Febrianti Almeera (kanan) | Facebook/Febrianti Almeera

Uswah

Dirikan Sekolah untuk Rumah Tangga

Persiapan menjadi suami maupun istri adalah tanggung jawab orang tua.

OLEH IMAS DAMAYANTI

Menjalankan rumah tangga bukanlah perkara yang sederhana, pun bukan sebuah hal yang menakutkan. Menciptakan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah sejatinya harus didasari iman, ilmu, dan kasih sayang.

Untuk itu, kesadaran bahwa rumah tangga merupakan sebuah ibadah panjang yang membutuhkan persiapan matang adalah sebuah modal awal dalam membangunnya. Adalah Febrianti Almeera, seorang Muslimah yang bersama suaminya mendirikan Sekolah Rumah Tangga sejak 2018.

“Awal mendirikan Sekolah Rumah Tangga, saya dan suami mengalami kondisi kesadaran bahwa ternyata sepanjang jenjang sekolah formal, kami tidak mendapatkan cara bagaimana menjadi suami atau istri yang baik. Inilah yang membuat kami menyadari, banyak orang yang menikah dan menjadi orang tua biasanya mengalami jetlag,” kata Febrianti saat dihubungi Republika, Rabu (26/11).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Febrianti Almeera (@febriantialmeera)

 

Ternyata, setelah dipelajari, kata dia, persiapan menjadi suami maupun istri adalah tanggung jawab orang tua yang mendidik anak-anaknya. Para orang tua memberikan contoh yang baik dalam berumah tangga yang kemungkinan menjadi pembelajaran bagi anak-anak. Namun demikian, tak semua orang yang menikah pernah mendapatkan pembelajaran itu dari para orang tuanya.

Untuk itu, bersama suami, Febrianti secara parsial mencari guru-guru rumah tangga dalam rangka ikhtiarnya membangun Sekolah Rumah Tangga. Maka, pada 2018, terciptalah Sekolah Rumah Tangga beserta kurikulum rumah tangga yang didasarkan pada ilmu agama dan psikologi. “(Kurikulumnya) perpaduan antara agama dengan psikologi,” kata Febrianti.

Kurikulum rumah tangga dapat diakses kalangan yang sudah menikah maupun yang belum menikah. Febrianti mengatakan, kurikulum rumah tangga dapat menjadi bahan pegangan dalam berumah tangga bagi orang-orang yang belum menikah dan dapat menjadi sebuah evaluasi bagi pasangan yang sudah menjalankan pernikahan.

Adapun kelas awal yang disediakan di Sekolah Rumah Tangga sejak pertama kali berdiri sampai hari ini, lanjut Febrianti, masih menjadi program unggulan yang banyak diminati masyarakat karena memiliki dampak yang positif dalam kehidupan rumah tangga. Hal itu terbukti dengan hadirnya alumni Sekolah Rumah Tangga berkisar 5.500 orang seluruh Indonesia.

“Bahkan, ada juga diaspora Indonesia yang tinggal di Korea, Jepang, sampai Arab Saudi ikut mengakses kelas Sekolah Rumah Tangga,” kata dia.

 

 

 

Ada juga diaspora Indonesia yang tinggal di Korea, Jepang, sampai Arab Saudi ikut mengakses kelas Sekolah Rumah Tangga.

 

FEBRIANTI ALMEERA
 

 

Dalam kelas awal Sekolah Rumah Tangga, Febrianti menjelaskan, terdapat 10 materi yang diajarkan. Para peserta akan belajar materi bagaimana menjadi suami dan bagaimana menjadi istri. Keduanya dapat diakses baik bagi mereka yang belum menikah maupun yang sudah menikah.

Hingga kini, di bawah naungan Sekolah Rumah Tangga telah tercipta unit-unit tersendiri, baik itu yang sifatnya profit maupun nonprofit. Di antaranya unit penerbitan yang bernama Penerbit Sukma Sejati yang didirikan sejak 2020 dan Komunitas Ruang Rasa Keluarga yang didirikan pada 2022 silam.

Rumah tangga adalah ibadah

Dalam Islam diyakini bahwa menjalankan rumah tangga adalah sebuah ibadah yang panjang. Karena panjangnya durasi tersebut, umat Islam seyogianya harus memiliki pegangan dan kompas arah yang dapat membawa biduk rumah tangga ke arah yang baik.

Febrianti membagikan sedikit resep berumah tangga, yakni dengan dua rumus ringan dan sederhana, yakni main bersama pasangan dan berbincang (mengobrol) dengan pasangan. Kedua hal itu, meski terlihat biasa, dinilai Febrianti sebagai dua hal yang powerful untuk meredakan suasana jenuh maupun penat dalam interaksi rumah tangga.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Febrianti Almeera (@febriantialmeera)

 

Selain beraktivitas di Sekolah Rumah Tangga, Muslimah yang merupakan ibu rumah tangga ini pun membagikan pandangannya tentang rumah tangga dalam perspektif agama. Menurut Febrianti, menjalankan bahtera rumah tangga tidak bisa dilepaskan dari perjalanan-perjalanan spiritual. Bekal ilmu saja, kata dia, tidak cukup untuk menjalankannya.

“Sependek perjalanan saya menjalani keluarga, dan bertemu dengan keluarga-keluarga muda yang lain, kami sampai pada suatu kesadaran bahwa rumah tangga enggak bisa lepas dari perjalanan spiritual. Ilmu saja tidak cukup,” ujar Febrianti.

Rumah tangga yang sejatinya merupakan ibadah haruslah dipadukan dengan agama. Febrianti menekankan bahwa pada hakikatnya adanya aturan-aturan agama yang jika dijalankan dalam praktik rumah tangga justru sangat mempermudah diri dalam menuju cita-cita sakinah, mawaddah, dan rahmah, dunia hingga akhirat.

  

Nama lengkap: Febrianti Almeera

TTL: Bandung, 26 Februari 1991

Riwayat pendidikan: Universitas Pendidikan Indonesia, 2009

Riwayat aktivitas:

• Ibu Rumah Tangga

• Penulis

• Pengajar bidang Kedaulatan Keluarga Muslim

Prestasi:

• Peraih Beasiswa “Wirausaha Muda Mandiri” 2012

• Peraih Award “Kartini Next Generation” dari KOMINFO RI 2014

• Produser Terbaik Teater Musikal Dakwah “Gelar Karya Great Muslimah” 2015

 

Mimpi Zonasi, Rendah Prestasi

Dengan sistem zonasi, sekolah negeri wajib menerima calon peserta didik dengan domisi terdekat dari sekolah.

SELENGKAPNYA

Penyengat dan Raja Ali Haji

Abdullah menjadi kebanggaan Malaysia dalam hal bahasa Melayu bersaing dengan Raja Ali Haji kebanggaan Indonesia.

SELENGKAPNYA

Hari Kiamat Itu Pasti

Lalu, dari air hujan, kehidupan di muka bumi terus berlanjut sampai hari kiamat. Masihkah Anda ragu dengan hari kiamat?

SELENGKAPNYA