Pengungsi Palestina berebut makanan berbuka puasa yang didistribusikan oleh dapur amal selama bulan suci Ramadhan, di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, 26 Februari 2026. | EPA/HAITHAM IMAD

Internasional

BoP Mandul, Israel Terus Serang Gaza

Enam warga Gaza syahid dibunuh Gaza.

GAZA – Sekian lama Dewan Perdamaian alias Board of Peace (BoP) sudah dibentuk, Israel terus melakukan pelanggaran gencatan senjata. Setidaknya enam warga Palestina syahid dalam serangan pesawat tak berawak Israel yang menargetkan dua pos polisi di kamp pengungsi Bureij di Jalur Gaza tengah dan daerah al-Mawasi di Khan Younis di selatan. 

Serangan yang terjadi Kamis malam hingga Jumat ini dikutuk oleh Hamas karena melemahkan upaya mediator selama fase “gencatan senjata” yang dilanggar Israel hampir setiap hari sejak 10 Oktober.

Sumber medis di Kompleks Medis Nasser di Khan Younis melaporkan kedatangan empat jenazah dan beberapa orang terluka menyusul serangan militer Israel di pos pemeriksaan polisi di persimpangan al-Maslakh di al-Mawasi. Sumber itu mengatakan bahwa serangan tersebut terjadi di wilayah di luar kendali militer Israel, dan menggambarkan kondisi beberapa korban luka dalam kondisi kritis.

Di Jalur Gaza tengah, sumber medis di Rumah Sakit Shuhada Al-Aqsa di Deir al-Balah mengonfirmasi bahwa jenazah dua warga Palestina yang terbunuh dan beberapa korban tiba di rumah sakit menyusul serangan pesawat tak berawak Israel yang menargetkan sekelompok orang di utara kamp pengungsi al-Bureij.

Juru bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan bahwa meningkatnya jumlah kematian akibat pemboman Israel yang sedang berlangsung di Jalur Gaza mencerminkan “pengabaian terang-terangan pendudukan Zionis terhadap upaya mediator, dan pengabaian sepenuhnya terhadap Dewan Perdamaian dan perannya”.

photo
Pengungsi Palestina berebut makanan berbuka puasa yang didistribusikan oleh dapur amal selama bulan suci Ramadhan, di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, 26 Februari 2026. - (EPA/HAITHAM IMAD)

Qassem menambahkan, dalam sebuah pernyataan, bahwa Israel terus melanjutkan perang pemusnahannya terhadap rakyat Palestina, meskipun ada beberapa perubahan dalam bentuk dan metode. “Pembicaraan negara-negara penjamin untuk menghentikan perang tidak memiliki substansi nyata di lapangan”.

Sejak perjanjian gencatan senjata mulai berlaku pada siang hari tanggal 10 Oktober 2025, pasukan pendudukan telah membunuh sedikitnya 618 warga Palestina dan melukai 1.663 lainnya. Jenazah 726 warga Palestina telah diambil dalam periode yang sama.

Israel telah melancarkan serangan militer di Jalur Gaza sejak Oktober 2023, menewaskan sedikitnya 72.082 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan melukai 171.761 lainnya. Selain itu, setidaknya 10.000 orang masih belum ditemukan, diperkirakan tewas di bawah reruntuhan rumah mereka di seluruh Jalur Gaza.

Agresi Israel juga mengakibatkan hampir dua juta orang dari seluruh Jalur Gaza terpaksa mengungsi, dengan sebagian besar pengungsi terpaksa mengungsi ke kota Rafah di bagian selatan yang padat penduduknya dekat perbatasan dengan Mesir – yang menjadi eksodus massal terbesar di Palestina sejak Nakba tahun 1948.

Sementara itu, Israel telah memerintahkan 37 kelompok bantuan untuk menghentikan operasi di wilayah pendudukan, sebuah tindakan yang digambarkan berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi warga Palestina, kecuali mereka menyerahkan rincian pribadi tentang staf Palestina pada Ahad 1 Maret ini.

photo
Pengungsi Palestina berebut makanan berbuka puasa yang didistribusikan oleh dapur amal selama bulan suci Ramadhan, di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, 26 Februari 2026. - (EPA/HAITHAM IMAD)

Organisasi-organisasi tersebut memperingatkan bahwa peraturan ini dapat membahayakan karyawan, membahayakan netralitas kemanusiaan, dan melanggar peraturan perlindungan data Eropa.

Tujuh belas LSM internasional, termasuk Doctors Without Borders, Oxfam, Dewan Pengungsi Norwegia, dan CARE International, telah menentang perintah tersebut di Mahkamah Agung Israel, dengan mengatakan bahwa mereka mungkin terpaksa menghentikan operasinya.

Oxfam International mengatakan pada hari Selasa bahwa penutupan paksa operasi bantuan di Gaza dan wilayah pendudukan Palestina lainnya dapat dimulai pada hari Sabtu. “Dampaknya akan langsung terasa, tidak hanya mencakup organisasi individual, tetapi juga sistem kemanusiaan yang lebih luas,” Oxfam memperingatkan.

“Di Gaza, keluarga-keluarga masih bergantung pada bantuan eksternal di tengah berlanjutnya pembatasan masuknya bantuan dan serangan baru di daerah padat penduduk,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, serangan militer, pembongkaran, pengungsian, perluasan pemukiman dan kekerasan pemukim mendorong meningkatnya kebutuhan kemanusiaan,” tambahnya.

Tekanan dari Israel terhadap kelompok kemanusiaan internasional telah meningkat selama bertahun-tahun dan meningkat tajam setelah tanggal 7 Oktober 2023.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat