Perajin membatik di sela-sela peresmian UMKM Center BSI di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (21/7/2022). | ANTARA FOTO/Zabur Karuru

Opini

Jihad Ekonomi Ala Erick Tohir

Pembentukan BSI dalam konteks ini merupakan jihad ekonomi.

ARIEF ROSYID HASAN, Ketua Umum PB HMI 2013-2015 dan Pendiri Inisiatif Ekonomi Masjid

Dalam halal bi halal Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI), Fachry Ali, cendekiawan Muslim, menyampaikan, pada 1912 Indonesia menciptakan sejarah baru yang menandai kebangkitan ekonomi bangsa melalui Sarekat Islam (SI).

Berdirinya SI untuk mendorong jiwa entrepreneur dan kesejahteraan masyarakat pribumi, yang pada masa itu didominasi pedagang asing. Negara kolonialis yang menerima investor dari luar dengan kucuran dana sangat besar, hanya menjadikan masyarakat pribumi sebagai buruh.

Perjuangan SI  membangkitkan perekonomian pribumi itu terhenti karena pecah akibat terlalu dini bertransformasi menjadi partai politik.

Dampaknya, kelas menengah Muslim tak pernah terbentuk. Hingga memasuki kemerdekaan pada 1945, yang dimiliki bangsa ini kaum terdidik, seperti Sukarno, Hatta, Natsir, dan sebagainya, tetapi belum memiliki kaum entrepreneur.  

 

 
Perjuangan SI  membangkitkan perekonomian pribumi itu terhenti karena pecah akibat terlalu dini bertransformasi menjadi partai politik.
 
 

 

Pada masa Orde Baru, negara membuka peluang bagi siapa saja yang efisien. Soeharto dengan gagasan efesiensinya menjadikan masyarakat yang tak memiliki latar belakang entrepreneur tersebut semakin ciut, dengan membuka peluang bagi investor luar untuk menang.

Hingga muncul BUMN dengan kekhasannya dalam mendorong perekonomian.  Menteri BUMN Erick Thohir melalui idealismenya terus mendorong UMKM serta mewanti-wanti masyarakat untuk terus berbelanja produk lokal.

Ia menggagas penyatuan bank syariah dan menciptakan Bank Syariah Indonesia (BSI). Dalam hal ini, yang dilakukan Erick pengejewantahan cita-cita SI. Pembentukan BSI dalam konteks ini merupakan jihad ekonomi.

Konsolidasi kekuatan ini tak pernah terjadi sepanjang sejarah politik ekonomi Indonesia. BUMN  adalah ujung tombak, struktur yang khas dalam sektor perekonomian. BUMN senjata ekonomi sekaligus alat yang menjadi benteng dari sistem ekonomi kapitalis.

 

 
Dalam hal ini, yang dilakukan Erick pengejewantahan cita-cita SI. Pembentukan BSI dalam konteks ini merupakan jihad ekonomi.
 
 

 

Erick telah membuktikannya. Ia menjadi tokoh sejarah dalam perjalanan kebangkitan ekonomi bangsa yang telah lama dirongrong elite asing.

Mandiri ekonomi

Bangsa yang merdeka dapat dilihat dari keadaan politik, ekonomi, dan budayanya. Dalam konteks kenegaraan, pemikiran Sukarno tertuang dalam Trisakti, yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Politik, ekonomi, dan budaya menentukan kekuatan dan perkembangan suatu bangsa. Penulis melihat, ekonomi menjadi penggerak kemandirian suatu bangsa. Pertanyaannya, bagaimana ekonomi mampu mewujudkan tatanan masyarakat berdikari dan berdaulat?

Apakah kita siap meneruskan cita-cita mulia tersebut untuk kemajuan umat dan bangsa? Sebab pada dasarnya, ekonomi adalah tentang bagaimana dinamika kehidupan bersosial dan politik berintegritas sehingga mampu menempatkan demokrasi dengan benar.  

Kemandirian ekonomi terwujud saat negara bisa menanamkan ekonomi berkeadilan dan berkemakmuran. Dalam konteks inilah, kita harus memulai jihad ekonomi. Keputusan Erick membentuk BSI tepat, yang berdampak pada ekonomi rakyat.

 

 
Kemandirian ekonomi terwujud saat negara bisa menanamkan ekonomi berkeadilan dan berkemakmuran.
 
 

 

Erick menyatukan sistem perekonomian berbasis Islam dengan sistem kovensional. Hingga hari ini, ekonomi syariah jadi tren baru dengan data terbaru menyebutkan, potensi ekonomi syariah di Indonesia, rata-rata masuk peringkat 10 besar dunia.

Dua sektor ekonomi syariah Indonesia masuk lima besar dunia, yaitu makanan dan minuman halal serta fesyen. BSI peringkat ketujuh dengan aset terbesar di Tanah Air, mencapai Rp 251 triliun. Penghimpunan Dana Pihak Ketiga,  BSI di urutan serupa dengan nilai Rp 219 triliun.

Melihat potensi ekonomi syariah, Erick ingin masyarakat Indonesia tidak hanya menjadi tempat penampung komoditas syariah dari berbagai negara, tetapi menjadi produsen produk-produk syariah.

Mengatasi kesenjangan ekonomi

Perjuangan di bidang ekonomi ialah membangun kemandirian umat. Dalam mewujudkannya, kita lebih dahulu harus fokus pada pengurangan ketimpangan dan kesenjangan ekonomi. Dalam hal ini, BSI melakukan berbagai strategi dan inovasi, salah satunya dengan penguatan UMKM.

 

 
BSI berkomitmen mengurangi ketimpangan pendapatan UMKM dengan pelaku usaha besar.
 
 

 

BSI berkomitmen mengurangi ketimpangan pendapatan UMKM dengan pelaku usaha besar. Pelaku UMKM rata-rata memperoleh pendapatan Rp 58 juta per tahun, pendapatan pelaku usaha besar Rp 1,4 miliar per tahun.

Ketimpangan itu direspons  BSI melalui produk pembiayaan ataupun dari sisi pendidikan atau pendampingan, termasuk pengembangan pola kemitraan. UMKM jumlahnya 64,5 juta atau 99 persen dari total pelaku usaha Indonesia. Kontribusi UMKM terhadap PDB sebesar 60 persen.

Ini bukan hanya tugas BSI, melainkan kerja bersama dalam meningkatkan pendapatan UMKM. BSI juga menghidupkan masjid sebagai salah satu ekosistem ekonomi yang potensial.

Terlihat kecil, tapi berdampak besar pada penghasilan rakyat kecil. Mereka mendapatkan fasilitas dan wadah mengembangkan potensinya melalui kegiatan di masjid. Sudah saatnya kita melihat masjid lebih dari tempat shalat lima waktu.

Masjid bisa menjadi tempat berdagang, membangun kreativitas dari sektor apa pun. Masjid, pesantren, sekolah Islam, hingga berbagai ormas Islam telah dirangkul BSI ke dalam ekosistem Islam. Ini sangat penting, melihat potensinya yang mencapai Rp 4.375 triliun. 

Liga 1 Digelar Tanpa Penonton

Kapolri klaim sudah evaluasi penggunaan gas air mata di dalam stadion.

SELENGKAPNYA

Piala Dunia dan 'Harga Selangit'

Piala Dunia 2022 di Qatar menjadi turnamen sepak bola termegah sekaligus termahal yang pernah ada.

SELENGKAPNYA

Erick Perkuat CSR BUMN untuk Biayai Usaha Mikro

Erick mengatakan, rasio utang terhadap modal BUMN juga terus mengalami penurunan.

SELENGKAPNYA