Karyawan hotel melayani pengunjung saat Hotel Expo di Paragon Mall, Solo, Jawa Tengah, Rabu (19/1/2022). | ANTARAFOTO/Maulana Surya

Safari

Mengoptimalkan Pasar Lokal

Selama masa pandemi belakangan ini, tren lamanya menginap para wisatawan bergeser semakin panjang. 

OLEH SANTI SOPIA

Minat masyarakat untuk bepergian kian meningkat, meski saat ini pandemi Covid-19 belum usai. Malah, kini kasus Covid-19 kembali merangkak naik. Walau pun begitu, perkembangan kepariwisataan terus bergerak, tercermin dari sektor ini yang menunjukkan tren positif. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kenaikan tingkat hunian kamar hotel selama September 2022 menjadi 50,02 persen. Kondisi ini menjadi momentum bagi pelaku industri perhotelan untuk kembali menggairahkan sektor pariwisata. Tren pariwisata bagi para pelancong akan mengalami perkembangan dengan fokus pariwisata berkelanjutan, tren kerja hibrid, serta pariwisata olahraga.

Country Head OYO Indonesia Agus Hartono Wijaya mengatakan, untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata, OYO menyiapkan strategi guna menavigasi momentum pemulihan industri pariwisata dan perhotelan, khususnya setelah pandemi. “Tren itu jadi potensi untuk meningkatkan hunian dan memperluas jangkauan pasar lokal,” kata Agus, sebulan lalu. 

Selama ini terlihat adanya pergeseran tren wisatawan dalam hal menginap. Sebelum pandemi, wisatawan rata-rata menginap selama satu sampai tiga hari per pemesanan. Namun, selama masa pandemi, wisatawan lebih memilih durasi menginap yang panjang sekitar lima sampai tujuh hari. 

photo
Pekerja hotel menggunakan alat pelindung diri saat menyiapkan kamar di Hotel Inaya Putri Bali, Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (5/6/2020). - (FIKRI YUSUF/ANTARA FOTO)

Kini, tren kembali normal dan potensi pasar yang dioptimalkan, mulai dari pertumbuhan portofolio, inovasi teknologi, dan kesadaran akan pilihan perjalanan domestik. Kondisi ini tetap dapat berjalan dengan menjaga pilihan akomodasi agar selalu dapat diakses oleh pelanggan dari mana dan kapan saja. "OYO mendorong para mitra melakukan pemasaran lewat berbagai saluran digital aplikasi, Agen Perjalanan Online (OTA)," kata Agus.

Kemudian, kata dia, meningkatkan standarisasi fasilitas dan layanan mitra bisnis, serta memperkuat integrasi teknologi ke dalam manajemen operasional. Untuk itu, dibutuhkan inovasi teknologi sebagai strategi utama. Teknologi imersif akan memberikan pengalaman dengan nilai tambah bagi pelanggan dari awal pemesanan kamar hingga pelanggan meninggalkan penginapan.

Dalam membangkitkan industri pariwisata dan perhotelan, Agus menilai, kolaborasi menjadi kunci utama dalam meningkatkan potensi pariwisata lokal. "Proses digitalisasi pariwisata domestik ini didukung oleh sistem yang membantu mitra bisnis penginapan di wilayah-wilayah kecil untuk mengelola bisnis mereka secara efisien melalui sistem teknologi."

Global CBO & CEO SEAME of OYO Ankit Tandon menjelaskan, di tahun keempat beroperasi, Indonesia tetap menjadi pasar penting bagi OYO Global. Indonesia adalah salah satu pasar yang paling matang dalam hal skala dan unit ekonomi. “Kami percaya bahwa Indonesia memiliki potensi dan proposisi yang unik bagi OYO,” kata Ankit.

photo
Pekerja menyiapkan kamar yang akan dihuni tamu hotel di Swiss-Belhotel Rainforest, Kuta, Badung, Bali, Kamis (9/4/2020). ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww. - (ANTARA FOTO)

Dengan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, terutama dalam kondisi yang tidak terduga selama pandemi, OYO Indonesia berhasil memposisikan diri sebagai salah satu dari empat pasar prioritas utama OYO global, yakni India, Indonesia, Malaysia, dan Eropa. Perkembangan teknologi yang pesat pun memainkan peran penting dalam mendorong pemulihan industri pariwisata, khususnya terkait teknologi digital dalam pemesanan tiket, hotel, dan atraksi. "Ini juga membantu mengelola operasional bisnis penginapan setiap harinya secara end-to-end dan efisien," ucap Ankit.

