Warga memasang ornamen kaligrafi huruf arab bertuliskan Muhammad di kampung nelayan Nambangan Baru, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (24/10/2020). Pemasangan ornamen serta umbul-umbul berupa kerudung dan serban tersebut merupakan tradisi bagi masyarakat setemp | MOCH ASIM/ANTARA FOTO

Laporan Utama

Syair Maulid yang Nikmat Dibaca

Syair dalam kitab Maulid Simthud Duror termasuk kategori syair mursal

OLEH ANDRIAN SAPUTRA

Maulid Simthud Duror atau disebut juga Maulid al-Habsyi karya Habib Ali bin Muhammad bin Husein al-Habsyi merupakan salah satu kitab maulid yang populer dibaca oleh umat Muslim di Indonesia.

Kitab ini memuat shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, pujian terhadap sosok Nabi Muhammad SAW, dan juga berisi sejarah Nabi Muhammad SAW serta doa. Syair-syair yang digunakan Habib Ali dalam kitab Maulid Simthud Duror tersusun dengan indah dan mendalam, tapi dapat dengan mudah dimengerti pembacanya.

Kitab ini dibuka dengan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai makhluk termulia, makhluk yang terindah dalam ucapannya dan terjujur. Dalam pembukaan Simtud Duror, Habib Ali al-Habsyi juga menuliskan bahwa Allah mengutus makhluk-Nya yang paling mulia, hamba-Nya yang paling agung, yakni Nabi Muhammad SAW karena rahmat Allah SWT.

Disebutkan bahwa pancaran kemuliaan Nabi Muhammad tersebar baik di alam nyata maupun gaib. Alam semesta menjadi harum karena kehadiran Rasulullah.

photo
Sejumlah santri saat tampil pada acara Maulid Akbar di Pondok Pesantren Az-Zikra, Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Ahad (17/11). Acara tersebut untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus ziarah makam murobbi KH Muhammad Arifin Ilham - (Republika/Putra M. Akbar)

Nabi Muhammad adalah hamba yang Allah utus kepada penghuni seluruh alam untuk menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Disebutkan juga bahwa silsilah Rasulullah adalah orang-orang mulia yang Allah berikan kesempurnaan nikmat.

Menurut guru besar bahasa dan sastra Arab Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof Dr Sukron Kamil, mengatakan, syair yang digunakan dalam kitab Maulid Simthud Duror, termasuk kategori syair mursal, sebab adanya keterikatan satuan irama dan berakhiran bait yang sama. Ini yang membuat setiap bait syair Simthud Duror nikmat ketika dibaca dan didengar.

Selain itu, dalam Simthud Duror, Habib Ali Al Habsyi menuliskan gagasan di awal seperti pada syair Asyroqo al kaunu ibtihajan biwujudi al mustofa Ahmad  yang langsung memberi gagasan utama bahwa alam semesta menyambut kelahiran Nabi Muhammad. 

“Secara isi intinya Simthud Duror ini terdiri dari beberapa bagian. Pertama menjelaskan bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW itu disambut alam semesta. Seluruh makhluk di alam semesta senang dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW," kata Prof Sukron Kamil kepada Republika, beberapa waktu lalu.

 

 

Seluruh makhluk di alam semesta senang dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW

 

PROF SUKRON KAMIL Guru Besar Bahasa dan Sastra Arab UIN Jakarta
 

 

Lebih lanjut, Prof Sukron mengatakan, pesan utama lainnya yang disampaikan dalam kitab Simthud Duror adalah bahwa nur Nabi Muhammad SAW adalah yang paling awal diciptakan Allah SWT sebelum segala sesuatu diciptakan. Dan alam semesta tercipta sejatinya karena adanya nur Nabi Muhammad.

Selain itu, pada isi utama Simthud Duror adalah ajakan agar manusia menyambut kelahiran Nabi Muhammad dengan bahagia. Selain itu, Simthud Duror juga memuat doa dengan berkah kemuliaan Nabi Muhammad SAW agar segenap orang yang membacanya mendapat petunjuk dan kebahagiaan.

Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ahmad Zubaidi mengatakan, Simthud Duror ataupun kitab-kitab maulid lainnya adalah salah satu media yang sangat penting untuk mengenal Rasulullah SAW. Ketika seorang Muslim telah mengenal Rasulullah maka akan tertanam kuat kecintaan kepada Sang Nabi sehingga berujung pada ketaatan. 

"Maulid itu kan tujuannya untuk menambah kecintaan kepada Rasul dan kita mengenalnya lebih dalam lagi sehingga bisa totalitas meneladaninya. Dalam rangka mengenal itu, kita perlu membaca kitab-kitab yang memuat riwayat tentang sejarah Rasulullah SAW. Baik itu kitab sirah yang dituangkan secara naratif maupun kitab-kitab yang penuangannya menggunakan nadzam (syair)," kata Kiai Zubaidi.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat

Habib Abdurrahman: Maulid Tambah Cinta kepada Rasulullah

Simthud ad-Duror lebih panjang daripada Diba' dan Barzanji

SELENGKAPNYA

Simthud ad-Duror, Kitab Maulid Nabi Bertabur Keindahan

Tulisan dalam kitab ini dirangkai dengan bahasa-bahasa pilihan dalam bentuk qasidah

SELENGKAPNYA

Siapakah Shahib Simthud ad-Duror?

Kitab Simthu ad-Duror ditulis oleh Habib Ali bin Muhammad bin Husain al-Habsyi

SELENGKAPNYA