Petugas gabungan melakukan pencarian korban tanah longsor di Kampung Kebon Jahe, Kebon Kelapa, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/10/2022). Bencana tanah longsor yang diakibatkan hujan deras pada Rabu (12/10/2022) sore tersebut mengakibatkan satu orang men | Republika/Putra M. Akbar

Bodetabek

Rencana Relokasi Warga Rawan Bencana Perlu Disosialisasikan

Pemkot Bogor sudah melakukan pemetaan di setiap kecamatan untuk tempat relokasi

 

BOGOR – Langkah Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menyampaikan pemetaan lokasi rawan bencana dan rencana penanganannya kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) mendapat dukungan.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Karnain Asyhar, mengatakan, Pemkot Bogor perlu segera memulai sosialisasi persuasif tentang rencana relokasi warga terdampak bencana dan rawan terdampak bencana. 

Sosialisasi ini penting agar warga memiliki kesiapan secara psikologi, sosial, dan materil dalam program relokasi. “Kemudian, identifikasi aset Pemkot Bogor yang siap dialokasikan untuk fungsi relokasi rumah warga,” ujarnya, Ahad (23/10).

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Bima Arya (@bimaaryasugiarto)

Karnain mengatakan, titik wilayah rumah yang secara mutlak memiliki kebutuhan mendesak untuk direlokasi memang perlu diindentifikasi. Selain itu, Pemkot Bogor juga didorong melakukan komunikasi vertikal ke pemerintah pusat agar ada dukungan program dan anggaran dari kementerian teknis terkait.

Karnain mengatakan, identifikasi yang sebaiknya dilakukan dari berbagai sisi. “Karena regulasi bisa terkait penegakan ketentuan penempatan rumah tinggal yang dilarang untuk dibangun di bantaran kali, status atas hak tanah yang lemah namun dibangun rumah tinggal, rumah warga yang terdampak bencana, dan rumah warga yang rawan terdampak bencana,” kata Karnain.

Wali Kota Bogor Bima Arya telah menyampaikan, untuk jangka panjang, Pemkot Bogor sudah melakukan pemetaan di setiap kecamatan mengenai keberadaan lahan yang memiliki potensi untuk di bangun hunian tempat relokasi.

 

 

Lahan kami siapkan tinggal kami lakukan pendataan mana yang darurat

 

BIMA ARYA Wali Kota Bogor
 

 

"Lahan kami siapkan tinggal kami lakukan pendataan mana yang darurat. Jadi ada kategori merah, hitam dan kuning. Hitam ini harus pindah mutlak, tidak ada tawar menawar. Yang merah bertahap. Kuning dalam pengawasan dan edukasi," kata Bima Arya, Sabtu (22/10).

Pada gelombang pertama, pihaknya memfokuskan rencana relokasi Gang Kepatihan dan Gang Barjo, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah. Kawasan ini akan menjadi pilot project proses relokasi ke hunian yang lebih layak. Rencana ini dikoordinasikan melalui kementerian terkait baik PUPR, BNPB maupun Perumkim.

“Dalam dua hari ini sudah ada datanya, karena kita akan lakukan pemetaan seluruh Kota Bogor, kita lakukan pemetaan. Nggak boleh begini tahun depan. Jadi nanti siapa pun wali kotanya, jika kita tidak lakukan kebijakan jangka panjang akan terjadi hal yang sama,” katanya.

Sambil proses melakukan pemetaan jangka panjang, dia mengatakan, Pemkot Bogor juga melakukan penanganan bencana jangka pendek di Gang Barjo dan Gang Kepatihan. Yakni, dengan melakukan proses pembuatan sodetan air. Sehingga, air dari Kali Cidepit bisa disalurkan melalui drainase yang layak agar tidak rembes dan menimbulkan persoalan-persoalan baru.

"Saya minta kosan-kosan di atas yang ternyata tidak memiliki IMB itu dibongkar dan mereka sudah menyanggupi. Satu hingga dua hari ini akan kita bongkar supaya alat berat bisa masuk. Kemudian dilakukan intervensi fisik penguatan penguatan,” katanya.

 

 

Saya minta kosan-kosan di atas yang ternyata tidak memiliki IMB itu dibongkar dan mereka sudah menyanggupi

 

BIMA ARYA Wali Kota Bogor
 

 

Rekayasa lokasi

Terkait penanganan bencana di Gang Kepatihan dan Gang Barjo, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, menilai, harus ada relokasi untuk warga sekitar. Hal itu dikatakannya usai meninjau lokasi banjir dan longsor di beberapa titik Kota Bogor.

photo
Warga berjalan di dekat rumah yang terdampak longsor di Kampung Kebon Jahe, Kebon Kelapa, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/10/2022). Bencana tanah longsor yang diakibatkan hujan deras pada Rabu (12/10/2022) sore tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tiga warga lainnya masih dalam proses pencarian. Republika/Putra M. Akbar - (Republika/Putra M. Akbar)

“Secara sekilas, saya bisa menyimpulkan bahwa lokasi tersebut harus ada rekayasa lokasi. Bahkan kemungkinan ada sebagian penduduknya yang harus pindah atau relokasi,” kata Muhadjir.

 

 

Lokasi tersebut harus ada rekayasa lokasi. Bahkan kemungkinan ada sebagian penduduknya yang harus pindah atau relokasi

 

MUHADJIR EFFENDY Menko bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
 

 

Ia mengatakan, Pemkot Bogor sudah siap untuk melakukan relokasi kepada warga. Sementara terkait pembiayaannya akan diatur baik dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi, termasuk Pemkot Bogor.

"Dari Pak Wali Kota juga sudah menyiapkan ada lahan yang sangat mungkin untuk digunakan (relokasi—Red). Sehingga nanti pembiayaannya akan kita atur dari pemerintah pusat melalui PUPR, mungkin nanti juga dari pemerintah provinsi dan juga dukungan dari Pemkot Bogor," katanya.

Muhadjir menatakan, untuk korban terdampak dalam bencana di wilayah Kota Bogor juga diberikan santunan. Bukan hanya santunan meninggal dunia, tetapi juga bantuan untuk hunian sementara bagi warga terdampak.

photo
Warga terdampak bencana longsor mengevakuasi barang-barang berharga di Kampung Kebon Jahe, Kebon Kelapa, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/10/2022). Bencana tanah longsor yang diakibatkan hujan deras pada Rabu (12/10/2022) sore tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan tiga warga lainnya masih dalam proses pencarian. Republika/Putra M. Akbar - (Republika/Putra M. Akbar)

"Yang sekarang harus ngungsi dari lokasi tempat tinggalnya, ada dari BNPB juga mendapatkan bantuan untuk tinggal sementara. Setiap bulannya Rp 500 ribu. Kemudian untuk biaya selama dalam pengungsian ini menjadi tanggungan dari pemerintah, baik pemerintah kota, provinsi, dan juga pusat karena Pak Wali sudah menetapkan sebagai daerah tanggap darurat hingga Desember," ujarnya.

Relasi Tuhan dan Hamba

Dalam perspektif tasawuf, hubungan primer Allah dan makhluk-Nya terjalin bagaikan langit dan bumi.

SELENGKAPNYA

Lahirkan Huffazh Fasih Bahasa Arab

Fath Institute dan Yayasan Fath Qurani Center lahir untuk mencetak ulama ahli tafsir Alquran

SELENGKAPNYA

Batasan Berhias Diri Bagi Wanita Karier

Perempuan boleh melakukannya sepanjang tidak bertentangan dengan syariat

SELENGKAPNYA