Seorang warga menunjukkan salah satu konten di website Dishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya yang menampilkan promosi judi online, Rabu (13/9/2023). | Republika/Bayu Adji P

Gaya Hidup

Membantu Anak yang Terjerat Jahatnya Judi Online

Terdapat sejumlah tanda apabila anak mungkin memiliki hubungan yang merugikan dengan perjudian online.

Meningkatnya penggunaan teknologi membuat permainan judi online lebih mudah diakses. Edukator profesional Inggris, Lorna Ponambalum, menyoroti terjadinya peningkatan signifikan dalam akses perjudian online sejak pandemi Covid-19.

Hal itu teramati pada orang dewasa maupun anak-anak. Petugas pertolongan pertama kesehatan mental asal Inggris itu menyampaikan, selama beberapa tahun terakhir telah terjadi pertumbuhan yang signifikan dalam perjudian online di berbagai negara. 

Dikutip dari laman National College, Ahad (8/10/2023), perjudian online berarti memasang taruhan melalui internet. Misalnya, masuk ke kasino online, ruang bingo, sportsbook, dan sejenisnya melalui laptop, komputer, atau perangkat seluler, kemudian menggunakan kartu kredit atau debit untuk memasang taruhan.

Judi - (Republika)

 

Untuk dianggap berjudi, harus ada tiga elemen spesifik, antara lain taruhan, elemen peluang, dan hadiah. Ponambalum yang pernah menjadi pengajar dan pimpinan bagian kesehatan mental di Looked After Children (LAC) mengatakan, kaum muda umumnya lebih banyak terpapar perjudian online melalui iklan. 

Sebuah laporan yang dilakukan oleh Ipsos MORI atas nama Gamble Aware menyebutkan, iklan TV, media sosial, dan pengaruh keluarga termasuk faktor-faktor yang mungkin mendorong generasi muda untuk berjudi. Laporan juga menunjukkan, 96 persen individu berusia 11-24 tahun melihat pesan pemasaran perjudian dalam satu bulan terakhir.

Ponambalum mengatakan, sekitar 55 ribu anak dan remaja di Inggris, yang merupakan 1,7 persen dari populasi di negara tersebut, mengalami masalah terkait perjudian. Mereka yang mulai berjudi itu melakukannya dengan cara konvensional atau secara online.

photo
Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Budi Arie Setiadi (kedua kiri) bersama Staf Ahli Kominfo Bidang Komunikasi dan Media Massa Widodo Muktiyo, Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo Usman Kansong dan Direktorat Jenderal (Dirjen) Aplikasi Informatika Kominfo Semuel Pangerapan (dari kiri ke kanan) menyampaikan konferensi pers terkait judi online di gedung Kominfo, Jakarta, Kamis (20/7/2023). Kemenkominfo mencatat, sejak 2018 hingga 19 Juli 2023 telah melakukan pemutusan akses terhadap 846.047 konten perjudian online. - (Republika/Putra M. Akbar)


Survei Kaum Muda & Perjudian tahun 2019 menemukan, 12 persen anak usia 11-16 tahun pernah memainkan permainan bergaya perjudian online. Kemudian, ada 47 persen yang memainkan permainan bergaya perjudian online melalui aplikasi khusus.

Terdapat sejumlah tanda apabila anak mungkin memiliki hubungan yang merugikan dengan perjudian online, termasuk kecanduan. Ponambalum mengatakan anak menjadi mudah gelisah, lantas melampiaskan rasa frustrasinya pada keluarga atau teman-temannya.

Anak atau remaja mungkin menjadi cemas atau malu, menarik diri dari pergaulan, serta menjadi frustrasi atau marah, terutama jika ditanya tentang uang atau pengeluarannya. Mereka pun cenderung sering berbohong, serta tidak mengakui pengeluaran yang tidak terkendali.

photo
Perputaran Uang Judi Online - (Republika)


Membolos sekolah atau kuliah, juga kehilangan minat pada hal-hal yang dulu disukai juga bisa menjadi gejala. Meski demikian, Ponambalum mengatakan tanda-tanda tersebut juga bisa menjadi tanda-tanda masalah lainnya, sehingga perlu penanganan dari profesional.

Jika mencurigai anak atau remaja tertentu telah mengembangkan hubungan tidak sehat dengan perjudian online, ada baiknya mendorong mereka untuk mendapatkan bantuan sedini mungkin. Konselor dapat membantu segala hal yang berhubungan dengan perjudian, mulai dari nasihat utang hingga dukungan krisis. 

