Khazanah
LazisMu Jakarta dan Pizza Hut Indonesia Semarakkan Idul Adha
Bukan hanya penyembelihan hewan kurban, nantinya akan ada program pemberdayaan masyarakat.
JAKARTA -- Dalam rangka menyambut Idul Adha 1447 H/2026 M, Pizza Hut Indonesia menggandeng Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (LazisMu) DKI Jakarta. Perusahaan juga menyerahkan empat ekor sapi kurban kepada lembaga filantropi tersebut untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Penyerahan secara simbolis dilakukan di Kantor Pusat Pizza Hut Indonesia, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, pada Rabu (13/5/2026).
Direktur Operasional Pizza Hut Indonesia Kamaludin mengatakan, program kurban tersebut merupakan bagian dari inisiatif sosial “Pizza Hut Peduli 8P” yang dijalankan perusahaan. Ini mencakup pemberdayaan perempuan, penyandang disabilitas, pembinaan petani dan UMKM, serta dukungan kepada panti asuhan dan Palang Merah Indonesia (PMI). Perusahaan juga menjalankan penghematan energi dan transisi energi baru terbarukan, peningkatan gizi anak, serta prioritas bagi karyawan.
“Pizza Hut Indonesia telah hadir dan bertumbuh bersama masyarakat Indonesia selama lebih dari 40 tahun. Saat ini kami hadir di 36 dari 38 provinsi di Indonesia, dan perjalanan panjang tersebut tidak terlepas dari dukungan masyarakat, pelanggan, serta para karyawan,” ujar Kamaludin, dikutip dari pernyataan tertulis pada Rabu (13/5/2026).
Ia menyatakan, keberadaan Pizza Hut Indonesia tidak hanya berfokus pada layanan dan produk, tetapi juga kontribusi sosial kepada masyarakat di berbagai daerah.
“Melalui program Pizza Hut Peduli 8P, kami berupaya menghadirkan berbagai inisiatif sosial yang berangkat dari nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi,” katanya.
Kamaludin menjelaskan, empat sapi kurban yang diserahkan tahun ini diberi nama dari 28 karyawan terpilih yang telah bekerja lebih dari lima tahun di perusahaan. Menurut dia, langkah tersebut menjadi bentuk apresiasi atas loyalitas dan dedikasi karyawan.
“Hewan kurban yang diserahkan diberi nama dari 28 karyawan dan karyawati terpilih yang telah mengabdi dan bertumbuh bersama Pizza Hut Indonesia selama lebih dari lima tahun,” ujarnya.
Berbeda dari tahun sebelumnya, distribusi kurban kali ini direncanakan dalam bentuk rendang kaleng agar jangkauan penerimanya lebih luas.
Wakil Bendahara Pimpinan Wilayah Muhammadiyah DKI Jakarta Ramilan mengapresiasi dukungan Pizza Hut Indonesia terhadap gerakan filantropi Muhammadiyah melalui program kurban tersebut.
“Semoga berlanjut dalam bidang lain karena Muhammadiyah juga bersentuhan dengan sektor seperti UMKM. Dengan begitu manfaat kerja sama bisa dirasakan lebih banyak dan lebih luas lapisan masyarakat,” kata Ramilan.
Ketua Lazismu DKI Jakarta Lambang Saribuana mengatakan kerja sama penyaluran kurban bersama Pizza Hut Indonesia kini memasuki tahun kedua. Tahun ini, daging kurban akan dibagikan dalam bentuk olahan rendang kaleng dengan merek Rendangmu.
“Bila sebelumnya dibagikan langsung dalam bentuk daging, kali ini dibagikan dalam bentuk olahan rendang dengan brand Rendangmu,” ujar Lambang.
Ia berharap kolaborasi antara Lazismu dan Pizza Hut Indonesia dapat terus berlanjut dalam berbagai kegiatan sosial.
Seremoni penyerahan hewan kurban juga dihadiri Head of Human Resource Pizza Hut Indonesia, Tirta Perdana, Operation Manager Pizza Hut Restaurant Zainudin, jajaran karyawan Pizza Hut Indonesia, serta pengurus Lazismu DKI Jakarta.
Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.
E-Wallet Emas dan Ikhtiar Menjaga Daya Beli Umat
Gagasan Rupiah Emas harus ditempatkan sebagai reformasi negara, bukan mata uang tandingan di luar hukum.
SELENGKAPNYAData dan Transparansi Jadi Kunci Implementasi ESG Sektor Batu Bara
Regulasi dan pelaporan ESG dinilai penting untuk memastikan dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola.
SELENGKAPNYAPesantren, Krisis Moral, dan Ikhtiar Menjaga Muruah Umat
Kritik terhadap oknum tidak boleh berubah menjadi kebencian terhadap pesantren.
SELENGKAPNYA
