Warga melihat kondisi rumah yang rusak akibat gempa di Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (22/11/2022). Gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengakibatkan sejumlah rumah dan jalan rusak parah di Desa Sarampad. Akib | Republika/Putra M. Akbar

Laporan Utama

Musibah Buka Peluang Pahala

Allah SWT memiliki maksud dan tujuan kepada manusia atas takdir ataupun ujian yang diturunkan. Bagi setiap orang yang beriman, sudah seyogianya untuk tetap mengingat kebesaran dan kasih sayang Allah dalam kondisi apa pun.

Musibah, apa pun bentuknya, merupakan keniscayaan yang dapat menghampiri setiap individu. Hanya dalam menghadapi musibahlah manusia berbeda-beda melewatinya. Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana Islam mengajarkan pemulihan pasca-bencana, Wartawan RepublikaImas Damayanti, mewawancarai Imuwan Psikologi Muslim Indra Kusumah, Rabu (23/11).

photo
Indra Kusumah - (Dokpri)

Apa yang dilakukan orang beriman ketika menghadapi bencana?

Merujuk pada Alquran Surah al-Baqarah ayat 155-156, ada dua hal yang dilakukan orang beriman ketika mendapatkan musibah bencana. Yaitu, yang pertama, menyadari kejadian ini adalah takdir Allah SWT dan ridha dengan takdir tersebut. Hal ini direpresentasikan ucapan innalillahi wa inna ilaihi rajiun sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.

Kedua, sabar. Ini terkait self control (pengendalian diri) sehingga semua respons yang dilakukan tetap terkendali. Sabar menjadikan ambang batas stres seseorang menjadi tinggi sehingga stressor berupa musibah tidak mengganggu stabilitas psikologisnya.

 
Sabar. Ini terkait self control (pengendalian diri) sehingga semua respons yang dilakukan tetap terkendali.
 
 
SHARE    

Sabar terkait erat dengan konsep psikologi, yaitu resiliensi, yaitu suatu usaha dari individu sehingga mampu beradaptasi dengan baik terhadap keadaan yang menekan sehingga mampu untuk pulih dan berfungsi optimal dan mampu melalui kesulitan.

Bagaimana caranya agar keimanan semakin bertambah ketika menghadapi bencana?

Dalam situasi terguncang karena bencana, maka perbanyak zikir agar senantiasa terkoneksi dengan Sang Maha Pencipta dalam kondisi apa pun. Zikir akan meningkatkan kesadaran kita sehingga kita memiliki keterarahan dalam menghadapi bencana.

Sifat terpuji apa saja yang harus ada untuk menghadapi bencana?

 
Penerimaan adalah langkah awal solusi. Jangan denial  (menyangkal) apalagi menyalahkan Allah SWT.
 
 
SHARE    

Respons terhadap musibah biasanya dilakukan dengan tiga pendekatan. Pertama, pendekatan iman. Keyakinan bahwa musibah adalah takdir Allah SWT. Terima dan ridha dengan takdir Allah SWT tersebut. Tingkatkan hubungan dengan Allah SWT melalui amal ibadah.

Kedua, pendekatan ilmu. Musibah bisa dipelajari secara ilmiah terkait penyebab dan mitigasinya sehingga meminimalisasi korban jika terjadi lagi.

Ketiga, pendekatan kemanusiaan. Musibah membuka peluang pahala berupa amal, seperti peluang membantu sesama. Sedekah dan donasi untuk membantu korban bencana baik untuk dilakukan, bahkan jika memungkinkan turun langsung sebagai relawan membantu sesama korban bencana.

Bagaimana belajar melepaskan trauma dari bencana yang datang?

Ada beberapa hal yang harus dilakukan. Pertama, terima apa yang terjadi kepada kita sebagai akibat dari bencana tersebut. Terima dulu, ini yang paling penting. Penerimaan adalah langkah awal solusi. Jangan denial  (menyangkal) apalagi menyalahkan Allah SWT.

Kedua, let it go. Lepaskan gangguan emosi negatif dalam diri kita karena bencana tersebut. Secara sadar kita melepaskannya dengan rela. Memang tidak mudah, tapi kita harus belajar agar diri kita siap melepaskan trauma.

Jangan lupa juga berdoa kepada Allah SWT agar gangguan trauma dapat disembuhkan oleh-Nya.

PTSD (post traumatic stress disorder) biasanya terjadi setelah bencana dan bisa bertahan dalam diri seseorang dalam waktu lama. Apabila masih kebingungan dari sisi bagaimana caranya menerima dan melepaskan gangguan emosi negatif, sebaiknya menghubungi bantuan profesional seperti psikolog dan psikiater.

Ketentuan Bertayamum

Islam membolehkan seorang Muslim untuk bertayamum dalam kondisi tertentu.

SELENGKAPNYA

Senja Kala Mughal

Sesudah era Aurangzeb, kerajaan Islam ini terus mengalami degradasi.

SELENGKAPNYA

Dominasi Inggris di India

Melemahnya Kesultanan Mughal mengawali penjajahan Britania Raya atas tanah Hindustan.

SELENGKAPNYA