Pesawat mengisi bahan bakar di Bandara Internasional Yogyakarta, Senin (6/2/2023). Pemerintah berencana menghapus jumlah bandara kategori Internasional yang melayani penerbangan mancanegara dari 32 menjadi 14 atau 15. Rencana ini merupakan hasil kesepakat | Republika/Wihdan Hidayat

Safari

Bolehkah Minta Ganti Tempat Duduk di Pesawat?

Ditinjau dari segi keselamatan, lebih baik duduk di kursi yang sudah ditetapkan masing-masing sesuai manifes.

Seorang ibu yang meminta penumpang lain bertukar kursi di sebuah penerbangan, menjadi viral di media sosial. Ibu itu beralasan, anaknya baru pertama kali naik pesawat terbang, sehingga ingin menikmati pemandangan di dekat jendela. 

Warganet pun memiliki komentar beragam. Sebagian mengaku rela saja bertukar kursi agar si anak senang, sementara sebagian lain tidak ingin pindah dengan berbagai alasan. Mom traveler Olenka Priyadarsani menyampaikan tanggapannya terkait hal itu.

"Kalau menurut saya tidak masalah bila ada orang yang minta tukar tempat. Tapi, dia juga harus ikhlas kalau yang orang yang diminta tukar tidak mau. Masalahnya, di Indonesia ini kan banyak orang tidak enakan. Jadi, ada yang mau tukar tempat, tapi sebenarnya dalam hati menggerutu," kata Olenka saat dihubungi Republika, Senin (27/3/2023).

Namun, apabila ditinjau dari segi keselamatan, menurut Olenka, lebih baik duduk di kursi yang sudah ditetapkan masing-masing sesuai manifes. Apabila orang tua memang ingin memberikan pengalaman duduk dekat jendela untuk anak, ada baiknya melakukan pemilihan tempat duduk sejak saat pembelian tiket.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by www.backpackology.me (@backpackology)

Persiapan seperti itu akan menjamin kenyamanan keluarga dan orang lain, tidak perlu meminta penumpang lain untuk bertukar kursi. Perempuan yang kini berdomisili di Yogyakarta tersebut juga menyampaikan pengalaman ketika anak-anaknya masih balita.

Kala itu, Olenka dan keluarganya terbang dengan maskapai berbiaya murah. Maskapai demikian kerap memberikan kursi secara acak, sehingga anak dan orang tua bisa saja duduk terpisah. Untuk mengantisipasi hal itu, Olenka selalu memilih untuk membeli layanan pick a seat.

Dengan layanan tersebut, otomatis Olenka bisa memilih untuk duduk bersama anak-anaknya dan akan punya satu window seat alias kursi dekat jendela. Olenka pun bisa menentukan posisi barisan kursi, misalnya di bagian agak belakang sehingga dekat dengan toilet.

Ketika anak agak rewel, itu tidak akan terlalu mengganggu orang banyak. Sementara, pada maskapai full service, orang tua dan anak otomatis akan duduk sebelahan. Ketika check in, penumpang juga bisa meminta window seat.

photo
Sejumlah penumpang turun dari pesawat udara maskapai penerbangan Super Air Jet usai mendarat di Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung, Jumat (6/1/2023). Maskapai penerbangan Super Air Jet membuka rute baru penerbangan Kualanamu-Bandung-Denpasar yang diharapkan dapat mendukung pengembangan industri transpotasi udara dan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan. - (ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA)

Penggagas situs backpackology.me itu menyampaikan pandangan, jika dirinya yang diminta untuk bertukar kursi. Sebagai seorang ibu, bila kasusnya adalah anak terpisah duduk dengan orang tua, Olenka mengaku bakal sukarela bertukar tempat duduk.

Akan tetapi, bila alasannya anak ingin duduk di dekat jendela, keinginan Olenka untuk bertukar kursi disebut bergantung pada mood. Bisa jadi, untuk penerbangan jarak dekat seperti Jakarta-Yogyakarta, dia akan mengikhlaskan, karena dia lebih senang duduk di kursi dekat lorong sehingga bisa cepat keluar saat pesawat mendarat.

"Kalau saya menolak tukar, itu sebenarnya bukan memberi pelajaran kepada anak, tapi lebih cenderung memberi pelajaran pada orang tua agar lebih prepare ketika traveling dengan anak," ujar Olenka yang ikut menulis buku Ransel Mini Keliling Dunia.

photo
Penumpang menunggu keberangkatan pesawat di Bandara Internasional Yogyakarta, Senin (6/2/2023). Pemerintah berencana menghapus jumlah bandara kategori Internasional yang melayani penerbangan mancanegara dari 32 menjadi 14 atau 15. Rencana ini merupakan hasil kesepakatan bersama menteri Perhubungan dan menteri BUMN yang direstui oleh Presiden Joko Widodo dalam rapat pada 31 Januari 2023 lalu. - (Republika/Wihdan Hidayat)

Sejauh ini, Olenka justru pernah mendapat permintaan tukar kursi dari penumpang lain saat bepergian menggunakan moda transportasi kereta api. Penumpang yang meminta tukar adalah orang dewasa yang ingin duduk bersebelahan dengan pasangannya.

Alasannya, mereka tidak ingin duduk terpisah lorong. Olenka menolak karena menurut dia alasannya terlalu absurd. "Lagi pula, saya sengaja memilih kursi dekat jendela karena mau tidur. Percayalah, lebih banyak orang dewasa yang minta tukar kursi daripada orang tua dengan anak kecil," ucap pemilik family guest house OmahSelo Jogja itu.

 

 
Kalau saya menolak tukar, itu sebenarnya lebih untuk memberi pelajaran pada orang tua agar lebih prepare ketika traveling.
OLENKA PRIYADARSANI, Traveler
 
 

Minuman Favorit Keluarga, Cek Titik Kritis Halal Sirop

Bahan-bahan yang harus diwaspadai antara lain gula, konsentrat buah, flavor, serta pengatur keasaman, pemanis buatan.

SELENGKAPNYA

Kaum Perempuan Lebih Baik Shalat Tarawih di Rumah, Benarkah?

Hukum shalat fardhu berjamaah di masjid bagi perempuan tidaklah wajib.

SELENGKAPNYA

Umrah Ramadhan Dibatasi Hanya Satu Kali

Kementerian Haji menekankan pentingnya mendapatkan izin dari aplikasi Nusuk.

SELENGKAPNYA

Ikuti Berita Republika Lainnya