Pedagang menata beras di kawasan Simprug, Jakarta, Jumat (2/12/2022). Badan Pusat statistik menyatakan stok beras surplus 1,7 juta ton dan cukup untuk meemenuhi kebutuhan nasional. | Republika/Putra M. Akbar

Kabar Utama

Impor Beras Opsi Terakhir 

Minimnya stok gabah di tingkat petani memicu kenaikan harga beras. 

JAKARTA -- National Food Agency (NFA) atau Badan Pangan Nasional menegaskan kebijakan impor beras menjadi pilihan terakhir untuk mengamankan stok di dalam negeri. Pemerintah akan terlebih dahulu memaksimalkan penyerapan beras dari para petani. 

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengatakan, kebijakan impor beras diputuskan bersama melalui rapat koordinasi terbatas. Arief menyampaikan, berdasarkan data Kerangka Sampel Area (KSA) dari Badan Pusat Statistik, produksi beras November-Desember 2022 mencapai sekitar tiga juta ton. Sementara, kebutuhan dalam dua bulan itu sebesar 5,06 juta ton, sehingga diproyeksikan terdapat defisit sekitar 2 juta ton.

Namun, jika diakumulasikan, produksi beras tahun ini diprediksi mencapai surplus sekitar 1,7 juta ton karena terdapat bulan-bulan yang mencapai puncak produksi tinggi. "Bulan November-Desember ini memang kekurangan pasokan, tapi masih ada beras yang dihasilkan dari bulan-bulan sebelumnya. Ada stok yang bisa dibawa," kata Arief, Jumat (2/12).

Hanya saja, Arief mengingatkan, musim panen raya baru terjadi pada Maret 2023. Oleh karena itu, opsi impor dilakukkan jika nantinya memang dibutuhkan untuk menjadi stok cadangan pemerintah di Bulog dalam mengamankan kebutuhan dalam negeri.

photo
Pedagang menunjukan beras di kawasan Simprug, Jakarta, Jumat (2/12/2022). Badan Pusat statistik menyatakan stok beras surplus 1,7 juta ton dan cukup untuk meemenuhi kebutuhan nasional. Republika/Putra M. Akbar - (Republika/Putra M. Akbar)

"Panen itu kan masih Februari-Maret. Jadi, masih ada 2-3 bulan ke depan yang harus diamankan. Jadi kita berpikir itu harus holistik. Bulog harus punya cadangan untuk intervensi di saat harga tinggi," katanya.

Perum Bulog menyatakan masih terus berupaya menyerap beras dalam negeri untuk memenuhi pasokan cadangan beras pemerintah (CBP). Kementerian Pertanian (Kementan) sebelumnya menyebut ada sebanyak 600 ribu ton beras yang tersedia dan dapat diserap oleh Bulog hingga Desember.

"Kita gerakkan seluruhnya dan sudah melakukan inventarisasi. Tidak tidak hanya by phone, tapi datang ke tempat. Ada atau tidak," kata Sekretaris Perusahaan Bulog Awaluddin Iqbal kepada Republika, kemarin.

Awaluddin mengatakan, periode akhir tahun memang waktunya bagi Bulog untuk melakukan penyerapan produksi beras secara besar-besaran. Periode puncak penyerapan biasa dilakukan pada Maret-Juni saat musim panen rendeng. Kemudian, Agustus-September di musim panen gadu, namun dengan jumlah yang lebih kecil. 

Adapun pada akhir tahun, Bulog biasanya melakukan penyaluran beras karena tren produksi di akhir tahun minim. Penyaluran dilakukan untuk menjaga stabilisasi harga agar tidak mengalami lonjakan.  Menurut dia, upaya penyerapan beras oleh Bulog pada dua musim panen tahun ini telah maksimal. 

Awaluddin menyebut, saat ini terdapat persoalan produksi beras. Sebab, tingkat konsumsi masyarakat cenderung tetap, yaitu sekitar 2,5 juta ton hingga 2,6 juta ton per bulan, namun harga beras bergerak naik.  "Harga tidak pernah bohong karena konsumsi pun flat," ujarnya.

photo
Pedagang merapikan beras di kiosnya di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Senin (7/11/2022). Bank Indonesia melalui Survei Pemantauan Harga, inflasi pada pekan pertama November 2022 diperkirakan sebesar 0,08 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Republika/Abdan Syakura - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

Dia menambahkan, ketersediaan stok beras selalul rendah di akhir tahun. Sekalipun terdapat panen, hasilnya tidak besar. Oleh karena itu, jikapun nanti dilakukan impor, ia meyakini tidak akan berpengaruh pada harga panen petani di dalam negeri karena stok yang minim.

