Masjid Sabilillah Malang | Republika/Christia Ningsih

Nostalgia

Surau Kecil Menuju Perang Surabaya

Masjid Sabilillah menjadi salah satu destinasi wisata yang diunggulkan Kota Malang.

OLEH WILDA FIZRIYANI

Masjid itu kini berdiri megah di tengah-tengah keramaian Kota Malang. Tak ada yang tahu, masjid bernama Sabilillah ternyata hanya sebuah surau kecil di masa lampau.

Kepala Bidang Promosi, Dinas Kebuda yaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Ma lang, Agung Bhuwana, menceritakan, Masjid Sabilillah memang memiliki cerita kuat pada perjuangan kemerdekaan RI di era 1945 hingga 1949.

Surau kecil itu pernah menjadi tempat penting bagi para ulama dan kyai. "Saat pertempuran Surabaya, Masjid Sabillah menjadi tempat berkumpul/titik berangkat laskar Islam Malang yang akan ke Surabaya," kata Agung kepada Republika, Rabu (22/5/2019).

Selain sebagai tempat beribadah, lokasi Masjid Sabilillah kala itu berada dalam posisi strategis. Wilayahnya tepat berada di pinggir kota. Mulai dari sini, masjid itu pun menjadi bagian penting bagi para pejuang.

Keikutsertaan para ulama, santri dan kiai di masa perjuangan tak lepas dari peran Bung Tomo. Pidato yang diutara kannya mampu membakar semangat rakyat untuk melawan penjajah. Para pejuang Islam memandang perang Surabaya sebagai jihad.

photo
Masjid Sabilillah Malang - (Republika/Christia Ningsih)

Beberapa pondok pesantren (ponpes), masyarakat kampung dan masjid terbukti mulai mengirimkan laskarnya. Terutama dari sebelah barat Blimbing, Kota Malang. Di sini, mulai berdatangan para laskar dari pondok sekitar wilayah Tasikmadu.

Dari sebelah timur, pejuang pondok area Ciliwung. Lalu, berlanjut dari selatan muncul pejuang pondok Gasek, Gading dan Kampung Jagalan. Jagalan kala itu dikenal sebagai sumbernya para pejuang Muslim. "Dan, titik kumpulnya pejuang adalah Masjid Sabillah," katanya.

Karena nilai kesejarahan yang kuat, Masjid Sabilillah pun resmi berdiri sekitar 1980-an. Peresmian dengan nama baru ini memang terbilang sangat muda dibandingkan masjid-masjid bersejarah lainnya. Namun, jejak sejarah di dalamnya telah membekas lama di Kota Malang.

Kini, Masjid Sabilillah menjadi salah satu destinasi wisata yang diunggulkan Kota Malang. Posisinya serupa dengan Masjid Jamik, Masjid Gribig, Masjid AR Fahruddin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan beberapa masjid kuno lainnya.

photo
Masjid Sabilillah Malang - (Republika/Christia Ningsih)

Hal ini terutama masjid yang belum terekspos sampai sekarang, seperti di Jagalan dan lain-lain. Masjid Sabilillah sesungguhnya dapat dimasukkan sebagai bangunan Cagar Budaya (CB). Namun sayangnya, monu men ini sudah mengalami banyak per ubah an. Masjid sudah direnovasi karena menyesuaikan kebutuhan banyaknya jamaah.

"Dan, (suatu bangunan) bisa dijadikan cagar budaya apabila 60 persen masih utuh," tambahnya. Tak hanya Sabilillah, banyak masjid tua/kuno yang memiliki sejarah Kota Malang berada dalam kondisi serupa. Hampir sebagian besar berubah menjadi bangunan modern berciri Turki.

Padahal, masjid kuno seharusnya lebih berorientasi pada kearifan lokal, seperti bentuk atap model limasan. Namun, belakangan banyak yang berubah gaya timteng (timur tengah). Meski tidak masuk sebagai CB, Masjid Sabilillah sudah menjadi percontohan tingkat nasional.

