tetap dapat mengonsumsi minyak goreng.
 
 

Apabila pangkal dari kenaikan harga minyak goreng ini belum bisa dikendalikan, pemerintah masih mesti bersiap memberikan bantuan sosial agar penduduk tetap dapat mengonsumsi minyak goreng.

Akan menjadi persoalan jika harga minyak goreng mencapai titik kestabilannya pada harga tinggi dalam jangka waktu lama. Karena itu, di tengah daya beli penduduk yang tertekan, wacana pemerintah menaikkan harga Pertalite dan gas 3 kg perlu ditahan dulu.

Pertalite dan gas 3 kg tidak hanya dikonsumsi masyarakat miskin, tetapi juga kelompok menengah yang rentan secara ekonomi. Menurut Bank Dunia, hampir setengah dari seluruh penduduk Indonesia masih golongan calon kelas menengah.

Mereka telah berhasil keluar dari golongan miskin dan rentan miskin, tetapi belum mencapai golongan berpenghasilan menengah. Kenaikan harga berdampak pada harga barang dan jasa lainnya, seperti angkutan umum dan penyediaan makan minum.

Karena itu, pemerintah perlu bijak dalam menaikkan harga barang agar tidak berdampak besar pada kesejahteraan penduduk. 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

DPR Terima Aspirasi Demonstrasi Mahasiswa

DPR memastikan tidak akan ada penundaan pemilu.

SELENGKAPNYA

Antisipasi Kebutuhan BBM untuk Mudik

Antisipasi diperlukan karena krisis solar subsidi di sejumlah daerah dan antrean Pertalite.

SELENGKAPNYA

Persiapan Kesehatan Haji

Panduan umumnya, kita memprioritaskan berjalannya rukun dan wajib haji.

SELENGKAPNYA