Pesawat tempur Mirage milik Angkatan Udara Uni Emirat Arab. | Public Domains

Internasional

Saat UEA Main Api di Kawasan

Negara Teluk enggan terseret UEA perangi Iran.

ABU DHABI – Laporan soal serangan diam-diam Uni Emirat Arab (UEA) ke Iran di sela agresi AS dan Israel belakangan memicu kekhawatiran konflik meluas di Teluk. Meski begitu, sejauh ini negara-negara di kawasan mengucilkan UEA terkait aksi tersebut.

Serangan UEA terhadap Iran, dilakukan terhadap Pulau Lazan di Iran tepat sebelum gencatan senjata pada 7 April diumumkan, Wall Street Journal melaporkan. Serangan itu menyusul balasan Iran terhadap pangkalan militer di Emirat.

Laporan the Wall Street Journal memberikan rincian tentang bagaimana ketegangan diplomatik selama ini meluas ke permusuhan militer, dengan merujuk pada gambar yang diduga menunjukkan jet tempur Mirage Prancis dan drone Wing Long China (keduanya digunakan oleh UEA) beroperasi di Iran.

UEA telah mengisyaratkan pada saat itu bahwa mereka ingin melakukan operasi pembalasan, dan tidak hanya mempertahankan instalasi minyak dan pelabuhannya. Iran pada saat itu juga menuduh UEA dan Kuwait terlibat dalam serangan AS dan Israel. 

Dalam pertempuran sebelumnya yang dimulai pada tanggal 28 Februari, UEA telah dipilih sebagai target serangan rudal dan drone oleh Iran. Serangan balasan ini memojokkan citra UEA di kawasan. Negara tersebut sebelumnya dinilai berperan dalam membantu kelompok pemberontak melancarkan genosida di Sudan.

photo
Sebuah kapal terlihat berlabuh di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab, menyusul penutupan Selat Hormuz oleh Iran , 1 Maret 2026. - (EPA/Stringer)

UEA juga sendirian di antara negara-negara Teluk mengakui kedaulatan Somaliland bersama dengan Israel. Sementara aksi UEA menyalurkan bantuan militer bagi pemberontak di Yaman selatan memicu aksi Saudi melakukan serangan militer ke wilayah tersebut.

UEA sejauh ini masih gagal membujuk Qatar atau Arab Saudi untuk berbuat lebih banyak dalam melawan serangan Iran ke pangkalan AS atau blokade di Selat Hormuz yang dianggap Teheran sebagai tindakan pembalasan yang diperlukan terhadap serangan AS. 

Penilaian intelijen Iran selalu menunjukkan bahwa beberapa negara Teluk mengizinkan wilayah udara atau pangkalan AS mereka digunakan oleh pasukan Amerika untuk menyerang Iran. Namun, belakangan AS dan Kuwait menutup akses bagi AS ke pangkalan militer di wilayah mereka.

Sementara UEA yang menyadari kondisinya yang terjepit belakangan kian mendekat ke Israel. Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee, mengatakan Israel telah mengirimkan baterai dan personel Iron Dome untuk meningkatkan pertahanan UEA. 

Menjelaskan posisi Saudi, Turki al-Faisal, mantan duta besar Arab Saudi untuk AS, menegaskan dalam sebuah artikel Arab News minggu ini bahwa Saudi menahan diri dari menyerang Iran adalah tindakan yang bijaksana. Dia menulis “jika rencana Israel berhasil memicu perang antara kami dan Iran, wilayah tersebut akan berubah menjadi kehancuran, dan Israel akan berhasil memaksakan kehendaknya di wilayah tersebut, dan tetap menjadi satu-satunya aktor di regional kami”.

photo
Foto kehancuran Boeing E-3 Sentry, pesawat terpenting milik Angkatan Udara AS, akibat serangan Iran ke pangkalan Pangeran Sultan di Saudi, Jumat (27/3/2026). - (X)

Jika Arab Saudi terlibat perang habis-habisan saat ini, maka fasilitas minyak di pantai timur akan hancur, pabrik desalinasi akan hancur, ibadah haji akan terkena dampak bencana, dan proyek Vision 2030 akan terhenti, demikian pendapat yang dikemukakan. 

