Pemain Australia Mathew Leckie (kiri) berebut bola dengan pemain Prancis Kylian Mbappe | AP/Frank Augstein

Piala Dunia

Kegembiraan Melangit di Melbourne

Arnold percaya dengan kemampuan pasukannya yang ia sebut sebagai generasi emas.

OLEH AFRIZAL ROSIKHUL ILMI

Langit Melbourne dipenuhi kabut warna-warni dari suar yang dinyalakan oleh ribuan pendukung timnas Australia yang berhasil memastikan tempat dalam babak 16 besar Piala Dunia 2022 pada Rabu (30/11) malam WIB.

Ribuan orang berkumpul di Federation Square Melbourne pada tengah malam untuk menyaksikan kemenangan Australia 1-0 atas Denmark melalui layar lebar. Mereka menari dalam cahaya kembang api disertai kepulan asap saat Socceroos—julukan timnas Australia—mengakhiri penantian 16 tahun.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Mathew Leckie (@lecks.7)

Terakhir kali Australia mampu melaju ke babak gugur adalah pada Piala Dunia edisi 2006. Kala itu, mereka tergabung di Grup F bersama Brasil, Kroasia, dan Jepang. Dan, pada edisi kali ini, Australia menjadi perwakilan Grup C bersama Prancis, menyingkirkan Tunisia dan Denmark.

Australia finis di posisi kedua dengan enam poin, sejajar dengan juara grup Prancis setelah juara dunia itu kalah 1-0 dari Tunisia pada hari yang sama. Tunisia sebetulnya menutup pertandingan grup dengan tambahan tiga poin usai kemenangan tersebut, tapi kemenangan Australia mengubur mimpi mereka untuk lolos ke fase gugur.

Mathew Leckie menjadi man of the match pada pertandingan tersebut setelah menjadi pahlawan Socceroos berkat gol tunggalnya pada menit ke-60. Pemain Melbourne City FC itu mengaku bangga bisa berbuat sesuatu untuk bangsa dan negaranya.

 
 
Tidak masalah apa yang mereka lemparkan kepada kami, kami tidak kebobolan. Kami akan memanfaatkannya malam ini.
 
 

"Saya bangga, lelah, semuanya benar-benar sulit untuk menggambarkan emosi saat ini," kata Leckie kepada penyiar Australia SBS, Kamis (1/12).

"Kami selalu tahu kami bisa melakukannya sebagai grup. Kami memiliki keraguan, tetapi semangat kami, keyakinan kami, etos kerja kami, dan seberapa dekat kami sebagai grup terlihat di lapangan," ujarnya menambahkan.

Leckie mengatakan, Socceroos berjuang habis-habisan, terutama dalam 20 menit terakhir, untuk mempertahankan keunggulan mereka. Denmark terus menekan hingga akhir untuk menyamakan kedudukan. Tim asuhan Graham Arnold pun berhasil menjaga keunggulan hingga peluit akhir pertandingan.

"Tidak masalah apa yang mereka lemparkan kepada kami, kami tidak kebobolan. Kami akan memanfaatkannya malam ini, tapi kemudian semuanya tentang pemulihan," kata Leckie.

Arnold percaya hasil kemenangan tim harus dijunjung tinggi. Ia juga memberikan pujian khusus kepada bek tengah Stoke kelahiran Skotlandia, Souttar. Pelatih juga mengaku sangat bangga dan bahagia melihat euforia dari para pendukung Socceroos yang turut merayakan kemenangan mereka.

 
 
Mungkin kita berbicara tentang generasi emas baru sekarang karena telah mendengarkan generasi emas tahun 2006 yang mendapat empat poin. Dan, sekarang kita mendapat enam poin. 
 
 

"Saya sangat bangga dan bahagia, inilah gunanya Piala Dunia FIFA. Saat Piala Dunia Kriket berlangsung, Anda tidak melihat Federation Square (di Melbourne) seperti ini dan pub seperti itu, atau apakah itu rugby union, liga rugbi, atau apa pun," kata Arnold.

"Piala Dunia sepak bola menyatukan sebuah bangsa dan saya bangga bahwa kami dapat membuat orang-orang tersenyum. Ini pertama kalinya tim Australia memenangkan dua pertandingan di Piala Dunia berturut-turut," ujarnya.

Pasukan Graham Arnold selanjutnya akan menghadapi juara Grup C, Argentina. La Albiceleste mengamankan posisi teratas di Grup C setelah kemenangan 2-0 atas Polandia pada matchday ketiga, Kamis dini hari WIB. Meskipun akan menghadapi salah satu tim favorit, Arnold percaya dengan kemampuan pasukannya yang ia sebut sebagai generasi emas.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Socceroos (@socceroos)

"Mungkin kita berbicara tentang generasi emas baru sekarang karena kita telah mendengarkan dan mendengar tentang generasi emas tahun 2006 yang mendapat empat poin. Dan, sekarang kita mendapat enam poin, jadi mungkin kita berbicara tentang generasi baru," kata Arnold.

"Akan ada sedikit mabuk dan kegembiraan dengan para penggemar Australia," ujar Arnold. "Ini luar biasa," katanya.

Operasi Densus 88 Seusai Shalat Subuh

Densus 88 pun langsung bergerak untuk penggeledahan di rumah terduga teroris.

SELENGKAPNYA

APBN 2023 Jadi ‘Benteng’ Hadapi Resesi Global

Kemendikbudristek mendapatkan alokasi APBN 2023 sebesar Rp 80,22 triliun.

SELENGKAPNYA

Drama dan Tekanan Menuju Babak 16 Besar

Kontroversi, polemik, drama, dan kejutan telah mewarnai perjalanan edisi perdana Piala Dunia.

SELENGKAPNYA