Goncalo Matias Ramos | PA-EFE/JOSE SENA GOULAO

Piala Dunia

Sensasi Goncalo Ramos

Pada usia 21 tahun 169 hari, Ramos mencetak hat-trick di Piala Dunia.

DOHA -- Lengkap sudah kontestan delapan besar Piala Dunia 2022. Kejutan terjadi ketika Maroko menyingkirkan Spanyol lewat adu penalti pada Selasa (6/12) malam WIB. Maroko menjadi tim ketujuh yang memastikan lolos. Terakhir, Portugal menyusul lewat kemenangan terbesar dari seluruh laga 16 besar dengan menjinakkan Swiss, 6-1, di Stadion Lusail, Rabu (7/12) dini hari WIB.

Pencinta sepak bola dunia, khususnya penggemar Portugal, tak akan melupakan sosok bintang malam itu di Lusail, Goncalo Matias Ramos. Penyerang muda Portugal itu membuat publik terkesima dengan torehan hat-trick-nya saat menggantikan posisi Cristiano Ronaldo sebagai starter dalam laga do or die tersebut.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Gonçalo Ramos (@goncaloramos88)

Sebelum kemunculannya sebagai starter dalam skuad Portugal, ada tekanan besar kepada pelatih Fernando Santos untuk mencadangkan Ronaldo. Sebab, kontribusi pemain berusia 37 tahun itu dinilai tak signifikan sepanjang penyisihan grup. Satu media terkenal di Portugal menyajikan polling yang menunjukkan sebagian besar warga Portugal ingin Ronaldo duduk di bangku cadangan.

Santos meresponsnya. Ia mengambil keputusan berani memarkir Ronaldo. Sebagai gantinya, Santos memasukkan Ramos. Keputusan yang dibayar dengan manis oleh penyerang asal Benfica itu yang langsung menorehkan rekor fantastis. Pada usia 21 tahun 169 hari, ia menjadi pemain termuda yang mencetak hat-trick di Piala Dunia sejak legenda Hungaria Florian Albert melakukannya pada 1962.

Setahun yang lalu, pemikiran untuk mencadangan Ronaldo dalam fase gugur Piala Dunia mungkin dianggap tidak masuk akal. Namun, Ramos membuktikan bahwa Ronaldo mungkin sudah saatnya memberikan jalan untuk para juniornya.

Ramos melepaskan tendangan kaki kiri keras pada menit 17 untuk menjebol gawang Swiss. Sosok Ronaldo seolah terlupakan ketika kemudian Ramos menambahkan dua gol lagi atas namanya di papan skor.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Portugal (@portugal)

Keputusan Santos bukan tanpa alasan. Ramos terbilang cukup produktif bersama Benfica musim ini dengan mencetak 14 gol dalam 22 penampilan. Sebelum dipercaya sebagai pemain reguler, ia juga telah mencetak delapan gol dalam 46 penampilan musim lalu, termasuk ke gawang Liverpool di Liga Champions. Itu membuat Santos menariknya ke dalam skuad Selecao das Quinas.

Namun, ia belum banyak mendapatkan kepercayaan di timnas. Sebelum melawan Swiss, ia cuma mentas selama 33 menit pada babak penyisihan. Ia bahkan tidak diturunkan sama sekali ketika Portugal bertemu Korea Selatan. "Tidak pernah saya bermimpi atau berpikir akan menjadi bagian dalam starting XI di fase gugur Piala Dunia," kata Ramos, dikutip dari Daily Mail.

Ramos memang baru mulai dikenal setelah Benfica menjual Darwin Nunez ke Liverpool pada musim panas tahun ini. Ia tampil mengesankan setelah lulus dari akademi klub. Hat-trick pertamanya datang pada Agustus setelah kemenangan kandang 4-1 Benfica melawan Midtjylland pada kualifikasi Liga Champions.

Sebagai remaja, Ramos melakukan debutnya di Benfica pada Juli 2020 dan mencetak dua gol dalam delapan menit sebagai pemain pengganti. Pada tahun yang sama, ia memimpin tim muda Benfica ke final UEFA Youth League melawan Real Madrid. Dalam ajang tersebut, ia menjadi top skorer dengan delapan gol.

 

Hasil Lengkap 16 Besar Piala Dunia 2022

  • Belanda 3-1 Amerika Serikat
  • Argentina 2-1 Australia
  • Prancis 3-1 Polandia
  • Inggris 3-0 Senegal
  • Jepang 1-1 Kroasia (pen. 1-3)
  • Brasil 4-1 Korea Selatan
  • Maroko 0-0 Spanyol (pen. 3-0)
  • Portugal 6-1 Swiss

 

 

Di level internasional, Ramos telah membela Portugal di setiap kelompok umur sejak usia di bawah 17 tahun. Dia memainkan peran kunci dalam perjalanan Portugal ke final Euro U-19 pada 2019, mencetak empat gol dalam lima penampilan, termasuk hat-trick ke gawang Republik Irlandia. 

Debut seniornya terjadi selama pertandingan persahabatan melawan Nigeria, tepat sebelum Piala Dunia dimulai. Ramos bahkan sudah mencetak satu gol dalam pertandingan tersebut.

Sebelum melawan Swiss, Santos hanya memberikan Ramos dua kali kesempatan bermain sebagai pengganti saat Portugal melawan Ghana dan Uruguay, dengan total waktu bermain 10 menit. Namun, pengalaman 10 menit itu cukup bagi Ramos untuk membuat rekor menjadi pemain pertama yang mencetak hat-trick dalam debut di Piala Dunia sebagai starter sejak Miroslav Klose pada 2002.

 

Gusur Ronaldo

Melihat penampilan Ramos di Lusail, situasi bisa berubah. Tidak ada jaminan bagi Ronaldo untuk kembali menjadi pemain inti pada pertandingan berikutnya. Ramos dianggap para pakar sepak bola siap jadi yang terdepan.

 

 
 
Ada banyak penggemar Ronaldo yang tidak mau mengatakan yang sebenarnya. Saya pikir dia perlu mendengarkan kebenaran.
 
 

 

"(Sebelumnya) ada banyak tekanan di pundaknya saat masuk menggantikan Cristiano. Tapi, sekarang tekanan itu sudah hilang," kata mantan pemain timnas Belanda Nigel de Jong.

Pundit Sky Sports Gary Neville menyoroti hal serupa. Tanpa sang bintang menjadi starter, Portugal melaju mulus. Neville menilai kenyataan demikian menggambarkan semuanya.

"Ada banyak penggemar Ronaldo yang tidak mau mengatakan yang sebenarnya. Saya pikir dia perlu mendengarkan kebenaran," kata Neville, dikutip dari Sky Sports.

Fakta Ronaldo sebagai salah satu pesepak bola terhebat dalam sejarah memang tak terbantahkan. Catatan prestasinya membuktikan hal itu. Namun, ada saat ketika ia perlu melihat kondisinya. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Cristiano Ronaldo (@cristiano)

Menurut Neville, akan menjadi masalah jika Ronaldo enggan menerima kenyataan. Suka atau tidak suka, performanya kian meredup. Ada banyak calon bintang belia yang siap menggantikannya.

Jamie Carragher juga bersuara. Ia menilai keputusan pelatih Portugal murni karena alasan teknis. Itu bukan karena reaksi Ronaldo yang menunjukkan ketidakpuasan ketika ditarik keluar saat the Navigators berjumpa Korea Selatan.

Santos menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Ia menegaskan, perubahan starting XI di satu tim adalah sesuatu yang biasa. "Goncalo memiliki karakteristik berbeda. Goncalo sangat dinamis, dan itulah yang akhirnya dia tunjukkan kepada kami," kata juru taktik 68 tahun itu, dikutip dari Daily Mail.

 

Jadwal perempat final Piala Dunia 2022

  • Kroasia vs Brasil, Jumat (9/12), Pukul 22.00 WIB, di Education City Stadium, Doha
  • Belanda vs Argentina, Sabtu (10/12), Pukul 02.00 WIB, di Lusail Stadium, Lusail
  • Maroko vs Portugal, Sabtu (10/12), Pukul 22.00 WIB, di Al Thumama Stadium, Doha
  • Inggris vs Prancis, Ahad (11/12), Pukul 02.00 WIB, di Stadion Al Bayt, Al Khor

 

Adapun Ramos tak mau  besar kepala. Ia tetap menghormati Ronaldo sebagai senior dan kapten tim. Ramos bahkan tidak mau memikirkan akan kembali dipercaya sebagai starter atau tidak di babak perempat final. "Cristiano, sebagai kapten, selalu melakukan hal yang sama. Dia membantu kami, menyemangati kami, tidak hanya saya, tapi juga rekan setim saya," ujar Ramos.