Warga menggotong jenazah di tengah kehancuran akibat serangan udara Israel di Arab Salim, Lebanon selatan, 6 September 2026. | EPA/STRINGER

Internasional

Israel Terus Bunuh Anak-Anak di Gaza dan Lebanon

Seorag gadis kecil dibunuh Israel pada hari pertama bersekolah di Gaza.

GAZA – Israel terus melancarkan serangan dan melanggar kesepakatan gencatan senjata di Gaza dan selatan Lebanon. Dalam serangan awal pekan ini, anak-anak jadi korban di kedua wilayah tersebut.

Setidaknya sembilan orang dilaporkan syahid dan lima lainnya terluka dalam serangan Israel di dekat Nabatieh, Lebanon selatan, menurut laporan media Lebanon Al Jadeed pada Senin. Menurut Al Jadeed, dua bayi termasuk di antara korban jiwa, dan salah satu serangan menghantam sebuah bangunan tempat tinggal.

Tim penyelamat bekerja sepanjang malam di tengah reruntuhan, menggunakan alat berat untuk mencari orang-orang yang terjebak di bawah puing-puing serta mencari korban lainnya.

Surat kabar Lebanon An-Nahar menggambarkan situasi malam itu sebagai masa yang sangat sulit di distrik Nabatieh dan melaporkan bahwa serangan tidak hanya terjadi di Kfar Roummane.

Menurut surat kabar tersebut, wilayah Nabatieh al-Fawqa, Arab Salim, dan Jabal al-Rafi juga menjadi sasaran serangan, sementara aktivitas Israel juga dilaporkan terjadi di kawasan Zawtar al-Sharqiyah.

Serangan pada Ahad itu merupakan pelanggaran terbaru oleh Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata yang dicapai di bawah naungan AS pada 26 Juni. Kesepakatan tersebut mengatur penarikan bertahap pasukan pendudukan Israel dari wilayah Lebanon serta pengerahan tentara Lebanon.

photo
Warga menggotong jenazah di tengah kehancuran akibat serangan udara Israel di Arab Salim, Lebanon selatan, 6 September 2026. - (EPA/STRINGER)

Namun, pasukan pendudukan Israel terus menduduki sejumlah posisi di Lebanon selatan sembari melancarkan serangan udara, serangan artileri, serangan pesawat nirawak (drone), penghancuran bangunan, dan operasi militer lainnya.

Serangan-serangan terkini mencakup penghancuran dan perataan rumah serta infrastruktur menggunakan buldoser, juga pembakaran lahan pertanian. Menurut pihak berwenang Lebanon, operasi militer Israel sejak 2 Maret telah menewaskan lebih dari 4.000 orang, melukai lebih dari 12.000 orang, dan menyebabkan lebih dari satu juta orang mengungsi.

Sementara, seorang anak perempuan Palestina dan ayahnya syahid pada Ahad dalam serangan Israel yang menyasar sebuah kendaraan di Kota Gaza, tepat pada hari yang menjadi hari pertama sekolah bagi anak tersebut. Buku-buku sekolahnya ditemukan di antara puing-puing kendaraan yang berlumuran darah.

Quds News Network melaporkan bahwa Yousef Akila dan putrinya yang berusia enam tahun, Wafaa, syahid dalam serangan Israel yang menargetkan kendaraan mereka di sebelah barat Kota Gaza pada hari pertama tahun ajaran sekolah.

photo
Wafaa Akila (6 tahun), anak yang dibunuh Israel saat pulang sekolah pada hari pertamanya di barat Kota Gaza, Ahad (5/8/2026). - (X)

Mohamed Abu Selmia, kepala Rumah Sakit Al Shifa—fasilitas medis terbesar di wilayah tersebut—mengiyakan bahwa serangan udara itu menghantam sebuah kendaraan di bagian barat Kota Gaza, menewaskan Youssef Akila beserta putrinya, Wafaa, serta melukai enam orang lainnya.

Juga pada Ahad, dua serangan terpisah Israel menewaskan dua orang lainnya, termasuk seorang anak di Kota Gaza, menurut keterangan petugas medis.

Mereka menambahkan bahwa serangan Israel menewaskan setidaknya satu pria di dekat perusahaan telekomunikasi di sebelah timur Kota Gaza, sementara tembakan tank Israel yang diarahkan ke sebuah sekolah tempat pengungsian keluarga-keluarga terlantar menewaskan seorang anak perempuan berusia tujuh tahun; dengan demikian, jumlah korban tewas pada Ahad mencapai sedikitnya empat orang.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, sebanyak 272 anak syahid dalam serangan Israel di seluruh Jalur Gaza hingga 16 Agustus, sementara 1.174 lainnya terluka. Di antara para korban juga terdapat 135 perempuan, 39 lansia, dan 819 laki-laki.

Pasukan Israel terus melakukan genosida terhadap warga Palestina dengan sengaja menargetkan anak-anak di Jalur Gaza, demikian temuan Komisi Penyelidikan independen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

photo
Warga Palestina menghadiri pemakaman massal bagi 100 orang, termasuk puluhan anak-anak, di kawasan Al-Zaytun (Zeitoun), Kota Gaza, Jalur Gaza, pada 6 September 2026. - (EPA/MOHAMMED SABER)

Dalam laporan yang diterbitkan pada bulan Juni, Komisi Penyelidikan independen PBB—yang tahun lalu menyimpulkan bahwa Israel telah melakukan genosida di Gaza—menemukan bahwa pasukan Israel terus melakukan genosida terhadap warga Palestina dengan sengaja menargetkan anak-anak di Jalur Gaza.

Laporan tersebut menyatakan bahwa serangan Israel terus menyebabkan "kematian, cedera, dan trauma yang belum pernah terjadi sebelumnya" bagi anak-anak Palestina.

Pada bulan Agustus, badan PBB untuk urusan anak-anak menyatakan bahwa setidaknya 300 anak telah tewas di Gaza dalam kurun waktu sekitar 300 hari sejak apa yang disebut sebagai "gencatan senjata" diumumkan pada 10 Oktober 2025—rata-rata satu anak setiap harinya.

Ratusan lainnya terluka, banyak di antaranya mengalami luka parah, ungkap UNICEF dalam sebuah pernyataan. "Gencatan senjata yang mengakibatkan rata-rata satu anak tewas setiap harinya adalah kegagalan bagi anak-anak," ujar Edouard Beigbeder, Direktur Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara.

"Anak-anak di Gaza masih menantikan berakhirnya kekerasan yang telah dijanjikan kepada mereka."

Dalam satu serangan di wilayah barat Kota Gaza pada 2 Agustus, warga menemukan jenazah bayi yang belum lahir dari balik reruntuhan setelah serangan tersebut menewaskan seorang perempuan hamil, suaminya, dan putra mereka yang berusia lima tahun.

Lebih dari 64.000 anak syahid atau terluka di Gaza antara 7 Oktober 2023 dan 7 Oktober 2025, menurut data PBB.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat