Polisi perbatasan Israel memblokir gang-gang menuju Tembok Barat di Kota Tua Yerusalem, pada 2 Maret 2026. | EPA/ATEF SAFADI

Internasional

Israel Ubah Masjid al-Aqsa Jadi Barak Militer

Liga Arab kecam penutupan paksa Masjid al-Aqsa.

YERUSALEM – Pasukan penjajah Israel telah mengubah Kota Tua Yerusalem menjadi barak militer, mengerahkan ratusan petugas polisi dari daerah Wadi al-Joz hingga Gerbang Damaskus, hingga Lions’ Gate. Sementara kekejaman di Jalur Gaza juga berlanjut dengan pembunuhan belasan orang termasuk seorang ibu yang mengandung anak kembar.

Kegubernuran Yerusalem melaporkan bahwa shalat Isya dan Tarawih Ramadhan dilakukan pada Ahad malam di jalan-jalan dekat Gerbang Herodes dan Gerbang Damaskus, di tengah penutupan Kota Tua yang diberlakukan secara menyeluruh dan ketat.

Pihak berwenang Israel terus menutup Masjid Al-Aqsa dan mencegah jamaah mencapainya selama enam belas hari berturut-turut, dengan alasan kondisi keamanan terkait perang dengan Iran.

Untuk pertama kalinya sejak tahun 1967, pasukan Israel melarang jamaah melaksanakan shalat dan i'tikaf di Masjid Al-Aqsa. Akibatnya, jamaah mangkir dari shalat Jumat terakhir bulan Ramadhan.

Kegubernuran Yerusalem sebelumnya telah memperingatkan peningkatan berbahaya dalam retorika hasutan yang dipimpin oleh kelompok ekstremis yang disebut sebagai “organisasi Kuil” terhadap Masjid Al-Aqsa di tengah tindakan penutupan yang sedang berlangsung.

photo
Jamaah Palestina berkumpul di kompleks Masjid Al-Aqsa untuk shalat Jumat kedua selama bulan suci Ramadhan, di Kota Tua Yerusalem, 27 Februari 2026. - ( EPA/ALAA BADARNEH)

Pernyataan tersebut menekankan bahwa apa yang terjadi tidak boleh dianggap sebagai prosedur keamanan sementara, seperti yang diklaim oleh otoritas Israel, namun sebagai bagian dari lintasan politik dan ideologi yang bertujuan untuk mengubah status quo agama, sejarah, dan hukum Masjid Al-Aqsa.

Liga Negara-negara Arab mengecam keras penutupan gerbang Masjid Al-Aqsa/Al-Haram al-Sharif yang dilakukan oleh otoritas pendudukan Israel terhadap jamaah, mencegah mereka melakukan salat dan ritual keagamaan, khususnya selama bulan suci Ramadhan dan sepuluh malam terakhirnya.

Liga menggambarkan tindakan ini sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan hukum humaniter internasional, serta status quo hukum dan sejarah yang berlaku di Masjid Al-Aqsa/Al-Haram al-Sharif.

Lebih lanjut mereka menyebut tindakan tersebut sebagai provokasi yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap perasaan hampir dua miliar Muslim di seluruh dunia dan merupakan pelanggaran serius terhadap kebebasan beribadah dan akses ke tempat-tempat suci.

Negara-negara anggota menegaskan penolakan mutlak dan kecaman keras terhadap tindakan ilegal dan tidak dapat dibenarkan ini, serta upaya Israel untuk membenarkan tindakan tersebut dengan mengutip perkembangan regional saat ini.

Mereka juga mengecam tindakan provokatif yang terus dilakukan otoritas Israel di Masjid Al-Aqsa/Al-Haram al-Sharif dan terhadap jamaah.

photo
Warga Palestina mengantri untuk menyeberang di pos pemeriksaan Israel di Qalandia antara Tepi Barat dan Yerusalem, 27 Februari 2026, untuk menghadiri salat Jumat kedua Ramadhan di Masjid Al Aqsa di Yerusalem. - ( EPA/ALAA BADARNEH)

Liga tersebut menekankan bahwa Israel, sebagai kekuatan pendudukan, tidak memiliki kedaulatan atas wilayah Palestina yang diduduki pada tahun 1967, termasuk kota Yerusalem dan tempat suci umat Islam dan Kristen.

Liga selanjutnya menegaskan kedaulatan Negara Palestina atas seluruh kota Yerusalem Timur, sebagai ibu kota Negara Palestina.

Liga tersebut menegaskan kembali pentingnya sejarah perwalian Hashemite atas situs-situs suci Islam dan Kristen di Yerusalem, menyoroti peran penting mereka dalam melindungi situs-situs ini dan melestarikan identitas Arab, Islam, dan Kristen mereka, serta status quo sejarah dan hukum yang sudah ada. Liga juga menegaskan bahwa Masjid Al-Aqsa/Al-Haram Al-Sharif dengan luas keseluruhan 144 dunum merupakan tempat ibadah khusus umat Islam.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa Wakaf Islam Yerusalem, di bawah otoritas Yordania, adalah satu-satunya pengelola sah situs tersebut, dan menegaskan bahwa Israel, sebagai kekuatan pendudukan, tidak memiliki hak untuk membatasi ibadah umat Islam di kompleks tersebut. Mereka memperingatkan bahwa tindakan Israel tersebut berisiko meningkatkan ketegangan dan menimbulkan ancaman serius bagi perdamaian dan keamanan regional dan internasional.

