Pegawai menghitung uang di Kantor Cabang Digital Bank Syariah Indonesia (BSI) Thamrin, Jakarta. | ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.

Ekonomi

Optimalisasi Peluang KPR Syariah di Tengah Gejolak

BTN berencana melepas UUS kepada BSI paling lambat pada Juli 2023.

OLEH LIDA PUSPANINGTYAS

Pembiayaan kepemilikan rumah dari bank syariah semakin menggiurkan pada masa ketidakpastian ekonomi. Direktur Retail PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Ngatari mengatakan, pembiayaan menggunakan akad syariah lebih menguntungkan di tengah mulai naiknya suku bunga acuan.

"Pembiayaan rumah menggunakan prinsip syariah memiliki banyak manfaat dan kemudahan, apalagi di tengah tren meningkatnya suku bunga acuan," kata Ngatari, pekan lalu.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PT Bank Syariah Indonesia Tbk (@banksyariahindonesia)

Ia menyebutkan, BSI terus berupaya meningkatkan tingkat kepemilikan rumah bagi masyarakat. Penyaluran pembiayaan kredit pemilikan rumah (KPR) melalui BSI Griya tercatat sebesar Rp 44,82 triliun per September 2022. Angka itu tumbuh 13,44 persen secara tahunan (yoy).

Sebagai bagian dari upaya memberikan layanan terbaik bagi nasabah, BSI juga telah bekerja sama dengan beragam pengembang lokal dan nasional sehingga harga properti yang ditawarkan juga semakin kompetitif. BSI juga terus berupaya mendukung langkah pemerintah dalam mengatasi backlog perumahan nasional.

Sebelumnya, BSI juga telah bersinergi dengan Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pembiayaan syariah KPR Tapera Syariah. Terbaru, BSI bekerja sama dengan PT PLN (Persero) untuk memudahkan pegawai PLN untuk memiliki rumah.

Menurut dia, saat ini adalah peluang bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah tanpa perlu khawatir akan melonjaknya angsuran bulanan. Dalam akad syariah, angsuran tidak bergantung pada suku bunga, tetapi akad di awal.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BTN Syariah (@bankbtn_syariah)

"Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir sebab pembayaran cicilan KPR syariah flat hingga akhir," kata Ngatari.

Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan menjadi 4,75 persen guna menekan ekspektasi inflasi dan menjaga nilai tukar rupiah. Salah satu dampak langsung dari kenaikan suku bunga acuan adalah penyesuaian suku bunga KPR.

Saat suku bunga acuan naik, umumnya bank merespons dengan menaikkan suku bunga deposito untuk menarik likuiditas dari nasabah. Kenaikan suku bunga deposito tersebut akan membuat bank perlu menyesuaikan suku bunga kredit untuk menjaga margin bunga bersih.

Peluang BSI untuk semakin memperkuat penyaluran KPR syariah juga terbuka melalui rencana pelepasan unit usaha syariah (UUS) Bank Tabungan Negara (BTN) ke bank syariah terbesar di Indonesia tersebut. BTN berencana melepas UUS kepada BSI paling lambat pada Juli 2023.

Wakil Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu mengatakan, saat ini perseroan sedang melakukan proses uji kepatuhan untuk memenuhi standar baku yang ditetapkan. "Jadi, masih di tengah jalan. Kami tetap mempertahankan tenggat waktu. Transaksi ini paling lambat dilakukan pada Juli tahun depan terkait dengan undang-undang," ujarnya.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Erick Thohir (@erickthohir)

Nixon menjelaskan, terdapat proses due diligence yang dilakukan antara BTN bersama BSI. Hal itu mulai dari skema transaksi hingga divisi bisnis untuk melakukan penilaian. Menurut Nixon, penilaian tidak hanya dari kredit saja, tetapi juga dari sisi loan at risk, liabilitas, SDM, infrastruktur, dan jaringan.

"Setelah itu ada proses appraisal karena harganya dipatok berdasarkan appraisal atas aset dan liabilitas yang kita miliki. Baru nanti melakukan penawaran," ujarnya.

Literasi Keuangan Perlu Ditingkatkan

Pada September 2022, dana nasabah anak usia dini BSI meningkat 22,96 persen (yoy).

SELENGKAPNYA

Kementerian BUMN Dorong Nelayan Ikut Program Solusi

Erick menyempatkan melihat aktivitas ibu rumah tangga Tambak Loro yang tergabung dalam program PNM Mekaar.

SELENGKAPNYA

Angkasa Pura Siap Hadapi KTT G-20

Penerbangan komersial di Bandara Bali akan dilakukan penyesuaian jadwal.

SELENGKAPNYA