vp,,rm
Hikmah hari ini | Republika

Hikmah

Hidup Saling Menguatkan

Kita yang sesama orang beriman, kita adalah saudara yang mesti saling menguatkan.

OLEH FAJAR KURNIANTO

Hari-hari ini, sebagian saudara kita tengah mendapatkan ujian dari Allah berupa bencana alam yang tak bisa dicegah oleh siapa pun. Ada yang berupa gempa bumi yang membuat lebih kurang 300 orang meninggal karena tertimbun longsoran atau tertimpa bangunan rumah yang roboh.

Ada pula yang diuji dengan gunung meletus, mengeluarkan awan panas yang membuat ribuan orang harus mengungsi, meninggalkan tempat tinggal darurat yang sudah tentu tidak senyaman di rumah sendiri.

Bagi orang yang tengah tertimpa musibah seperti itu, Rasulullah mengimbau untuk bersabar, karena itu adalah bentuk kasih sayang Allah. Beliau bersabda, “Sesungguhnya besarnya pahala itu sesuai dengan besarnya ujian, dan bahwa Allah apabila menyayangi atau mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Barang siapa yang ridha, maka Allah pun ridha kepadanya, dan barang siapa yang tidak ridha, maka Allah juga tidak ridha kepadanya.” (HR at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

Di hadis lain, Rasulullah bersabda, “Tiada seorang Muslim yang ditimpa musibah lalu ia mengatakan apa yang diperintahkan Allah (yaitu), ‘Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (sesungguhnya kita adalah milik Allah dan akan kembali kepada-Nya), ya Allah berilah aku pahala pada (musibah) yang menimpaku dan berilah ganti bagiku yang lebih baik daripadanya’, kecuali Allah akan memberikan kepadanya yang lebih baik.” (HR Muslim).

Adapun bagi kita yang tidak mengalami bencana tersebut, menjadi kewajiban kita sebagai orang beriman untuk membantu kesulitan yang mereka alami, seperti dipesankan Rasulullah, “Barang siapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Sungguh Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR Muslim).

Membantu mereka dalam situasi semacam itu akan membuat mereka terhibur dan merasa bahwa mereka tidak sendiri. Melalui orang-orang yang membantu itulah, Allah menyalurkan kasih sayang-Nya.

Karena itu, dalam hadis dikatakan bahwa membuat orang yang tengah dirundung kesusahan atau duka nestapa menjadi gembira dan bahagia, itu termasuk amal yang paling mulia. Rasulullah ditanya oleh sahabatnya, “Amal apakah yang paling mulia?” Beliau menjawab, “Menyenangkan saudaramu yang muslim.” (HR al-Baihaqi).

Menyenangkan orang lain berarti menularkan energi positif dan semangat. Bahwa bencana atau musibah pasti akan dialami oleh setiap orang, khususnya orang beriman, dengan beragam bentuknya. Semakin kuat iman seseorang, semakin besar juga ujiannya. Hal itu bertujuan agar keimanannya semakin meningkat di sisi Allah.

Sementara bagi yang tergerak untuk membantu, ini menyadarkannya untuk peduli dan berempati. Sebab, pada hakikatnya, kita disatukan oleh ikatan kemanusiaan, sama-sama manusia ciptaan Allah yang mesti saling membantu.

Apalagi, kita yang sesama orang beriman, kita adalah saudara yang mesti saling menguatkan. Rasulullah bersabda, “Antara seorang mukmin dengan mukmin yang lainnya adalah bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan satu sama lainnya.” (HR at-Tirmidzi). //Wallahu a’lam//. n

Tip untuk Ojek Online

Ojek online juga harus tetap profesional melakukan tugasnya melayani semua penumpang.

SELENGKAPNYA

Cerita Para Relawan yang Rela Cuti demi Menolong

Menjadi relawan bencana merupakan kebanggaan karena membantu warga yang terdampak gempa.

SELENGKAPNYA

Multilateralisme Ekonomi Halal Intra-OKI

Meningkatkan kolaborasi perdagangan intra-OKI adalah kunci agar kawasan ini menjadi lebih tangguh.

SELENGKAPNYA