Semua tak lepas dari faktor penguatan sarana ibadah dan pembelajaran, seperti sekolah. Lalu, menjadi sarana so sial ekonomi dan seluruhnya terutama ma salah anggaran diperoleh secara mandiri.

Optimalisasi Wakil Sekretaris Pengurus Cabang NU (PCNU), Kota Malang, Zulkarnain ber harap, optimalisasi peran Sabilillah di masya rakat terus dilakukan. Manajemen yayasan setidaknya bisa terus menjaga amanah para ulama dalam memperta han kan ajaran agama Islam. Pengembangan bidang amal usaha untuk menjaga ke mandirian (aspek manajemen/idarah) juga perlu didorong.

photo
Masjid Sabilillah Malang - (Republika/Christia Ningsih)

Selain itu, perawatan dan mening katkan peran pemberdayaan sosial kemasyara katan (Ri'ayah), khususnya pemberdayaan generasi muda juga harus dioptimalkan. Dalam hal ini meski hal itu sudah dilakukan melalui pengembangan lembaga pendidikan di bawah naungan Yayas an Sabililah.

"Di mana penanaman nilai kegamaan dan ghirah dalam mene lada ni perjuangan ulama juga menjadi materi yang diinsersikan dalam berbagai materi pembelajaran," jelas Zulkarnain. Masyarakat yang datang untuk beribadah diharapkan menjaga masjid ini.

Setidaknya menjaga kebersihan sekitar sehingga dalam kondisi apa pun bangunan dan lingkungan sekitar tampak elok. Kebersihan akan menunjukkan estetika lingkungan sekitar sehingga orang tampak senang berada di dalamnya.

Dorongan yang diungkapkan Zulkarnain ini sebenarnya tak lepas dari nilai sejarah masjid di dalamnya. Masjid Sabilillah menjadi salah satu simbol penanda atau bukti adanya peran ulama NU dalam perjuangan mempertahankan kemer dekaan. Dari tempat itu, gerakan perjuangan ulama dan santri yang dipimpin oleh Kiai Masjkur akhirnya terlaksana dalam melawan penjajahan.

Dengan adanya keberadaan Masjid Sabilillah, Zulkarnain berharap, masyarakat tidak melupakan jasa para ulama. "Intinya harus JAS HIJAU (Jangan Sekalikali Hilangkan Jasa Ulama)," tegasnya. Selain kesejukan, Malang harus dikenang sebagai kota perjuangan.

Sebab, para ulama di sini menyebarkan Islam, membangun peradaban, dan melepaskan belenggu penjajahan. Masyarakat di sini sangat menjunjung tinggi moral dan menghormati para pendahulunya. Ini harus ter tanam betul di hati masyarakat Malang, ujar Zul.

Pentingnya keberadaan masjid juga diutarakan jamaah Aris (38). Warga yang menetap tak jauh dari masjid ini tak hanya merasakan pemantapan iman. Dia juga terkadang memperoleh manfaat dari kegiatan sosial masjid, seperti pembagian takjil gratis dan makanan lainnya selama Ramadhan. "Ada juga pengajian, kuliah subuh serta aktivitas sekolah," jelas dia.

Wahabi dan Cara Pandang Syekh Abdul Wahhab tentang Tauhid

Abdul Wahhab berpendapat bahwa keesaan Allah diwahyukan dalam tiga bentuk

SELENGKAPNYA

Yang Muda Yang Jaga Iklim

Muara Gembong tidak sendirian. Yolanda meyakini, masih banyak daerah yang mengalami kerusakan lingkungan

SELENGKAPNYA

Pelunasan Utang Murabahah Sebelum Jatuh Tempo

Pelunasan utang murabahah lebih awal kesepakatan, apakah harus membayar semua utangnya?

SELENGKAPNYA