Ahmad Juwaini. | Yasin Habibi/ Republika

Ekonomi

Pengelolaan Wakaf Uang akan Lebih Kuat

Perbankan syariah memiliki infrastruktur layanan yang lebih unggul.

JAKARTA -- Rancangan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU PPSK) memperluas kewenangan perbankan syariah untuk bisa menjadi nazir atau pengelola wakaf uang. Hal ini dinilai dapat memperkuat pengelolaan wakaf uang ke depan. Selama ini, perbankan syariah hanya bertugas menjadi mediator penerima wakaf sebelum disalurkan dan dikelola nazir.

"Dengan bank syariah sebagai nazir, maka ketika bank syariah menginvestasikan dana wakaf, maka pengelolaan investasinya juga akan menjadi lebih kuat," ujar Direktur Keuangan Sosial Syariah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Ahmad Juwaini kepada Republika, Jumat (9/12).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by KNEKS (@kneks.id)

Menurut Ahmad, perbankan syariah juga dapat lebih bersemangat mengumpulkan dana wakaf dari masyarakat. Dengan adanya infrastruktur kantor cabang maupun teknologi yang dimiliki bank, nasabah atau wakif akan dapat terlayani dengan lebih baik.

Ahmad mengatakan, peran bank syariah sebelumnya yakni sebagai lembaga keuangan syariah penerima wakaf uang (LKSPWU). Dalam peran sebagai LKSPWU, fungsi bank syariah relatif hanya sebagai mediator penghubung antara wakif dan nazir.

"Bank syariah berperan membukakan rekening penerimaan wakaf, di mana rekening itu milik nazir, dan juga sebagai tempat menyimpan dana wakaf yang dikelola oleh nazir," ujarnya.

 
 
Terkait dengan kemungkinan bank syariah menjadi nazir ini, ada beberapa hal yang harus diantisipasi dan segera dicarikan solusinya.
 
 

Setiap dana yang masuk ke rekening bank dalam peran sebagai LKSPWU tidak bisa digunakan untuk memperkuat struktur permodalan karena sifatnya hanya titipan. Sementara, apabila bank syariah menjadi nazir, dana yang masuk dapat digunakan untuk memperkuat struktur permodalan yang bersumber dari pihak ketiga atau wakaf. Jumlahnya juga akan terus tetap atau bertambah karena dana wakaf tidak boleh berkurang.

Meskipun begitu, Ahmad mengingatkan, terdapat tantangan ke depan, yakni menjaga kolaborasi perbankan syariah dengan nazir wakaf yang saat ini sudah ada. Dengan begitu, bank syariah akan menjadi kompetitor bagi nazir.

Selain itu, terdapat potensi persaingan tidak seimbang antara bank syariah dan nazir wakaf yang sudah ada saat ini dalam menghimpun wakaf. Hal ini karena perbankan syariah memiliki infrastruktur layanan yang lebih unggul. Ada pula tantangan untuk menjaga dana wakaf digunakan untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan tidak hanya mendukung peningkatan profitabilitas pemilik modal bank syariah.

 
 
Saya berharap OJK memasukkan fungsi sosial perbankan syariah menjadi komponen tambahan. Ini penting agar bank syariah semakin bersemangat mengelola wakaf uang.
 
 

"Terkait dengan kemungkinan bank syariah menjadi nazir ini, ada beberapa hal yang harus diantisipasi dan segera dicarikan solusinya," kata Ahmad.

Pengamat ekonomi syariah, Irfan Syauqi Beik, menilai, kesempatan bank syariah menjadi nazir adalah hal positif dan kabar baik untuk dunia perwakafan Indonesia. Dia mengatakan, kehadiran bank syariah menjadi nazir wakaf uang adalah kebutuhan untuk mendorong optimalisasi wakaf.

"Indonesia adalah banking-based economy, sehingga penguatan perekonomian melalui wakaf uang akan semakin teroptimalisasi apabila bank syariah terlibat langsung dalam mengelola wakaf uang sebagai nazir," ujarnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PT Bank Syariah Indonesia Tbk (@banksyariahindonesia)

Kapasitas sektor riil juga dinilai akan makin kuat dengan keterlibatan bank syariah menyalurkan wakaf uang dalam pembiayaan. Wakaf uang juga dapat memperkuat pembinaan UMKM ke depan.

Menurut Irfan, hal yang perlu dijaga ke depannya adalah aspek prudensial dan tata kelola yang baik. "Saya berharap OJK dapat memasukkan fungsi sosial perbankan syariah menjadi komponen tambahan dari penilaian tingkat kesehatan bank, selain profil risiko, rentabilitas, tata kelola, dan aspek permodalan. Ini penting agar bank syariah semakin bersemangat mengelola wakaf uang," ujarnya.

Berhubungan Intim tanpa Ejakulasi, Wajibkah Mandi Junub?

Jika terjadi kesepakatan bertemunya dua jenis alat kelamin yang berbeda, hal itu mewajibkan mandi janabah.

SELENGKAPNYA

Janganlah Bersedih Saat Musibah

Janganlah Anda merasa sedih dengan musibah yang menimpa Anda.

SELENGKAPNYA

Notaris Meng-imla'-kan Perjanjian

Perlu juga untuk memastikan bahwa yang dibacakan itu tersampaikan dan dipahami.

SELENGKAPNYA