Menikmati Lautan dengan Tenang

 

Dunia pariwisata dan pelayaran diklaim berangsur pulih. Para turis biasanya ingin berlibur dengan bebas stres dan mereka mulai berencana untuk bepergian. Salah satunya adalah bepergian dengan kapal pesiar untuk merasakan pengalaman berlayar sembari menikmati ketenangan lautan biru atau pun menyaksikan berbagai atraksi di dalam kapal. 

Namun, pada umumnya berwisata dengan kapal pesiar menempuh perjalanan yang jauh. Destinasinya antara lain mengunjungi situs-situs berbeda dan menarik, namun dihadapkan dengan persoalan penerbangan. Hal inilah yang menjadi kelebihan yang ditawarkan Kapal Pesiar Princess Cruises. Program dari kapal pesiar ini menawarkan pemesanan penerbangan EZair untuk tamu dari Asia Tenggara, seperti Indonesia, Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Brunei. 

photo
Seorang pengunjung mengamati sebuah robot menyajikan makanan kepada pengunjung saat kegiatan Food, Hotel & Tourism Bali (FHTB) 2022 di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis (22/9/2022). - ( ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Program ini memberikan rekomendasi yang dirancang sesuai jadwal dan titik penumpang berlayar, harga murah dengan tarif penerbangan fleksibel, dan jaminan kemudahan dan kenyamanan mencapai kapal. Berbagai rekomendasi ini bisa jadi solusi bagi mereka yang ingin mengoptimalkan perencanaan liburan berlayar. 

“Situs Princess.com kini berfungsi sebagai one-stop all holiday planner, menjadikan proses perencanaan liburan bebas stres dan nyaman dalam pemesanan penerbangan berikut dengan kapal pesiar mereka,” kata Direktur Asia Tenggara Princess Cruises Farriek Tawfik, sebulan lalu.

Fitur tersebut, kata dia, memberikan akses bagi para tauris di kawasan regional untuk tiket pesawat dengan harga kompetitif dan sesuai dengan jadwal pelayaran turis dari negara tujuan. Penerbangan yang tersedia dapat ditinjau secara nyata (real-time), baik dalam jadwal penerbangan serta maskapai yang diinginkan. Semua itu dapat dipilih pada saat pemesanan. 

 
Fitur tersebut, kata dia, memberikan akses bagi para tauris di kawasan regional untuk tiket pesawat dengan harga kompetitif dan sesuai dengan jadwal pelayaran turis dari negara tujuan.
 
 

Penumpang harus membuat pemesanan cruise terlebih dahulu sebelum penerbangan dapat dipesan. Namun, penerbangan dapat dicari pada saat penumpang memeriksa ketersediaan cruise. Selain itu, penerbangan dapat dipesan mulai dari empat hari sebelum pelayaran hingga 300 hari sebelum pelayaran berakhir. Princess EZair memungkinkan para tamu dalam menyesuaikan penerbangan mereka.

Layanan tersebut dapat diberikan, kata Farriek, karena Princess EZair terhubung ke sistem pemesanan, sehingga semua panduan penerbangan dan informasi perjalanan diterapkan secara otomatis ke sistem pencarian. Agen travel juga dapat mengakses program EZair untuk memeriksa penerbangan bagi para tamu, sehingga dapat menghemat waktu. 

Para tamu yang memesan perjalanan udara lewat Princess Cruises secara automatis terdaftar dalam program Princess Late Arrival Protection, jika tamu ketinggalan pada pelabuhan awal keberangkatan, karena penundaan maskapai atau gangguan layanan maskapai. Princess Cruises bekerja dengan maskapai penerbangan untuk menemukan alternatif terbaik untuk menyediakan penerbangan ke pelabuhan berikutnya tanpa biaya tambahan untuk tamu.

Princess bekerja sama dengan maskapai penerbangan untuk memesan ulang penerbangan. Ini agar para tamu tetap dapat melanjutkan penerbangan pulang. “Ajak sahabat, pasangan, atau keluarga untuk ciptakan memori liburan baru dengan bersama-sama menikmati wisata layar bersama Princess Cruises,” kata Farriek.