Ustaz Dr Amir Faishol Fath | Republika

Motivasi Alquran

Hari Kiamat Itu Pasti

Lalu, dari air hujan, kehidupan di muka bumi terus berlanjut sampai hari kiamat. Masihkah Anda ragu dengan hari kiamat?

DIASUH OLEH USTAZ DR AMIR FAISHOL FATH; Pakar Tafsir Alquran, Dai Nasional, CEO Fath Institute

Menyebutkan bukti-bukti kekuasan-Nya dalam surah an-Naba’ adalah cara Allah meyakinkan orang-orang kafir Makkah agar beriman kepada hari kiamat. Bukti-bukti itu adalah apa yang mereka langsung merasakannya.

Seakan dikatakan: “Wahai orang-orang kafir, bukankah Aku telah melakukan ini dan itu untukmu, masihkah kamu ragu akan kekuasaan-Ku untuk membangkitkanmu setelah mati?” Inilah persoalan pokok Alquran yaitu menanamkan keyakinan akan kepastian alam akhirat, bahwa dunia ini bukan tujuan dan setelah kematian akan ada kehidupan lagi, yaitu hari kiamat.

Di antara bukti-bukti tersebut adalah tentang penciptaan bumi yang dibuat oleh Allah terasa menghampar: “Alam naj’alil ardha mihaada” (QS 78: 6). Kata mihad satu akar dengan kata mahdun (pangkuan ibu).

Seakan dikatakan, “Bukankah Aku telah membuatmu merasa aman di atas bumi seperti amannya bayi di atas pangukuan ibunya. Lalu, Allah menyebut gunung sebagai pasak: “Wal jabaala autaadaa” (QS 78: 7). Kata autad (pasak) menunjukkan makna tiang yang ditancapkan untuk membuat rumah-rumah kain tetap terpancang.

Ini menggambarkan betapa gunung-gunung ditancapkan untuk menjaga bumi agar tetap utuh. Karena itu setiap kali Allah menjelaskan tentang hari kiamat, selalu menyebutkan bahwa gunung-gunung itu akan dihancurkan: “Wa takuunul jibaala kal’ihnil manfush”. (QS al-Qariah: 5).

Bukti lain adalah diciptakannya manusia berpasang-pasangan (laki dan perempuan): “Wa khalaqnaakum azawwaja” (QS 78: 8). Ini jelas supaya hidup manusia berlanjut, sebab dari pasangan tersebut lahirlah keturunan-keturunan.

Tidurnya manusia juga bukti kekuasaan-Nya: “Wa ja’alnaa naumakum subaata” (QS 78:9). Kata subaat (terputus dari aktivitas), untuk menggambarkan betapa tidur yang terjadi setiap hari bukanlah peristiwa biasa, melainkan dengannya manusia bisa istirahat total sehingga badannya yang sangat lelah bisa segar kembali.

Pergantian siang dan malam juga bukti kekuasaan-Nya: “Waja’alnalla libaasa, wa ja’lanan nahaara ma’aasyaa” (QS 78: 10-11). Perhatikan kata libaas (pakaian) untuk malam, dan kata ma’aasya (kehidupan) untuk siang. Artinya, malam dibuat gelap seperti pakaian supaya manusia istirahat dan siang dibuat terang supaya manusia bangkit bekerja mencari nafkah.

Tujuh lapis langit yang terpancang di angkasa dengan kokoh tanpa tiang juga bukti kekuasaan-Nya. Sampai kapan pun tidak akan pernah ada manusia yang bisa menciptakan hal yang sama: “Wa banainaa fauqakum sab’an sidaadaa” (QS 78: 12).

Demikian juga penciptaan matahari dengan dua fungsi: “Wa ja’alnaan suraajaw wahhaajaa.” Fungsi pertama terdapat pada kata siraaja (pelita) untuk menunjukkan bahwa terangnya bumi adalah dari cahaya matahari.

Fungsi kedua terdapat pada kata wahhaaj yang menunjukkan bahwa selain cahaya matahari juga mnegirimkan panas. Dari panas inilah awan timbul yang darinya turun hujan: “Wa anzalnaa minal mu’shiraati maa’an sajjaajaa.”

Lalu, dari air hujan, kehidupan di muka bumi terus berlanjut sampai hari kiamat. Masihkah Anda ragu dengan hari kiamat?

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Selayang Pandang Muktamar ke-48 Muhammadiyah

Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah mengusung tema dan semangat kemajuan.

SELENGKAPNYA

Muktamar Muhammadiyah Dalam Sejarah

Setiap muktamar merepresentasikan tonggak sejarah Muhammadiyah.

SELENGKAPNYA

Kasus Covid-19 Melonjak Lagi, Pintu Masuk Diperketat

Luhut menyebut puncak gelombang akan terjadi dalam satu hingga dua bulan ke depan.

SELENGKAPNYA