vp,,rm
Hikmah hari ini | Republika

Hikmah

Dusta akan Tersingkap

Kedustaan itu seperti bangkai yang dibungkus rapi, tapi baunya akan tercium juga.

OLEH HASAN BASRI TANJUNG

Sejatinya, kedustaan adalah karakter kemunafikan yang dilekatkan kepada siapa saja yang ucapan dan perbuatannya tidak sejalan. Allah pun bersaksi bahwa orang-orang semacam itu itu benar-benar pendusta (QS al-Munafiqun [63]: 1).

Lalu, dipertegas oleh Nabi SAW, yakni apabila berkata ia dusta, bila berjanji ia ingkar, dan jika dipercaya ia khianat. (HR Ahmad).

Kedustaan itu seperti bangkai yang dibungkus rapi, tapi baunya akan tercium juga. Oleh karenanya, “Jauhilah dusta, sebab kedustaan menggiring kepada keburukan, dan keburukan akan menggiring ke neraka. Sungguh, jika seseorang berdusta dan terbiasa dalam kedustaan, maka di sisi Allah ia akan ditulis sebagai pendusta. Dan, hendaklah kalian jujur, sebab kejujuran menggiring kepada kebaikan, dan kebaikan akan menggiring ke surga. Sungguh, jika seseorang berlaku jujur dan terbiasa dalam kejujuran, maka di sisi Allah ia akan ditulis sebagai orang jujur.” (HR Abu Daud).

Setidaknya, kedustaan itu ada tiga macam (QS al-Baqarah [2]: 9). Pertama, dusta terhadap diri sendiri. Yakni, ketidakjujuran menyangkut dirinya dan berusaha menutupi agar tidak diketahui orang lain.

Ia malu mengakui apa adanya, karena khawatir kehilangan atau tidak bisa meraih sesuatu yang diinginkan. Ia sanggup berbohong tentang keluarga bahkan lupa siapa dirinya (QS al-Hasyr [59]: 19).

Kedua, dusta terhadap orang lain. Yakni, ucapan dan tindakan yang merekayasa data dan fakta atau mengemas keburukan agar tampak seakan kebaikan. Seperti, orang yang menjual produk berlabel syariah padahal bohong. Pun, travel yang menawarkan paket ibadah haji dan umrah biaya murah, tapi tipuan belaka (QS al-Anfal [8]: 27). 

Ketiga, dusta terhadap Allah. Yakni, ketidaktulusan beramal saleh yang mengatasnamakan Allah (riya dan sum’ah). Meskipun tidak merugikan orang, bahkan mendapat sanjungan, tetapi tidak ikhlas mengerjakannya. Setiap kebaikan yang bukan karena Allah, sebenarnya menipu Allah SWT (QS an-Nisa` [4]: 142).   

Imam Nawawi dalam kitab Riyadhus-Shalihin menukil hadis Nabi SAW mengenai tiga orang yang pertama kali masuk neraka, yaitu: Pertama, seorang yang mati syahid. Ia pun ditanya, “Apa yang telah kau lakukan sehingga memperoleh nikmat itu?" Ia menjawab, “Aku berjuang di jalan-Mu dan mati syahid.” Allah berfirman, “Engkau berdusta. Kau berjuang agar disebut pemberani." Lalu Allah menyuruh malaikat menyeret dan dilemparkan ke neraka. 

Kedua, penuntut ilmu dan mengajarkannya serta suka membaca Alquran. Ia pun ditanya hal sama dan menjawab, “Aku telah belajar dan mengajarkan ilmu, juga gemar membaca Alquran karena-Mu. Allah berfirman, “Engkau berdusta. Kau belajar supaya disebut orang pandai dan digelar qari." Ia pun dilemparkan ke neraka.

Ketiga, orang yang dikaruniai kekayaan berlimpah. Ia pun ditanya akan nikmat tersebut dan menjawab, “Aku menolong jalan-jalan kebaikan karena-Mu.” Allah berfirman, “Engkau berdusta. Kau melakukannya agar disebut dermawan”. Ia juga dimasukkan ke neraka.” (HR Muslim).

Walhasil, tidak sedikit kedustaan telah terkuak, meskipun masih banyak yang belum terungkap karena kekuasaan, keahlian, dan kelihaian. Namun, kelak semua dusta akan tersingkap di hari perhitungan.

Sungguh, setiap dusta yang kita lakukan adalah tipuan terhadap diri sendiri. Allahu a’lam bissawab.

Sensasi Goncalo Ramos

Pada usia 21 tahun 169 hari, Ramos mencetak hat-trick di Piala Dunia.

SELENGKAPNYA

‘Beras Impor untuk Operasi Pasar’

Kementan menyatakan 600 ribu ton beras tersedia dan telah divalidasi ke 2.200 penggilingan.

SELENGKAPNYA

Hidup Saling Menguatkan

Kita yang sesama orang beriman, kita adalah saudara yang mesti saling menguatkan.

SELENGKAPNYA