Ekonomi
Industri Logistik Jadi Alternatif Wirausaha Baru
Logistik membuka peluang wirausaha bagi berbagai kalangan.
JAKARTA – Pertumbuhan perdagangan digital mendorong meningkatnya kebutuhan layanan pengiriman barang sekaligus membuka peluang usaha baru di sektor logistik. Kondisi tersebut membuat bisnis kemitraan agen pengiriman mulai dilirik, tidak hanya oleh pelaku usaha, tetapi juga generasi muda yang ingin membangun usaha sendiri.
Salah satu contohnya terlihat di Pontianak, Kalimantan Barat. Seorang mahasiswa yang kini telah lulus kuliah memilih merintis usaha sebagai agen pengiriman sejak masih menempuh pendidikan tinggi dan terus mengembangkan usahanya seiring meningkatnya permintaan layanan logistik.
Yoel Abraham, mitra agen Lion Parcel di Pontianak, mengatakan, ia mulai menjalankan usaha tersebut sekitar tiga tahun lalu karena melihat industri logistik memiliki prospek yang baik dengan kebutuhan investasi yang relatif terjangkau.
“Saat masih kuliah, saya cari peluang bisnis yang modalnya gak terlalu besar, dan Lion Parcel jadi pilihan karena biaya pendaftaran agennya terjangkau. Saya juga melihat keunggulan dari sisi jaringan pengirimannya yang luas dan didukung penerbangan. Ini sangat relevan dengan kebutuhan di Pontianak yang banyak mengirim makanan khas seperti kue lapis, kue bingke, lempok durian, dan hekeng yang membutuhkan layanan pengiriman cepat agar produk sampai dengan aman,”ujar Yoel.
Menurut Yoel, tantangan terbesar pada awal usaha adalah membagi waktu antara perkuliahan dan operasional agen, sekaligus mempelajari industri logistik yang sebelumnya tidak pernah ia tekuni.
“Saya benar-benar belajar logistik dari nol. Untungnya, ada tim Lion Parcel sangat membantu dan membimbing saya sejak awal. Bahkan sampai sekarang, kalau ada kendala pun selalu dibantu sampai tuntas,” ujarnya.
Setelah lulus, Yoel mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan pelanggan. Upaya tersebut membuat bisnisnya berkembang hingga mencatat omzet puluhan juta rupiah per bulan.
Peluang serupa juga dimanfaatkan Suwandy, mitra agen lainnya di Pontianak. Ia mulai menjalankan usaha tersebut setelah pandemi Covid-19 menekan omzet bisnis yang sebelumnya dijalankan.
“Dulu saya tertarik jadi agen mkarena daftarnya mudah dan biayanya juga terjangkau. Selain itu, pertimbangan saya karena jangkauan pengirimannya luas, bisa kirim dari Pontianak ke seluruh wilayah Indonesia. Pelanggan juga banyak memberikan respons positif sehingga banyak yang repeat order dan menjadi pelanggan tetap. Saat ini, agen saya bisa memproses ratusan paket per hari,” ujar Suwandy.
Chief Retail Officer Lion Parcel Febri Andika mengatakan, meningkatnya kebutuhan layanan pengiriman membuat sektor logistik memiliki ruang untuk menghadirkan lebih banyak pelaku usaha baru melalui skema kemitraan.
“Kami percaya peluang membangun usaha seharusnya dapat diakses oleh siapa saja. Karena itu, kemitraan agen dirancang agar mudah dijangkau oleh masyarakat dari berbagai latar belakang, dengan investasi mulai dari Rp10 juta serta didukung proses pendaftaran yang mudah. Kami berkomitmen mendampingi setiap mitra sejak awal melalui pelatihan dan berbagai program pengembangan berkelanjutan agar mereka tidak hanya memulai bisnis, tetapi juga memiliki kesempatan untuk terus bertumbuh bersama Lion Parcel,” ujar Febri.
Menurutnya, berkembangnya bisnis agen logistik menunjukkan pertumbuhan sektor pengiriman tidak hanya menciptakan kebutuhan layanan bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang wirausaha baru bagi berbagai kalangan, mulai dari generasi muda hingga pelaku usaha yang ingin menambah sumber pendapatan.
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
