Ustaz Dr Amir Faishol Fath | Republika

Motivasi Alquran

Neraka yang Sangat Mengerikan

Denda sebesar apapun tidak akan mampu menyelamatkan mereka dari siksa neraka.

DIASUH OLEH USTAZ DR AMIR FAISHOL FATH; Pakar Tafsir Alquran, Dai Nasional, CEO Fath Institute

Setelah menggambarkan tentang para pendosa yang berangan-angan kelak di akhirat bisa membayar denda agar selamat dari azab, dalam surah al-Ma'arij, Allah SWT memastikan bagi mereka adalah neraka “kallaa innahaa lazhaa” (QS al-Ma'arij [70]: 15).

Kata “kallaa” mengandung makna penolakan bahwa angan-angan tersebut tidak akan pernah bisa mereka dapatkan. Imam Ar Razi mengatakan, denda sebesar apapun yang mereka persiapkan tidak akan mampu menyelamatkan mereka dari siksa neraka.

Dalam surah Ali Imran ditegaskan, orang-orang kafir yang mati dalam keaadan tidak beriman maka tidak akan diterima tebusan sebesar apa pun, sekalipun berupa emas sepenuh dunia dan seisinya (QS Ali-Imran [3]: 91).

Azab Allah SWT pasti akan menimpa mereka (bi’adzaabiw waaqi’) (QS al-Ma'arij [70]: 1). Kata "waaqi’" mengandung pesan bahwa itu pasti terjadi. Dari kata waqa’a, artinya itu pasti akan datang pada waktunya sesuai dengan ketentuan-Nya.

Itulah mengapa salah satu nama kiamat sekaligus nama surah adalah al-Waaqi’ah. Tidak ada yang bisa menghalangi azab tersebut (lilkaafiriina laisa lahuu daafi’) (QS al-Ma'arij [70]: 2). Maksudnya, jika di dunia mereka masih bisa menggunakan pengacara untuk membelanya, tetapi di akhirat --kata Allah-- (laisa lahuu daafi’), tidak ada seorang pun yang bisa membelanya.

Itulah mengapa dengan tegas Allah SWT langsung berfirman, "kalla innahaa lazhaa" (QS al-Ma'arij [70]: 15). Ini untuk menunjukkan kemurkaan-Nya karena selama di dunia mereka tidak pernah mengagungkan-Nya. Padahal semua fasilitas di alam semesta ini adalah dari-Nya.

 
Selama di dunia mereka tidak pernah mengagungkan-Nya. Padahal semua fasilitas di alam semesta ini adalah dari-Nya.
 
 

Kata "lazhaa" adalah sebutan untuk neraka yang artinya berkobar, menggambarkan bahwa api neraka membara dan mengelegak. Setiap penghuni yang dilemparkan ke dalamnya seketika terkelupas kulitnya (nazzaa’atan lisysyawa) (QS al-Ma'arij [70]:16).

Kata "nazzaa’atan" satu akar dengan kata naza’a yang artinya mencabut. Bahwa panasnya api neraka otomatis akan mencabut semua ujung anggota tubuh (asysyawa), tidak hanya kulit tetapi juga persendian kaki dan tangan, termasuk juga kulit yang membungkus ubun-ubun.

Betapa pedihnya siksa tersebut karena dari kata "nazzaa’atan" menunjukkan cara merobek dengan keras semua sisi kulit yang membungkus tubuh. Padahal, di situlah alat perasa yang paling sensitif. 

Dikatakan bahwa azab tersebut langsung menyasar ubun-ubun karena itu tempat berkumpulnya semua perencanaan buruk dan di saat yang sama untuk menghinakan mereka sehina-hinanya.

Tak terbayang bagaimana buruknya wajah seorang yang kulit mukanya hancur dan ubun-ubunnya kocar-kacir. Itulah akibat dari sikap mereka selama di dunia yang merendahkan ajaran Allah SWT.

Tidak berhenti di situ, ketika semua kulit mereka sudah tercabik-cabik, dan alat perasanya menjadi tidak berfungsi kerena hangus, Allah SWT segera menggantinya dengan kulit yang baru lagi agar mereka merasakan pedihnya azab (kullamaa nadhijat juluuduhum baddalnahum juludan ghairaha liyadzuuqul adzaab) (QS an-Nisa' [4]: 56). 

Di saat yang sama, neraka masih terus memanggil para calon penghuninya dengan nama-nama defininitif yang sudah terdaftar (yad’uu man adbara watawallaa, wajama’a fa aw’aa) (QS al-Ma'arij [70]: 17-18).

Dari ayat ini tampak ada tiga golongan yang dipanggil. Pertama, orang yang berpaling dari menaati Allah SWT selama di dunia (man adbara). 

Kedua, orang yang menghindar dari beriman kepada Allah SWT dan rasul-Nya (wa tawallaa). Ketiga, orang yang menumpuk-numpuk harta dan tidak membayar zakatnya (wa jamaa’a fa aw’aa).

Memaknai Hijrah

Agar hijrah dilakukan dengan baik, tidak menimbulkan permusuhan dan kebencian.

SELENGKAPNYA

Akhir Hidup yang Indah

Dahulu menyembah berhala, mualaf ini memperoleh akhir hidup yang indah.

SELENGKAPNYA