Liga Negara-negara Arab menyerukan komunitas internasional, termasuk Dewan Keamanan PBB, untuk memikul tanggung jawabnya dan mengambil posisi tegas yang memaksa Israel, sebagai kekuatan pendudukan, untuk menghentikan pelanggaran dan praktik ilegal dan tidak sah terhadap tempat-tempat suci Islam dan Kristen di Yerusalem.

 

Serangan ke Gaza

Serangan udara Israel telah menewaskan sedikitnya 13 warga Palestina termasuk dua anak laki-laki di Gaza pada Ahad ((15/3/2026). Seorang wanita hamil, dan sembilan petugas polisi juga dibunuh Israel lewat serangan kemarin.

Serangan pada Ahad menghantam sebuah rumah di kamp pengungsi perkotaan Nuseirat di Gaza tengah, menewaskan empat orang, termasuk pasangan berusia 30-an dan putra mereka yang berusia 10 tahun, menurut Rumah Sakit Al-Aqsa di dekatnya.

Wanita itu sedang mengandung anak kembar, kata rumah sakit. Orang keempat yang meninggal, seorang tetangga berusia 15 tahun, dibawa ke rumah sakit al-Awda di Nuseirat. 

"Kami sedang tidur dan bangun saat mendapat serangan rudal. Serangannya sangat kuat," kata Mahmoud al-Muhtaseb, seorang tetangga. “Tidak ada peringatan sebelumnya.” 

Serangan lain menghantam kendaraan polisi di Koridor Philadelphi selatan-utara di pintu masuk pusat kota az-Zawayda, kata Kementerian Dalam Negeri. 

photo
Serangan udara Israel menghantam Kamp Ansar untuk pengungsi Palestina, di barat Kota Gaza, 11 Maret 2026. - (EPA/MOHAMMED SABER)

Pemboman itu menewaskan sembilan petugas polisi, termasuk Kolonel Iyad Ab Yousef, seorang pejabat senior polisi di Gaza tengah, kata kementerian itu. Rumah Sakit Al-Aqsa, yang menerima jenazah, membenarkan jumlah korban tersebut. Dikatakan 14 orang lainnya terluka.

Kementerian mengatakan pihaknya “mengutuk kejahatan keji yang dilakukan oleh pendudukan Israel sore ini ketika mereka mengebom kendaraan polisi… Para petugas dan personel menjalankan tugas mereka memantau pasar dan menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan suci Ramadhan”. 

Belum ada komentar langsung dari militer Israel mengenai kedua serangan tersebut. Kematian pada Ahad ini adalah yang terbaru di kalangan warga Palestina di wilayah pesisir tersebut sejak kesepakatan “gencatan senjata” antara Israel dan Hamas berupaya menghentikan perang genosida Israel yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun di Gaza.

Meskipun yang terparah telah mereda, serangan Israel hampir terjadi setiap hari. Selain serangan udara Israel, pasukannya sering menembaki warga Palestina di dekat zona yang dikuasai militer Israel. 

Sumber medis di Jalur Gaza mengumumkan sebelumnya hari ini bahwa jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Jalur Gaza telah meningkat menjadi 72,239 dan 171,861 lainnya terluka sejak dimulainya serangan pada 7 Oktober 2023.

photo
Prosesi ppemakaman para syuhada keluarga Bani Odeh yang dibunuh oleh pasukan Israel dini hari, Ahad (15/3/2026), di kota Tammoun, selatan Tubas, Tepi Barat. - (Mohammad Mansour/WAFA)

Jumlah orang yang terbunuh sejak gencatan senjata pada 11 Oktober tahun lalu telah meningkat menjadi 663 orang, sementara jumlah korban luka mencapai 1.762 orang, ditambah 756 jenazah yang ditemukan.

Sumber yang sama menambahkan bahwa sejumlah korban masih berada di bawah reruntuhan dan di jalanan, karena tim ambulans dan pertahanan sipil sejauh ini tidak dapat menjangkau mereka.

Israel telah mengumumkan akan membuka kembali sebagian penyeberangan Rafah Gaza dengan Mesir pada hari Rabu, mengakhiri penutupan dua minggu yang telah memperdalam krisis kemanusiaan yang sudah menjadi bencana besar di wilayah yang terkepung tersebut.

Badan militer Israel yang mengawasi urusan sipil di wilayah pendudukan Palestina, COGAT, mengatakan penyeberangan akan kembali beroperasi pada 18 Maret untuk pergerakan penumpang terbatas di kedua arah, dan tidak ada kargo yang diizinkan.

photo
Jenazah Amir Moatasem Mahmoud Odeh (25 tahun) yang yang syahid dibunuh pemukim Israel dipeluk keluarganya di RS Rafedya di kota Nablus, Tepi Barat, 14 Maret 2026. - (EPA/ALAA BADARNEH)

Masuk dan keluarnya memerlukan izin keamanan Israel sebelumnya, koordinasi dengan Mesir, dan pengawasan dari misi perbatasan Uni Eropa yang ditempatkan di sana pada awal Februari.

Pengumuman ini muncul ketika lebih dari 20.000 warga Palestina yang sakit dan terluka, di antaranya sekitar 4.000 pasien kanker dan 4.500 anak-anak, masih berada dalam daftar tunggu untuk mendapatkan perawatan medis yang tidak tersedia di Gaza.

Dari jumlah tersebut, hampir 440 kasus diklasifikasikan sebagai kasus yang mengancam jiwa. Israel menutup penyeberangan pada tanggal 28 Februari, hari yang sama ketika Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran, dengan alasan alasan “keamanan”.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat