Mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia (UI) bermain bersama anak-anak di tempat pengungsian tanah longsor, Gedung Yayasan Rizki Danoe Gordhi, Kelurahan Kebon Kalapa, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/10/2022). | ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Nasional

Gubernur Jabar Usul Pencarian Korban Banjir Gunakan Drone

Pemkot Bogor sudah menetapkan status tanggap darurat hingga 31 Desember menyusul cuaca ekstrem.

BOGOR – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyarankan agar pencarian Adzra Nabila (24 tahun), pemotor yang hilang terseret arus banjir lintasan di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor pada Selasa (11/10) lalu, dilakukan menggunakan drone. Ia juga menyarankan pencarian tetap dilakukan dengan menyisir dari titik hilangnya korban.

Emil menyampaikan saran itu belajar dari pencarian putra sulungnya bernama Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril, yang hilang di Sungai Aare, Bern, Swiss pada Juni lalu. “Sambil mencari yang terjauh, tetap sisir ulang dari titik 0 lagi,” kata Emil ketika mendatangi rumah Adra Nabila, Jumat (14/10).

Emil juga meminta kepada pimpinan RT/ RW yang dialiri sungai agar menyampaikan kepada warga sekitar untuk memonitor sungai ketika berkegiatan. Selain itu, Emil telah mengarahkan kepada wali kota dan bupati se-Jawa Barat untuk mengingatkan warga terus waspada.

Pemkot Bogor sudah menetapkan status tanggap darurat hingga 31 Desember menyusul cuaca ekstrem yang mengakibatkan kejadian bencana alam di wilayah itu. Selain banjir, Bogor menghadapi bencana tanah longsor di Gang Barjo, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah.

photo
Sejumlah petugas Basarnas dan BPBD Kota Bogor melakukan pencarian korban tanah longsor di Gang Barjo, Kampung Kebon Jahe, Kelurahan Kebon Kelapa, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/10/2022). - (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)

BPBD Kota Bogor menyatakan kejadian itu menyebabkan dua rumah rusak dan 166 warga mengungsi. Longsor juga menyebabkan delapan korban dari satu keluarga tertimbun.

Empat orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, tiga korban lainnya meninggal dunia, dan satu orang lainnya masih dalam pencarian. Pada Jumat sore, Tim Search and Rescue (SAR) gabungan menemukan korban ketujuh atas nama Dini (54 tahun) dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban ketujuh ditemukan pukul 15.15 WIB, langsung dibawa ke RSUD Kota Bogor,” kata Komandan Tim SAR Jakarta Aulia Solihanto di lokasi.

Aulia menambahkan, satu korban lagi yang masih tertimbun atas nama Cici (57). Petugas di lapangan mengalami kendala lantaran alat berat tidak bisa masuk.

photo
Warga menyelamatkan barang yang tersisa di lokasi longsor di Desa Gunung Geulis, Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/10/2022). - (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)

Aulia mengatakan, pencarian korban juga terkendala hujan sehingga pencarian sempat dihentikan untuk sementara waktu. Ia menyebutkan, petugas di lapangan dibantu anjing pelacak menemukan lokasi yang dicurigai menjadi titik korban tertimbun berdasarkan bau menyengat.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dukungan dana siap pakai Rp 250 juta untuk penanganan darurat bencana longsor di Kota Bogor, Jawa Barat. "BNPB mendorong bantuan logistik kebutuhan dasar senilai Rp100 juta,” kata Pelaksana tugas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.

Evakuasi Korban Longsor di Bogor Terkendala

Untuk evakuasi, Pemkot Bogor mendapat bantuan dari Basarnas berupa alat berat

SELENGKAPNYA

Vaksin Indovac Wujud Kemandirian Bangsa

Erick Thohir sejak awal yakin BUMN mampu memproduksi sendiri vaksin Covid-19.

SELENGKAPNYA

Pemkot Bogor akan Relokasi Warga di Titik Rawan Bencana

Rumah warga di bantaran sungai dinilai perlu direlokasi permanen

SELENGKAPNYA