Kemarahan UEA terhadap Iran sebagian mencerminkan perbedaan ideologi yang sudah berlangsung lama, termasuk kesediaan UEA untuk menandatangani Perjanjian Abraham yang menormalisasi hubungan dengan Israel, namun juga keyakinan bahwa UEA dijadikan sasaran gangguan oleh Iran karena hubungannya dengan Israel. 

Gangguan terhadap UEA yang dikonfirmasi termasuk penutupan pabrik gas terbesar UEA selama hampir dua tahun karena serangan Iran bulan lalu. Pemiliknya, Adnoc Gas, mengatakan pabrik tersebut baru akan diperbaiki sepenuhnya pada tahun depan. 

Tujuannya adalah untuk memulihkan kapasitas pemrosesan kompleks tersebut menjadi 80 persen pada akhir tahun 2026, dengan kapasitas penuh tercapai pada tahun 2027, kata perusahaan tersebut pada hari Selasa. 

Sikap UEA juga belakangan berkebalikan dengan upaya membangun aliansi diplomatik baru di Timur Tengah. Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, memuji kuartet negara yang menghindari konflik dengan Iran. “Semua keadaan di kawasan ini mengarah pada aliansi yang menyatukan Pakistan, Arab Saudi, Turki, dan Qatar.” 

Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, mengungkapkan salah satu motif paling mendasar dari kuartet tersebut, adalah kewaspadaan atas aksi “ekspansionisme Israel”, yang “tetap menjadi tantangan nomor satu bagi stabilitas dan keamanan di kawasan kami”.

photo
Pangkalan miiter AS di Timur Tengah - (CFR)

“Apa yang dialami negara-negara Teluk tidak boleh menyebabkan hilangnya fokus terhadap Gaza. "Ekspansionisme di Gaza, Beirut, Tepi Barat dan Suriah telah memakan banyak korban jiwa dan memaksa lebih banyak orang mengungsi. Negara-negara di kawasan dan komunitas internasional harus lebih sensitif terhadap masalah ini," katanya. 

Sebelumnya, pihak berwenang Iran semakin mengerucut ke UEA dalam pesan perang mereka. Teheran memperingatkan akan adanya serangan yang lebih kuat terhadap negara tersebut jika Amerika Serikat dan Israel melanjutkan serangan mereka.

“Label kami sebagai ‘tetangga’ dengan UEA saat ini telah dicabut, dan label ‘pangkalan bermusuhan’ telah ditetapkan untuk negara ini,” Ali Khezrian, anggota komisi keamanan nasional parlemen Iran, mengatakan kepada televisi pemerintah awal pekan ini.

Negara Arab tersebut juga secara langsung dirujuk dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Markas Besar Khatam al-Anbiya angkatan bersenjata Iran bulan ini, setelah Iran dan AS saling baku tembak di Selat Hormuz, meskipun gencatan senjata diumumkan pada bulan April.

Komando gabungan tersebut, yang dipimpin oleh para jenderal Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), secara langsung berbicara kepada para pemimpin Emirat seminggu yang lalu, dan mengatakan bahwa mereka tidak boleh mengubah negara mereka menjadi “sarang Amerika dan Zionis serta kekuatan dan peralatan militer mereka untuk mengkhianati dunia Islam dan Muslim”.

Dikatakan bahwa hubungan militer, politik dan intelijen UEA yang semakin erat dengan AS dan Israel berkontribusi terhadap ketidakamanan regional, dan memperingatkan akan adanya “tanggapan yang menghancurkan dan menimbulkan penyesalan” terhadap serangan lagi terhadap pulau-pulau dan pelabuhan di selatan Iran.

IRGC juga telah menyatakan bahwa pelabuhan penting UEA, Fujairah, terletak di wilayah Selat Hormuz di mana Iran menjalankan kendali maritimnya, sehingga setiap kapal yang melakukan perjalanan ke atau dari pelabuhan tersebut berada dalam yurisdiksi Iran. Pelabuhan tersebut diserang awal bulan ini, namun Iran menolak bertanggung jawab.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat