Warga terdampak bencana longsor dibopong oleh kerabatnya saat mengungsi di Masjid Jami Nurul Ikhlas, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (13/10/2022). Ratusan warga terdampak bencana longsor di Kampung Kebon Jahe diungsikan sementara di masjid tersebut untuk me | Republika/Putra M. Akbar

Bodetabek

Evakuasi Korban Longsor di Bogor Terkendala

Untuk evakuasi, Pemkot Bogor mendapat bantuan dari Basarnas berupa alat berat

BOGOR -- Evakuasi korban tertimbun longsor tebing di Gang Barjo, Kampung Kebon Jahe, Kelurahan Kebonkelapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, terkendala kondisi medan yang sempit dan tekanan tanah. Pada Kamis (13/10), Tim Search and Rescue (SAR) gabungan berhasil mengevakuasi seorang korban meninggal dunia berinisial S (75 tahun) yang merupakan salah satu dari delapan orang tertimbun longsor pada Rabu (12/10).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Teofilo Patrocinio Freitas, mengatakan, korban merupakan orang kelima yang berhasil dievakuasi dari timbunan longsor. Empat korban lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.“Ada empat selamat. Sisanya tinggal tiga yang saat ini dilakukan evakuasi,” kata Teo kepada Republika di lokasi, Kamis (13/10).



Teo mengatakan, pihaknya bersama Badan SAR Nasional (Basarnas), Tagana, dan Dinas Pemadam Kebakaran bergantian melakukan evakuasi di lokasi kejadian. Proses evakuasi sudah dilaksanakan selama dua malam. “Personel di sini kurang lebih ada 30 orang bergantian,” kata Teo.

Dia menuturkan, pencarian korban dilakukan secara manual lantaran alat berat tidak bisa masuk ke lokasi kejadian yang memasuki gang-gang kecil. “Pakai tenaga manusia saja manual. Paling elektrik pemotong dan pemecah. Sisanya tenaga manusia. Terakhir korban yang belum dapat, ada di kamar belakang tiga orang itu,” ujarnya.

 

 

Pakai tenaga manusia saja manual. Paling elektrik pemotong dan pemecah. Sisanya tenaga manusia

 

TEOFILO PATROCINIO FREITAS Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor
 

 


Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menjelaskan, petugas di lapangan mengalami kesulitan dalam proses evakuasi karena tekanan dari tanah yang bergeser cukup tinggi.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by KOTA BOGOR (@pemkotbogor)


Untuk melakukan evakuasi, Dedie mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapat bantuan dari Basarnas bantuan alat berat yang cukup memadai. Dia berharap empat orang lain yang tertimbun dapat segera dievakuasi oleh tim gabungan Basarnas, BPBD Kota Bogor, Pemadam Kebakaran, dan relawan.“Kedua, permasalahan utama adalah akses alat berat tidak bisa masuk. Karena ini pemukiman cukup padat di situasi kondusi kontur yang sangat terjal,” ujarnya. 

 

 

Permasalahan utama adalah akses alat berat tidak bisa masuk. Karena ini pemukiman cukup padat di situasi kondusi kontur yang sangat terjal

DEDIE A RACHIM Wakil Wali Kota Bogor
 

 

Pemkot Bogor akan Relokasi Warga di Titik Rawan Bencana

Rumah warga di bantaran sungai dinilai perlu direlokasi permanen

SELENGKAPNYA

Bogor Waspada Potensi Cuaca Ekstrem

Analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya belokan dan perlambatan kecepatan angin

SELENGKAPNYA

22 Kecamatan di Bogor Rawan Pergerakan Tanah

Sebanyak 14 kecamatan juga berpotensi terjadi pergeseran tanah disertai banjir bandang

SELENGKAPNYA