Lionel Messi. | EPA-EFE/Ronald Wittek

Piala Dunia

Kembalinya Sang Kandidat Juara

Argentina hanya memiliki waktu kurang dari 72 jam atau tiga hari untuk melawan Australia dalam babak 16 besar.

DOHA -- Pernyataan Lionel Messi usai mengantarkan Argentina membungkam Meksiko, 2-0, akhir pekan lalu, ternyata bukan sekadar slogan kosong. Messi menyebut, Piala Dunia 2022 yang sesungguhnya untuk Argentina baru saja dimulai.

Pernyataan Messi itu muncul karena pada laga pembuka, Albiceleste sempat dikejutkan dengan kekalahan 1-2 dari Arab Saudi. Kekalahan itu menjadi coreng bagi publik Argentina dan juga penggemar sepak bola internasional. Catatan 36 laga tak terkalahkan pun langsung runtuh. Keraguan mencuat bahwa Argentina tidak akan mampu bertahan lebih lama di Qatar, tempat penyelenggaraan Piala Dunia 2022.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Leo Messi (@leomessi)

Perlahan tapi pasti, Argentina telah membuktikan bahwa mereka masih pantas untuk difavoritkan sebagai salah satu kandidat juara Piala Dunia 2022. Sinyal kembalinya sang kandidat juara itu dibuktikan di Stadion 974, Doha, Kamis (1/12) dini hari WIB.

Pada laga pamungkas Grup D tersebut, Argentina mengalahkan salah satu tim kuat Eropa, Polandia, dengan skor 2-0. Dua gol tersebut disumbang oleh Alexis Mac Allister dan Julian Alvarez. Sementara, satu peluang penalti gagal dieksekusi oleh Messi.

"Kemenangan pada laga sebelumnya (kontra Meksiko) membuat kami bisa sedikit lebih tenang. Kami bisa tampil lebih lepas dalam laga (lawan Polandia) ini," ujar Messi seusai laga, seperti dilansir Mundo Albiceleste.

“Kini, kami harus lebih tenang dalam menghadapi laga-laga berikutnya. Saya harap, kami bisa mempertahankan apa yang telah kami tampilkan dari laga ini," kata Messi kembali.

 
 
Saya tidak akan menggantinya dalam sebuah laga, kecuali atas permintaan dia sendiri.
 
 

Kendati tidak mencetak gol pada laga ini, Messi kembali menjadi motor utama permainan Albiceleste dalam membongkar pertahanan lawan. Bintang Paris Saint-Germain (PSG) itu mampu membuat lima peluang emas, dua peluang lebih banyak dari semua pemain pada laga tersebut. Pun, dengan lima kali mendribel sukses.

Dalam usia 35 tahun 159 hari, Messi tercatat menjadi pemain tertua yang mampu menciptakan setidaknya lima peluang dalam satu pertandingan Piala Dunia. Pemain berjuluk La Pulga itu sepertinya akan tetap menjadi andalan Albiceleste dalam kiprah di Piala Dunia 2022.

Pada usia yang tidak lagi muda dan sempat mengalami cedera, Messi disebut-sebut harus bisa mengatur menit bermain agar bisa tampil maksimal di Piala Dunia 2022. Dalam laga ini, pelatih Scaloni sempat melakukan sejumlah pergantian pemain, termasuk menarik Angel Di Maria.

Khusus untuk Messi, Scaloni mengatakan, akan menyerahkan semuanya kepada pemain dengan koleksi Ballon d'Or terbanyak sepanjang sejarah tersebut. "Saya tidak akan menggantinya dalam sebuah laga, kecuali atas permintaan dia sendiri," kata Scaloni, seperti dilansir Daily Mail.

 
 
Kami harus tenang dan menjalani pertandingan demi pertandingan.
 
 

Pelatih berusia 44 tahun itu mengeluhkan jadwal pertandingan babak 16 besar, yang berujung pada minimnya waktu untuk bisa memulihkan kondisi anak-anak asuhnya. Albiceleste hanya memiliki waktu kurang dari 72 jam atau tiga hari untuk bisa bersiap melakoni fase gugur pertama Piala Dunia 2022.

Lolos ke babak 16 besar sebagai juara Grup C, Albiceleste akan ditantang runner-up Grup D, Australia, di Stadion Ahmad bin Ali, Al Rayyan, Ahad (4/11) dini hari WIB.

"Sangat gila bahwa kami akan kembali merumput lebih dari dua hari, sebagai juara grup. Ini sudah masuk dini hari dan besok kami sudah harus bersiap. Kondisinya jauh dari ideal, tapi kami semua harus bisa memenuhi hal tersebut," ujar Scaloni.

Sementara itu, menghadapi Australia, Messi menyebut lawannya dalam babak gugur nanti tetap harus diwaspadai.

"Siapa pun bisa mengalahkan siapa pun, semuanya seimbang. Kami harus mempersiapkan permainan dengan cara terbaik seperti yang selalu kami lakukan," ujarnya, dikutip dari Sportsmole.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Selección Argentina (@afaseleccion)

"Kami harus tenang dan menjalani pertandingan demi pertandingan. Sekarang Piala Dunia lainnya dimulai dan mudah-mudahan kami dapat terus mempertahankan apa yang kami lakukan hari ini," kata Messi menambahkan.

Australia finis kedua di Grup D di belakang juara dunia saat ini, Prancis. Australia akhirnya finis di belakang Les Bleus hanya karena selisih gol, dengan pasukan Graham Arnold memenangkan dua dari tiga pertandingan grup mereka melawan Tunisia dan Denmark—mengalahkan yang terakhir 1-0 pada Rabu (30/11).

Desentralisasi dan Ilusi Demokrasi

Jawasentris merupakan akumulasi cara berpikir masyarakat, yang akhirnya terlegitimasi dan membudaya dalam konteks kandidasi presiden.

SELENGKAPNYA

Polemik Stok Beras

Harga beras sejak Juli lalu sampai November terus mengalami kenaikan.

SELENGKAPNYA

APBN 2023 Jadi ‘Benteng’ Hadapi Resesi Global

Kemendikbudristek mendapatkan alokasi APBN 2023 sebesar Rp 80,22 triliun.

SELENGKAPNYA