"Periode November-Januari itu memang masa-masa kita lebih banyak mendistribusikan, sedangkan penyerapan besar-besaran itu selalu periode Maret-Juni saat musim panen. Memang seperti itu polanya," kata dia.

Harga beras naik

Harga beras di sejumlah daerah terpantau mengalami kenaikan. Di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, misalnya, kenaikan harga terjadi pada semua jenis beras. Kenaikan harga tersebut diiringi meningkatnya permintaan masyarakat. 

Pedagang beras di Pasar Mambo Kabupaten Indramayu, Jana, mengatakan, harga beras medium naik Rp 1.000 per kilogram menjadi Rp 10 ribu – Rp 11 ribu per kilogram. Harga beras premium juga naik di kisaran Rp 1.000 per kg menjadi Rp 11 ribu – Rp 12 ribu per kilogram. 

Jana mengatakan, kenaikan harga beras dipicu minimnya stok gabah di tingkat petani dalam sebulan terakhir. Hal itu seiring berakhirnya masa panen gadu 2022. Sedangkan musim tanam rendeng 2022/2023 di Kabupaten Indramayu, belum dimulai. Masa panen rendeng diperkirakan baru akan terjadi pada April 2023.

Selain stok yang minim, lanjut Jana, harga gabah kering giling (GKG) juga mengalami kenaikan, dari Rp 630 ribu per kg menjadi Rp 670 ribu – Rp 700 ribu per kg. Jana mengungkapkan, meski harga beras naik, namun permintaan beras dari masyarakat justru mengalami peningkatan. Pasalnya, bantuan pangan non tunai (BPNT) yang biasanya diterima warga dalam bentuk sembako, terutama beras dan telur, kini diberikan dalam bentuk uang tunai. ‘’Masyarakat jadi beli beras ke pasar,’’ terang Jana.

Jana menyebutkan, saat ini penjualannya naik menjadi 3,5-4 kuintal per hari. Padahal biasanya, penjualannya hanya di kisaran dua sampai tiga kuintal per hari.

photo
Pekerja menata karung berisi beras di Gudang Perum Bulog, Pulo Brayan Darat, Medan, Sumatera Utara, Rabu (9/11/2022). - (ANTARA FOTO/Fransisco Carolio)

Di daerah lainnya, harga beras di Pasar Cikurubuk, Kota Tasikmalaya, mulai mengalami kenaikan sejak sepekan terakhir. Naiknya harga beras diduga karena para petani di wilayah Tasikmalaya mengalami gagal panen.

Salah seorang pedagang beras, Aziz (50 tahun), mengatakan, harga beras termurah di tokonya sebesar Rp 11 ribu per kilogram. Namun, beras itu bukan kualitas terendah, melainkan kualitas medium.

"Kemarin-kemarin masih ada stok beras yang harganya Rp 9.000 per kilogram. Tapi sekarang pasokan sudah gak ada. Paling dari Bulog," kata dia, kemarin.

photo
Pedagang menata beras di kawasan Simprug, Jakarta, Jumat (2/12/2022). - (Republika/Putra M. Akbar)

Aziz mengungkapkan, harga beras dalam sepekan terakhir mengalami kenaikan. Ia mencontohkan, beras yang saat ini dijual seharga Rp 11 ribu per kg, sebelumnya dijual Rp 10 ribu per kg.  Menurut dia, naiknya harga beras dipicu adanya gagal panen. Oleh karena itu, ia harus mendatangkan pasokan beras dari wilayah lain, seperti dari Cirebon atau Indramayu. 

Kendati demikian, Aziz menyebut stok beras dalam posisi aman. "Hanya harganya naik," kata dia.

Salah seorang pembeli, Pungki (22), mengakui harga beras mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir."Walau naik Rp 1.000 per kg, tentu memberatkan. Harapannya bisa turun. Soalnya ini kan kebutuhan pokok," kata dia.

Mencari Pendamping Portugal Menuju 16 Besar

Korsel belum pernah mencetak lebih dari dua gol sepanjang keikutsertaan di Piala Dunia.

SELENGKAPNYA

Kegembiraan Melangit di Melbourne

Arnold percaya dengan kemampuan pasukannya yang ia sebut sebagai generasi emas.

SELENGKAPNYA

Kembalinya Sang Kandidat Juara

Argentina hanya memiliki waktu kurang dari 72 jam atau tiga hari untuk melawan Australia dalam babak 16 besar.

SELENGKAPNYA