Jemaah melaksanakan ibadah Sholat Jumat di Masjid Al Ukhuwah, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Jumat (15/1). Pemerintah Kota Bandung memberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara proporsional di tempat ibadah dengan membatasi ju | ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA

Fatwa

Posisi Jari Ketika Tasyahud Akhir

Mazhab Maliki berpendapat menggerakkan jari telunjuk secara terus-menerus ke kanan dan kiri.

Oleh IMAS DAMAYANTI 

Setelah melakukan sujud kedua pada rakaat ketiga shalat Maghrib atau rakaat keempat shalat Zhuhur/Ashar/Isya, gerakan dalam shalat selanjutnya adalah duduk tasyahud akhir sambil membaca takbir. Tasyahud berarti kesaksian iman, juga dikenal sebagai at-tahiyyat. Ini adalah bagian dari bacaan shalat saat orang duduk di tanah menghadap kiblat, memuliakan Allah, Rasulullah, dan hamba-hamba Allah yang saleh diikuti membaca dua kalimat syahadat. Bacaan itu diikuti oleh bacaan shalawat.

Tasyahud berbeda dengan duduk iftirasy atau antara dua sujud. Iftirasy adalah duduk dalam shalat dengan cara duduk di atas telapak kaki kiri dan telapak kaki kanan ditegakkan. Duduk iftirasy ini dilakukan pada waktu duduk di antara dua sujud ketika duduk setelah bangkit dari sujud kedua pada rakaat pertama dan ketiga dan ketika duduk tasyahud awal.

Kedua, duduk tawarruk atau tasyahud, yaitu duduk dengan cara memajukan kaki kiri di bawah kaki kanan dan menegakkan telapak kaki kanan. Duduk semacam ini dilakukan pada waktu tasyahud akhir.

Dalam masalah duduk iftirasy dan duduk tawarruk ini ada perbedaan pendapat di kalangan imam mazhab. Menurut mazhab asy-Syafi’i, duduk macam apa pun yang dilakukan oleh seseorang dalam shalat maka shalatnya sah dan disunahkan duduk iftirasy, sedangkan pada tasyahud kedua disunahkan duduk tawarruk.

Mazhab Maliki berpendapat bahwa dalam shalat disunahkan duduk tawarruk, yaitu dengan cara meletakkan pinggul sebelah kiri, dan memasukkan kaki kiri di bawah kaki kanan serta menegakkan telapak kaki kanan. Sedangkan, mazhab Hambali berpendapat bahwa disyariatkan duduk iftirasy pada duduk tasyahud pertama dalam shalat yang memiliki dua tasyahud dan pada duduk tasyahud kedua disyariatkan duduk tawarruk.

M Masrur dalam buku Memahami Arti Bacaan Shalat menjabarkan tata cara duduk tasyahud akhir versi sejumlah mazhab fikih. Mazhab Syafi'i. Menggenggam jari jemari tangan kanan kecuali telunjuk, menunjuk pada lafaz illa Allah terus mengangkat telunjuk tanpa menggerakkannya hingga salam. Pandangan ke arah jari telunjuk. 

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Belajar Sholat (@belajarsholatcom)

Mazhab Maliki, menekuk jari jemari kecuali telunjuk dan jempol. Menggerakkan jari telunjuk secara terus-menerus ke kanan dan kiri dengan gerakan sedang. Mazhab Hanafi, menunjuk dengan jari telunjuk sebelah kanan saja. Jari telunjuk diangkat ketika lafaz laa Ilaha, lalu menurunkannya ketika lafaz illa Allah

Mazhab Hambali, menekuk jari kelingking dan jari manis, melingkarkan jempol dan jari tengah, menunjuk dengan jari telunjuk pada tasyahud dan doa ketika menyebut lafaz Allah tanpa menggerakkannya.  

Bacaan tasyahud akhir: 

Attahiyyatul-mubaraktus shalawatut thayyibatulillah. Assalamu alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh. Assalamu alaina wa ala ibadillahis sholihin. Asyhadu an laa ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadan rasulullah.

Allahumma shalli ala muhammad, wa ala ali muhammad, kama shollaita ala ibrahim wa ala ali ibrahim, wa barik ala muhammad wa ala ali muhammad kama barakta ala ibrahim wa ala ali ibrahim fil alamina innaka hamidun majid.

 

Makna Hakikat Tanda Sujud

Vibrasi positif yang memancar di dalam wajah ahl al-shalat mampu memancarkan energi positif

SELENGKAPNYA

Mengoptimalkan Pasar Lokal

Selama masa pandemi belakangan ini, tren lamanya menginap para wisatawan bergeser semakin panjang. 

SELENGKAPNYA

Musibah Buka Peluang Pahala

SELENGKAPNYA