Peran orang tua dan sekolah dalam mengatasi perjudian online pada anak pun disebut Ponambalum, sangat penting. Anak usia sekolah dasar harus diajari soal pembatasan usia media sosial, game online, juga beberapa permainan komputer, dan itu tak boleh dilanggar.

"Siswa sekolah menengah harus diajari tentang risiko yang berkaitan dengan perjudian online, termasuk akumulasi utang, bagaimana iklan dan informasi menargetkan mereka, dan bagaimana menjadi konsumen informasi online yang cerdas," tutur Ponambalum.


Jika Telanjur Terpapar

Lonjakan Fantastis Judi Online - (Republika)

 

Apa yang harus dilakukan orang tua jika anak sudah terpapar judi online, bahkan menunjukkan tanda-tanda kecanduan? Psikolog anak, remaja, dan keluarga Sani Budiantini Hermawan menyarankan untuk segera membawa anak ke psikolog profesional.

Disampaikan Sani, psikolog akan melakukan sejumlah langkah untuk menekan impulsivitas pasien. Artinya, lebih meningkatkan logika berpikir dan realita, dibanding khayalan. Kemudian, diberikan terapi kognitif perilaku (CBT) untuk melatih cara berpikir kognitif dan mengubah perilakunya.

"Cuma, yang terpenting adalah support system. Tentu orang tua menjadi yang diandalkan untuk menyelamatkan anak. Terutama, kalau akibat judi online, anak sudah mencuri, menghalalkan berbagai cara, harus ditelusuri one by one, step by step," kata Sani kepada Republika, Ahad (8/10/2023).

Anak atau remaja yang terpapar judi online bisa berujung pada berbagai kondisi yang tidak diinginkan. Misalnya, belajar atau sekolah tidak lagi menjadi prioritas bagi mereka, terlilit utang dalam jumlah besar, berbohong sana sini, mencuri, hingga dijauhi oleh teman sebaya.

Sani menyampaikan, banyak aspek kehidupan yang bisa terganggu, baik aspek sosial, emosional, moral, juga akademis. Tidak jarang remaja yang menipu malah tertangkap sebagai kriminal. Anak atau remaja yang terjerat judi online pun sangat berpotensi terganggu kejiwaannya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Daya Insani (@psikologidayainsani)


Direktur Lembaga Psikologi Daya Insani itu menyampaikan, tidak sedikit anak atau remaja yang kecanduan judi online menjadi stres berkepanjangan. Situasi kejiwaan itu dapat mengarah pada depresi, perilaku melukai diri sendiri, hingga percobaan untuk mengakhiri hidup.

Itu sebabnya peran orang tua dalam mendampingi anak sangat penting. Misalnya, orang tua bisa berusaha memperbaiki relasi sosial anak yang sudah telanjur terganggu serta dalam aspek lain. "Jika anak sudah depresi, bawa ke psikiater untuk diberikan antidepresan," ungkap Sani.

Terkait penyebab anak dan remaja terpapar judi online, Sani menyebutkan beberapa pemicu. Di era serbadigital seperti sekarang, bisa jadi remaja tergiur ingin cepat kaya tanpa usaha dan proses, sehingga akhirnya mencoba-coba judi online. Itu ditambah dengan iming-iming hasil besar yang bisa didapat.

Ketika mulai mencoba, mungkin remaja kalah dan terus penasaran mengulanginya hingga menjadi kecanduan. Bisa juga mengalami kemenangan kecil, tapi kalah cukup banyak sehingga mencoba terus dengan harapan kekalahan tadi bisa ditutup, padahal kemenangan tak kunjung datang.

Selain itu, di era digital, Sani menyebut banyak paparan iklan terselubung tentang judi online, juga konten orang yang terlihat kaya dengan cepat dan instan. "Khayalan itu membuat anak dan remaja terblokir logika, realita berpikir, dan critical thinking-nya, karena sudah dibayangi hidup nyaman tanpa kerja keras," ujar Sani.

 

 

 
Yang terpenting adalah support system
 
SANI BUDIANTINI HERMAWAN, Psikolog anak, remaja, dan keluarga
 
 

 

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Jual TV Emak Demi Judi Online Chip Higgs Domino

Dampak buruk judi online membuat pemainnya melakukan apa saja untuk membeli chip.

SELENGKAPNYA

Selebgram Hingga Bakal Caleg Artis dalam Pusaran Judi Online

Aplikasi judi online kerap menggunakan jasa selebgram hingga figur publik untuk promosi.

SELENGKAPNYA

Mengapa Sulit Berhenti Judi?

Banyak remaja kini mulai berjudi pada usia yang sangat muda.

SELENGKAPNYA